Pertamina MRS, Jalan Pembalap Indonesia Menuju Panggung Dunia

Pertamina MRS menjadi wadah pembalap Indonesia menambah jam terbang dan mengasah kemampuan di lintasan berstandar internasional.
Putaran keempat diikuti 80 pembalap pada empat kelas utama serta 28 pembalap di dua kelas pendukung.
Kelas junior dan senior diposisikan dalam pembinaan serta regenerasi talenta menuju jenjang kompetisi lebih tinggi.
Jakarta, IDN Times - Pertamina Mandalika Racing Series (MRS) masiih terus menjadi wadah bagi pembalap Indonesia untuk menambah jam terbang. Ini juga menjadi kesempatan pembalap Tanah Air untuk mengasah kemampuan di lintasan berstandar internasional.
Ajang yang digelar di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok, Nusa Tenggara Barat, ini menjadi bagian dari proses pembinaan talenta muda Indonesia. Kehadiran kelas junior hingga kelas senior membuat ajang ini menjadi bagian dari ekosistem motorsport nasional yang diarahkan untuk mempersiapkan pembalap menuju jenjang kompetisi yang lebih tinggi, termasuk panggung motorsport internasional.
1. Kasih kesempatan pembalap nasional menjajal lintasan internasional

Pertamina Mandalika Racing Series (MRS) 2026 (dok.Istimewa) Pertamina MRS putaran keempat digelar di Pertamina Mandalika International Circuit pada Sabtu (19/9/2026) lalu. Sebanyak 80 pembalap ambil bagian di kelas National Sport 150 (NS150), National Sport 250 (NS250), Super Sport 600 (SS600), dan Indonesia Junior Talent Cup U-15 (IJTC).
Selain itu, terdapat 28 pembalap yang tampil di kelas pendukung Underbone 150 dan Junior Sport U-18. Kompetisi ini memberikan kesempatan bagi para pembalap untuk merasakan atmosfer balapan di sirkuit yang juga menjadi arena Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026.
Pertamina MRS menjadi bagian dari ekosistem motorsport yang dikembangkan di Pertamina Mandalika International Circuit. Pembinaan talenta nasional tersebut berjalan beriringan dengan hadirnya ajang balap kelas dunia, termasuk Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 yang akan berlangsung pada 9–11 Oktober 2026.
2. Regenerasi jadi kunci

Digelar di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok, Nusa Tenggara Barat, Pertamina MRS memberikan kesempatan bagi para pembalap untuk berkompetisi di sirkuit berstandar internasional yang juga menjadi arena gelaran Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026. (Dok. Pertamina) Pembalap asal Semarang, Irfan Hadiansah, yang telah mengikuti Pertamina MRS sejak 2024, menilai keberadaan kelas junior menjadi bagian penting dalam jenjang pembinaan dan regenerasi.
“Karena Pertamina Mandalika Racing Series juga punya kelas junior U-15. Itu pasti penjenjangannya untuk step up level yang lebih tinggi. Jadi ya sudah sangat bagus, semoga mempertahankan eksistensinya untuk terus dilaksanakan setiap tahun,” kata Irfan mengutip keterangan tertulis.
Keberlanjutan kompetisi dinilai dapat memberikan ruang bagi talenta-talenta baru untuk mendapatkan pengalaman sebelum melangkah ke jenjang berikutnya.
Ini juga disampaikan pembalap asal Lumajang, Jawa Timur, Chandra Hermawan, yang telah tiga tahun mengikuti Pertamina MRS. Menurutnya, pembalap muda perlu mendapatkan kesempatan tampil secara rutin di lintasan berstandar internasional agar proses regenerasi dapat terus berjalan.
“Harusnya anak-anak kecil ini sering balapan di sini, karena harus ada bibit tiap tahunnya. Bibit unggulnya itu harus terus dikembangkan. Harapannya semoga makin maju dan semakin banyak rider-rider yang berkualitas. Semoga semakin jaya,” kata Chandra.
3. Pertamina bangun ekosistem menuju panggung dunia

Digelar di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok, Nusa Tenggara Barat, Pertamina MRS memberikan kesempatan bagi para pembalap untuk berkompetisi di sirkuit berstandar internasional yang juga menjadi arena gelaran Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026. (Dok. Pertamina) Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, mengatakan Pertamina MRS menjadi salah satu bagian dalam membangun jalur pengembangan talenta balap Indonesia. Para pembalap mendapatkan kesempatan untuk menambah pengalaman sekaligus mengembangkan kemampuan teknis dan mental bertanding.
“Melalui Pertamina Mandalika Racing Series, para pembalap mendapatkan ruang untuk menambah jam terbang, meningkatkan kemampuan teknis, membangun mental bertanding, sekaligus merasakan atmosfer kompetisi di lintasan berstandar internasional. Pengalaman ini penting sebagai bagian dari perjalanan mereka menuju jenjang yang lebih tinggi,” kata Baron.
Baron menegaskan, dukungan Pertamina terhadap motorsport tidak berhenti pada penyelenggaraan kompetisi. Ekosistem tersebut dibangun mulai dari pembinaan talenta dan kompetisi nasional hingga kesempatan menuju panggung motorsport internasional.
“Pertamina ingin ikut membangun ekosistem yang memberikan ruang bagi talenta Indonesia untuk terus berkembang. Dari kompetisi nasional, para pembalap memiliki kesempatan meningkatkan kemampuan dan pengalaman sebagai bekal untuk melangkah ke panggung motorsport dunia,” kata Baron.





















