Comscore Tracker

Kesaksian Jorge Martin Takut Mati saat Jatuh di Sirkuit Losail

Jorge Martin alami crash di Qatar

Jakarta, IDN Times - Pembalap Pramac Ducati, Jorge Martin, mengaku takut nyawanya melayang saat membalap di Sirkuit Losail, Qatar, dalam seri pembuka MotoGP kemarin (6/3/2022). Dia sempat merasa nyawanya terancam ketika jatuh usai bersinggungan dengan rekannya, Francesco Bagnaia.

Saat balapan memasuki putaran tujuh, keduanya sempat bersinggungan. Padahal, saat itu Martin berada di tiga besar dan memepet sang juara, Enea Bastianini.

Namun, saat itu Martin sudah merasa ada yang aneh. Dia akhirnya menurunkan kecepatan.

"Banyak pembalap saat itu menyalip saya dan dari situlah hal aneh terjadi," kata Martin dilansir Crash.

1. Mau salip pembalap lain, tapi tak bisa

Kesaksian Jorge Martin Takut Mati saat Jatuh di Sirkuit Losailmotogp.com

Menurut Martin, seharusnya dia bisa menyalip pembalap Aprilia, Aleix Espargaro, dan joki Suzuki, Alex Rins. Namun, hal tersebut tak terjadi.

Masalah menjadi makin rumit ketika hendak melewati tikungan pertama. Motor Desmosedici Martin tak bisa dikendalikan.

Pembalap asal Spanyol itu kehilangan kontrol atas roda depan Desmosedici saat kecepatannya mencapai 150 kilometer per jam. Parahnya lagi, motor Pecco juga jatuh dan seakan ingin menghantamnya.

"Itu pertama kalinya saya takut mati karena begitu cepat ketika jatuh ke gravel. Saya melihat dua motor juga ikut jatuh. Saya rasa sudah mendorong satu motor, milik Pecco dengan tangan ini," terang Martin.

Baca Juga: Pembalap Italia Sapu Bersih MotoGP Qatar, Menang di Semua Kelas!

2. Harus dorong motor Pecco demi selamatkan diri

Akibat aksinya mendorong motor Pecco yang berbobot lebih dari 100 kilogram, lengan Martin cedera. Dia berharap cederanya tak parah.

"Saya cuma ingin membalap dengan baik di Indonesia nanti," ujar Martin.

3. Martin tak marah ke Pecco

Kesaksian Jorge Martin Takut Mati saat Jatuh di Sirkuit LosailSelebrasi Jorge Martin usai menangi GP Styria (motogp.com)

Martin tak marah ketika motornya bersinggungan dengan Pecco dan jatuh. Justru, dia kesal ketika motornya tak mampu bersaing dengan pembalap lain.

"Kecelakaan bisa terjadi kapan saja. Saya cuma marah karena kami tak kompetitif. Saya berharap bisa naik podium, bahkan menang. Namun, kecepatannya tak mumpuni. Ada banyak isu yang harus saya pahami," kata Martin.

Baca Juga: Asal-usul Nomor Pembalap MotoGP 2022, Lengkap!

Topic:

  • Satria Permana

Berita Terkini Lainnya