Pro Kontra Soal Sprint Race MotoGP, Pembalap Terbelah

Jakarta, IDN Times - MotoGP akan menerapkan format balapan baru pada musim 2023 mendatang. Mereka akan menerapkan sprint race, yang dihelat sehari sebelum balapan utama. Kehadiran sprint race ini pun menimbulkan pro dan kontra.
Jack Miller dan Marc Marquez jadi dua pembalap yang setuju bahwa sprint race mesti diterapkan di MotoGP. Di sisi lain, Fabio Quartararo justru tidak sepakat jika sprint race diterapkan di MotoGP. Kenapa bisa terjadi perbedaan pendapat seperti ini?
1. Marquez dan Miller memiliki alasan yang sama

Marquez jadi pembalap yang setuju dengan adanya sprint race ini. Menurutnya, sprint race akan membuat balapan MotoGP lebih seru, laiknya Formula 1 dan World Superbike (WSBK). Apalagi, dia juga melihat bahwa MotoGP butuh penyegaran.
"Sekarang, semua orang telah menyadari, bahwa MotoGP perlu melakukan modifikasi terbaru. Harus ada pertunjukan-pertunjukan agar balapan jadi leboh menarik, terutama bagi para penggemar dari kalangan muda," ujar Marquez dilansir GPOne.
Miller juga rupanya memiliki alasan serupa. Dia berujar, sprint race akan membuat pembalap tampil lebih total di setiap serinya. Dia juga melihat, sprint race ini akan jadi tambahan tersendiri bagi para penggemar MotoGP.
"Saya pikir, mengapa kita tidak mencobanya dan memberikan evaluasi di akhir tahun nanti (soal sprint race)? Saya berpikir juga bahwa ini akan jadi sebuah tambahan yang fantastis dan akan jadi sesuatu yang digemari oleh para fans MotoGP," kata Miller.
2. Quartararo menyatakan ketidaksepakatannya
Di sisi lain, Quartararo justru menyatakan ketidaksepakatannya soal sprint race ini. Pembalap asal Prancis itu menganggap, terlalu cepat bagi MotoGP untuk menerapkan sprint race, apalagi sejatinya, MotoGP sudah punya nilai jual.
"Bagi saya, ini (sprint race) adalah keputusan yang bodoh dan terburu-buru, karena para pembalap tidak diajak berdiskusi dan dimintai pendapat. MotoGP sebenarnya produk bagus, tetapi belum diolah dengan baik," ujar Quartararo, dilansir Paddock GP.
3. Apa itu sprint race MotoGP?

Dilansir dari berbagai sumber, sprint race di MotoGP ini jadi ajang adu cepat para pembalap dengan total setengah jarak dari seri GP utama. Contoh, MotoGP Indonesia di Sirkuit Mandalika berlangsung 27 lap, maka sprint race berlangsung selama 13 lap.
Nantinya, para pembalap yang menghuni posisi sembilan besar di sprint race ini akan mendapatkan poin. Posisi pertama dapat 12 poin, kedua 9 poin, ketiga 7 poin, keempat 6 poin, kelima 5 poin, keenam 4 poin, ketujuh 3 poin, kedelapan 2 poin, dan kesembilan 1 poin.
Hadirnya sprint race juga akan mengubah rangkaian GP di MotoGP. Dua sesi latihan akan berlangsung pada Jumat, tetapi dengan waktu diperpanjang. Setelah itu, pada Sabtu pagi, rangkaian berlanjut ke latihan bebas ketiga dan kualifikasi.
Nah, hasil dari kualifikasi ini akan dipakai untuk grid di sprint race dan grid di balapan utama pada Minggu. Sprint race sendiri akan dihelat pada Sabtu sore. Cara ini dilakukan MotoGP untuk menarik minat fans, meniru cara dari Formula 1 dan WSBK.


















