4 Pemain Nonunggulan yang Melaju Terjauh di Australian Open 2026

Australian Open 2026 telah menyelesaikan seluruh pertandingan pada Minggu (14/6/2026). Turnamen BWF Super 500 yang berlangsung di Sydney, Australia, tersebut ditutup dengan laga final yang mempertemukan sejumlah pemain unggulan. Secara keseluruhan, para unggulan memang mampu menunjukkan performa yang konsisten hingga babak-babak akhir.
Meski demikian, ada beberapa pemain nonunggulan yang berhasil mencuri perhatian sepanjang turnamen. Mereka mampu melangkah jauh dan bersaing dengan para pemain yang lebih diunggulkan di masing-masing sektor. Siapa saja empat pemain nonunggulan yang mencatatkan pencapaian terbaik dengan melaju paling jauh di Australian Open 2026?
1. Jason Gunawan (Hong Kong) terhenti di laga semifinal
Harapan Hong Kong untuk meraih gelar di sektor tunggal putra sempat bertumpu pada Jason Gunawan. Berstatus nonunggulan, ia mampu menembus babak semifinal setelah menunjukkan performa yang cukup impresif sepanjang turnamen. Langkahnya baru terhenti setelah menghadapi unggulan ketiga asal Indonesia, Alwi Farhan.
Dalam pertandingan semifinal, Jason harus mengakui keunggulan Alwi melalui pertarungan tiga game yang berlangsung selama 1 jam 14 menit. Ia kalah dengan skor 11-21, 21-17, dan 9-21 sehingga gagal melangkah ke partai final. Sebelumnya, Jason lebih dulu mencatat hasil mengejutkan dengan menyingkirkan unggulan kedua asal Taiwan, Lin Chun Yi, dalam dua game langsung pada babak kedua.
2. Chen Cheng Kuan/Liu Kuang Heng (Taiwan) juga gagal melaju ke babak final
Pasangan Taiwan, Chen Cheng Kuan/Liu Kuang Heng, juga menjadi salah satu pasangan nonunggulan yang mampu melangkah hingga babak semifinal Australian Open 2026. Mereka tampil cukup konsisten sejak awal turnamen dan berhasil bersaing dengan pasangan-pasangan unggulan. Perjalanan mereka menuju empat besar turut diwarnai kemenangan atas rekan senegara yang diunggulkan.
Pada babak pertama, Chen/Liu sukses menyingkirkan unggulan keenam asal Taiwan, Chiu Siang Chieh/Wang Chi Lin, dalam dua game langsung. Namun, langkah mereka terhenti di semifinal setelah kalah dari unggulan ketiga asal Indonesia, Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani. Pertandingan berlangsung ketat selama 1 jam 8 menit sebelum Chen/Liu menyerah dengan skor 18-21, 21-19, dan 21-23.
3. Moh Zaki Ubaidillah (Indonesia) kalah dari wakil China di semifinal
Moh Zaki Ubaidillah menjadi satu-satunya pemain nonunggulan asal Indonesia yang berhasil menembus babak semifinal sektor tunggal putra. Pebulu tangkis yang akrab disapa Ubed tersebut tampil cukup meyakinkan sepanjang turnamen dengan beberapa kemenangan penting. Salah satu hasil terbaiknya adalah saat menyingkirkan unggulan kedelapan asal Hong Kong, Lee Cheuk Yiu, dalam dua game langsung pada babak kedua.
Langkah Ubed akhirnya terhenti di babak semifinal setelah berhadapan dengan wakil China, Dong Tian Yao. Pertandingan berlangsung sengit selama 1 jam 9 menit dan harus diselesaikan melalui rubber game. Ubed kalah dengan skor 19-21, 21-9, dan 18-21 sehingga gagal mengamankan tiket ke partai final.
4. Dong Tian Yao (China) harus puas menjadi runner-up
Dong Tian Yao menjadi pemain nonunggulan dengan pencapaian terbaik di Australian Open 2026. Wakil China tersebut berhasil melangkah hingga partai final sektor tunggal putra dan menjadi satu-satunya pemain nonunggulan yang mampu mencapai babak tersebut. Perjalanannya menuju laga puncak juga tidak mudah karena harus menghadapi sejumlah lawan kuat.
Salah satu kemenangan penting Dong terjadi saat ia menyingkirkan unggulan pertama asal Taiwan, Chu Tien Chen, melalui pertarungan tiga game yang berlangsung ketat. Namun, langkahnya terhenti di partai final setelah kalah dari unggulan ketiga asal Indonesia, Alwi Farhan. Dong harus puas menjadi runner-up usai menyerah dengan skor 13-21 dan 13-21 dalam pertandingan yang berlangsung selama 43 menit.
Keempat pemain nonunggulan tersebut menunjukkan persaingan yang ketat di Australian Open 2026. Mereka berhasil melaju hingga babak-babak akhir dan memberikan perlawanan kepada para pemain unggulan. Dong Tian Yao menjadi yang paling jauh melangkah dengan finis sebagai runner-up, sementara tiga lainnya terhenti di semifinal.

















