Perdebatan 2 Legenda Manchester United Soal Masa Depan Michael Carrick

- Keane ragu Carrick pantas jadi manajer
- Ferdinand nilai Carrick layak diberi kesempatan
- Carrick fokus pada tugasnya, tak ambil pusing soal masa depan
Jakarta, IDN Times - Masa depan Michael Carrick di Manchester United menjadi perdebatan legenda klub. Roy Keane dan Rio Ferdinand memiliki pandangan berbeda, tentang pantas atau tidaknya Carrick dipermanenkan.
Manajemen Setan Merah memang belum memutuskan apakah akan mempermanenkan Carrick atau tidak di akhir musim nanti. Namun, sejak awal, Carrick hanya dijadikan opsi sementara sembari klub mencari sosok yang tepat.
1. Carrick yang kurang pengalaman jadi landasan Keane belum setuju
Keane menilai Carrick kurang pengalaman untuk dipermanenkan MU. Sebab, menjadi manajer atau pelatih tetap memiliki masalah yang lebih kompleks ketimbang karteker. Keane bukannya menganggap Carrick tidak pantas, tetapi belum tepat untuk saat ini.
Menjadi manajer atau pelatih tetap, bagi Keane, harus memikirkan target jangka panjang klub. Carrick pun akan dibebani target tinggi, yang bisa memengaruhi performanya di pinggir lapangan.
Situasi ini memang pernah dialami Ole Gunnar Solskjaer. Saat menjadi karteker, Solskjaer bersinar pada musim 2018/19, tetapi menurun cukup drastis pada musim berikutnya yang berakhir dipecat pada 2021.
"Menjadi karteker itu berbeda dari jadi manajer MU mencoba untuk juara liga dalam dua atau lima tahun ke depan. Dia belum punya cukup pengalaman. Saya tidak bilang Carrick tidak bisa jadi manajer top, tapi pemilihan waktu untuknya jadi manajer Manchester United di musim panas? Saya tidak yakin," ujar Keane dikutip dari Sky Sports.
2. Ferdinand nilai Carrick layak dicoba
Ferdinand tak setuju dengan tanggapan eks kapten MU tersebut. Menurut Ferdinand, Carrick layak diberikan kesempatan untuk diberikan tanggung jawab yang lebih besar di Carrington.
Persentase kemenangan Carrick 100 persen sejak menjadi karteker MU untuk kedua kalinya. Dia berhasil menyulap permainan Bruno Fernades dan kawan-kawan lebih gereget.
Manchester City, Arsenal, Fulham, dan Tottenham Hotspur, berhasil dilibas. Memang baru empat laga, tetapi mentalitas MU yang berhasil dibangun Carrick dinilai menjadi modal tepat.
"Memang ada unsur risiko, tetapi semua calon yang dikaitkan juga punya risiko sama. Saat ini dia sukses besar, empat kemenangan dari empat pertandingan, dan orang-orang justru tutup mata. Jujur, saya tidak mengerti tanggapan Roy. Saya tidak tahu bagaimana Anda bisa begitu menentangnya," ujar Ferdinand.
3. Carrick gak mau ambil pusing
Saat masa depannya diperdebatkan banyam pihak, Carrick justru enggan ambil pusing. Tugasnya saat ini hanya memberikan yang terbaik demi membuat MU disegani kembali.
"Tidak, untuk saat ini belum (memikirkannya). Menurut saya, justru suporter yang pantas merasa bersemangat dan terbawa suasana. Itulah alasan mereka datang mendukung kami untuk bermimpi dan larut dalam euforia, berharap pulang dengan perasaan senang dan menantikan untuk kembali lagi," kata Carrick usai MU membungkam Spurs.
















