PBSI Sudah Punya Kandidat Pelatih Baru Ganda Campuran, Siapa?

- PP PBSI mengakhiri masa tugas Rionny Mainaky sebagai Kepala Pelatih Ganda Campuran dan Amon Sunaryo sebagai asisten pelatih dalam penyegaran jajaran kepelatihan.
- PBSI telah mengantongi kandidat Kepala Pelatih Ganda Campuran Utama, tetapi penunjukannya masih melalui tahapan internal dan ditargetkan diumumkan pada Agustus.
- Evaluasi pergantian pelatih mencakup perkembangan atlet, program latihan, dinamika pasangan, target, dan KPI; selama transisi, latihan atlet tetap berjalan dengan penggabungan kelompok utama-pratama.
Jakarta, IDN Times - PP PBSI resmi melakukan penyegaran di jajaran kepelatihan sektor ganda campuran. Keputusan ini ditandai dengan berakhirnya masa tugas Rionny Mainaky sebagai Kepala Pelatih Ganda Campuran dan Amon Sunaryo sebagai Asisten Pelatih di Pelatnas PBSI.
PBSI mengungkapkan, sederet nama sudah masuk dalam daftar sebagai sosok yang diproyeksikan menjadi Kepala Pelatih Ganda Campuran Utama. Namun, identitas pelatih baru tersebut masih dirahasiakan karena proses penunjukan masih berjalan dan baru ditargetkan diumumkan secara resmi pada Agustus mendatang.
1. PBSI sudah kantongi kandidat pelatih baru

Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, Eng Hian, memastikan proses pencarian pelatih baru tidak dimulai dari nol. Federasi sudah memiliki kandidat yang dinilai paling tepat untuk memimpin sektor ganda campuran menghadapi agenda internasional ke depan.
"Saat ini kami sudah memiliki kandidat yang diproyeksikan menjadi Kepala Pelatih Ganda Campuran Utama. Namun, proses penunjukannya masih berjalan dan harus melalui tahapan internal yang sedang kami selesaikan. Kami ingin memastikan seluruh proses tersebut berjalan dengan baik sebelum diumumkan secara resmi kepada publik. Oleh karena itu, pengumuman Kepala Pelatih Ganda Campuran Utama yang baru kami targetkan dapat dilakukan pada Agustus nanti,” ujar Eng Hian.
2. Rionny Mainaky dan Amon Sunaryo resmi tinggalkan pelatnas

Penyegaran kepelatihan membuat Rionny Mainaky dan Amon Sunaryo resmi mengakhiri tugas mereka di sektor ganda campuran Pelatnas PBSI berdasarkan keterangan PBSi di akhir Juli 2026. Keputusan ini diambil berdasarkan hasil evaluasi menyeluruh terhadap program pembinaan, bukan semata-mata berdasarkan hasil pertandingan dalam jangka pendek.
Eng Hian menegaskan, evaluasi dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai aspek penting. Bukan semata-mata melihat hasil pertandingan jangka pendek.
“Kami melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap proses pembinaan, mulai dari perkembangan atlet, efektivitas program latihan, dinamika pasangan, hingga kesiapan sektor ini menghadapi target-target besar ke depan. Kami juga mengacu pada target dan KPI yang telah ditetapkan,” kata Eng Hian.
3. Masa transisi tidak ganggu atlet

PBSI memastikan masa transisi tidak akan mengganggu persiapan yang dilakukan para atlet. PBSI memastikan program latihan tetap berjalan normal dengan menggabungkan kelompok utama dan pratama agar proses pembinaan tetap berlangsung tanpa hambatan.
Kebijakan ini diharapkan mampu menjaga kontinuitas program latihan sekaligus memastikan para atlet tetap siap menghadapi berbagai agenda internasional.
“PBSI berharap proses pembinaan di sektor ganda campuran tetap berjalan optimal selama masa transisi sehingga mampu terus meningkatkan prestasi dan kembali menjadi salah satu kekuatan utama Indonesia di panggung bulutangkis dunia,” tulis PBSI.



















