Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Red Bull Harus Berhenti Buang-Buang Poin bila Ingin Raih Juara F1 2022
Max Verstappen pada GP Australia 2022 (twitter.com/redbullracing)

Red Bull pulang dari GP Australia dengan sejumlah poin. Itu didapat setelah Sergio Perez finis runner-up pada balapan yang berlangsung pada Minggu (10/4/2022). 

Meski begitu, Red Bull juga membuang peluang meraih poin dari Max Verstappen karena masalah pada mobilnya. Hal ini mendapat sorotan dari mantan pembalap mereka, yakni Mark Webber.

Ia menyerukan tim yang berbasis di Milton Keynes, Inggris, tersebut untuk tak banyak buang-buang poin. Ini demi menjaga asa untuk meraih gelar juara Formula 1 2022.

1. Red Bull dihantui masalah reliabilitas, Verstappen gagal finis pada dua seri balap

Max Verstappen keluar dari mobil saat balapan GP Australia 2022. (twitter.com/F1)

Red Bull mengawali musim dengan kurang mulus. Masalah reliabilitas mobil menjadi isu utama yang terjadi pada tim yang dikepalai Christian Horner tersebut.

Buktinya, Max Verstappen hanya bisa sekali menuntaskan balapan dari tiga seri balap. Juara dunia Formula 1 2021 itu gagal finis pada GP Bahrain dan Australia.

Sementara itu, Sergio Perez hanya sekali tak mampu menyelesaikan balapan. Itu terjadi pada GP Bahrain. Tentu hal ini menjadi sinyal bahaya bagi Red Bull yang ingin mengejar titel juara konstruktor dan mempertahankan gelar juara dunia pembalap.

2. Mark Webber wanti-wanti Red Bull untuk tak lagi buang-buang poin demi gelar juara

Sergio Perez pada GP Australia 2022 (twitter.com/redbullracing)

Kondisi tersebut rupanya mendapat perhatian Mark Webber. Mantan pembalap Red Bull itu mewanti-wanti agar tak lagi ada poin terbuang percuma jika ingin tetap menjaga peluang dalam perebutan gelar juara dunia.

"Tentu saja, kecepatan itu ada. Mereka kuat, tetapi tidak cukup kuat untuk menang di Australia. Akan tetapi, saat Anda kehilangan delapan belas poin dan mungkin poin fastest lap dan yang lainnya, itu adalah poin besar yang disia-siakan," ucap Webber dilansir PlanetF1.

3. Masalah reliabilitas juga menimpa AlphaTauri pada seri awal Formula 1 2022

Pierre Gasly pada GP Australia 2022 (twitter.com/AlphaTauriF1)

Lebih lanjut, Webber juga menggarisbawahi masalah reliabilitas yang menimpa sister team Red Bull, yaitu AlphaTauri. Menurutnya, AlphaTauri mengalami permulaan musim yang kurang baik karena mesin mobil yang belum bekerja optimal.

"Kami harus melihat AlphaTauri. Mereka mengalami permulaan berat dalam hal reabilitas, baik pada GP Bahrain dan Arab Saudi. Jadi, adab beberapa 'tikus' pada mesinnya. Red Bull harus bekerja keras tentunya. Mereka tak malu untuk melakukan perubahan," papar Webber.

4. Masalah sistem bahan bakar jadi penyebab Verstappen gagal finis pada GP Australia

Sementara itu, Helmut Marko mengonfirmasi perihal penyebab Max Verstappen gagal finis pada GP Australia akhir pekan lalu. Penasihat tim Red Bull itu menyebut bahwa sistem bahan bakar RB18 kembali menjadi biang keladi nasib sial Verstappen pada balapan yang berlangsung di Albert Park Circuit.

"Kami bisa melihat pada data bahwa ada sesuatu yang salah dan Verstappen dapat menciumnya juga. Tampaknya seperti masalah sistem bahan bakar, di luar tangki, jadi perlu untuk dikarantina.

Bagian tersebut akan dikembalikan ke Jepang (kantor pusat Honda). Kami tentunya akan mencoba memahami masalnya secepat mungkin," kata Horner dikutip F1i.

5. Masalah pada GP Australia jauh lebih kompleks ketimbang GP Bahrain

Max Verstappen saat gagal finis pada GP Australia 2022 (twitter.com/DeportesyApues1)

Marko menuturkan bahwa masalah yang dialami Verstappen pada GP Australia berbeda dengan GP Bahrain. Kali ini, masalah yang muncul jauh lebih kompleks dan tentunya butuh upaya dari Red Bull untuk segera membenahinya.

"Kami bisa mengklarifikasi penyebab bocornya bahan bakar pada mobil Verstappen. Masalahnya sangat rumit dan tentunya berbeda dari yang terjadi di Bahrain," pungkas Marko.

Formula 1 akan kembali menggelar balapan pada GP Emilia Romagna yang berlangsung di Imola, Italia, pada 22—24 April 2022 mendatang. Masih ada waktu bagi Red Bull untuk memperbaiki masalah sistem bahan bakar agar tak terjadi lagi pada seri-seri balap berikutnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article