Performa Pebulu Tangkis Indonesia di German Open 2026, Ada yang Juara?

- German Open 2026 berakhir tanpa wakil Indonesia di partai final, setelah seluruh pemain tersingkir hingga babak semifinal di Westenergie Sporthalle, Muelheim an der Ruhr.
- Gloria Emanuelle Widjaja bersama Hee Yong Kai Terry serta Amalia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti menjadi wakil terjauh Indonesia, namun keduanya kalah di semifinal.
- Dibanding edisi 2025, performa tim Indonesia menurun karena tahun ini tidak ada yang mencapai final, sementara tahun lalu masih meraih posisi runner-up lewat Rehan/Gloria.
German Open 2026 memasuki partai final pada Minggu (1/3/2026), yang berlangsung di Westenergie Sporthalle, Muelheim an der Ruhr, Jerman. Sayangnya, tidak satu pun pebulu tangkis Indonesia yang melaju hingga final. Datang tanpa kekuatan penuh, Indonesia sudah kehabisan wakil sejak semifinal.
Beberapa wakil Indonesia sebenarnya sempat menunjukkan perlawanan pada babak-babak awal. Bahkan, beberapa juga sukses memulangkan pemain unggulan. Namun, langkah mereka terhenti sebelum partai puncak sehingga Indonesia dipastikan pulang tanpa gelar juara dari turnamen BWF World Tour Super 300 ini. Berikut rekap performa pebulu tangkis Indonesia di German Open 2026.
1. Lanny Tria Mayasari/Apriyani Rahayu langsung angkat koper pada babak pertama
Lanny Tria Mayasari/Apriyani Rahayu menjadi pebulu tangkis Indonesia pertama yang angkat koper dari German Open 2026. Ganda putri yang belum lama dipasangkan itu tumbang pada babak kedua atau 16 besar. Mereka dibuat tak berdaya oleh unggulan kelima asal Jepang, Kaho Osawa/Mai Tanabe.
Lanny/Apri kalah 2 game langsung dalam waktu 52 menit. Pada game pertama, mereka sudah kalah start dari awal. Mereka selalu tertinggal sepanjang laga hingga akhirnya kalah dengan skor 13-21. Pada game kedua, mereka sempat memimpin perolehan skor hingga 15-10. Namun, mereka gagal menjaga konsistensinya yang membuat skor mereka akhirnya tersusul dan berbalik tertinggal. Mereka akhirnya menutup game kedua dengan kekalahan 17-21.
2. Gloria Emanuelle Widjaja tumbang pada semifinal
Indonesia hanya diwakili Gloria Emanuelle Widjaja di sektor ganda campuran German Open 2026. Pebulu tangkis nonpelatnas itu turun dengan menggandeng salah satu andalan Singapura, yakni Hee Yong Kai Terry. Duet Hee/Gloria sukses menembus semifinal meskipun tidak diunggulkan. Langkah mereka terhenti di tangan unggulan kedelapan asal Denmark, Mads Vestergaard/Christine Busch.
Hee/Gloria tumbang dalam pertarungan 2 game langsung yang berjalan selama 41 menit. Mereka kalah 19-21 pada game pembuka. Dalam laga itu, mereka nyaris tidak pernah unggul pada game pertama meskipun secara skor terbilang ketat. Hal yang sama juga terjadi pada game kedua. Namun, pada game kali ini mereka sempat memimpin perolehan skor pada awal laga meskipun pada akhirnya tetap kalah dengan skor 16-21.
3. Amalia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti juga kalah pada semifinal
Pebulu tangkis Indonesia terakhir yang tersingkir dari German Open 2026 adalah Amalia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti. Ganda putri nonunggulan itu juga tumbang pada semifinal. Mereka kalah dari sesama ganda putri nonunggulan asal China, Li Yi Jing/Wang Yi Duo.
Dalam duel alot yang berlangsung selama 86 menit, Tiwi/Fadia kalah 3 game. Laga sudah diwarnai dengan skor yang saling kejar mengejar pada game pertama. Tiwi/Fadia merasakan kekalahan terlebih dahulu pada game pertama dengan skor tipis 18-21. Pada game kedua, mereka mendominasi penuh pertandingan dan meraih kemenangan telak 21-8. Memasuki game ketiga, laga kembali berlangsung sengit seperti babak pertama. Hasilnya juga tidak jauh berbeda. Tiwi/Fadia kembali kalah dengan skor yang lebih ketat, yakni 19-21.
Dibandingkan dengan edisi sebelumnya, hasil Indonesia di German Open 2026 mengalami penurunan. Pada 2025 lalu, Indonesia masih menyisakan wakil hingga partai final meskipun gagal mengamankan gelar juara. Saat itu, duet Rehan Naufal Kusharjanto/Gloria Emanuelle Widjaja dari sektor ganda campuran melaju hingga final. Mereka harus puas menjadi runner-up setelah kalah 2 game langsung dari duet Belanda-Denmark, Robin Tabeling/Alexandra Boje, dengan skor 17-21 dan 12-21 dalam waktu 39 menit.


















