Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Sempat Tercecer P19, Morbidelli Bangkit Finis P8 di Thailand

Sempat Tercecer P19, Morbidelli Bangkit Finis P8 di Thailand
Pembalap Pertamina Enduro VR46 Racing Team, Franco Morbidelli (Dok. Pertamina Enduro VR46 Racing Team)
Intinya Sih

  • Franco Morbidelli tampil impresif di MotoGP Thailand 2026, bangkit dari posisi ke-19 dan finis kedelapan setelah start buruk akibat kesulitan adaptasi dengan paket motor baru.

  • Ritme balapnya meningkat sejak lap keenam, berhasil menyalip banyak rival meski menghadapi masalah grip ban, bahkan mencatat waktu kompetitif di fase akhir lomba.

  • Tim VR46 Racing memuji comeback Morbidelli namun bertekad memperbaiki performa start sebelum seri berikutnya di Brasil sebagai modal positif untuk musim 2026.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Pembalap Pertamina Enduro VR46 Racing Team, Franco Morbidelli, menilai balapan seri pembuka MotoGP 2026 di Thailand terasa seperti “dua race” berbeda.

Start buruk membuat Morbidelli terlempar hingga posisi ke-19 pada lap pertama. Namun, ia mampu bangkit secara perlahan dan menutup balapan di posisi kedelapan.

Pembalap asal Italia itu bahkan menutup lomba dengan aksi salip atas juara dunia dua kali, Francesco Bagnaia, pada lap terakhir.

Morbidelli mengakui balapan berjalan sangat kontras antara fase awal dan paruh kedua lomba.

“Jelas terasa seperti dua balapan bagi kami. Saya kembali mengalami start yang sangat buruk, dan kami memang cukup kesulitan dengan paket baru untuk start,” ujar Franco Morbidelli kepada MotoGP.com

1. Start buruk jadi masalah Franco Morbidelli di MotoGP Thailand

Masalah start kembali menjadi kendala utama bagi Morbidelli sepanjang akhir pekan MotoGP Thailand.

Pada sesi sprint race, ia hanya mampu finis di posisi ke-14. Sementara, pada balapan utama, posisinya langsung merosot hingga ke urutan ke-19 di lap pembuka.

Kesulitan tersebut terjadi karena proses adaptasi dengan paket motor baru, terutama pada prosedur start. Kondisi itu membuat Morbidelli kehilangan banyak posisi di awal lomba.

Start yang tidak maksimal juga memaksanya bekerja keras untuk mengejar ketertinggalan sepanjang balapan.

“Saya berada di posisi ke-19 sampai lap kelima dan cukup kesulitan. Setelah itu saya mulai menemukan ritme balapan dan mulai mengejar posisi,” katanya.

2. Ritme balap Morbidelli meningkat di paruh kedua race

Memasuki lap keenam dari total 26 lap, Morbidelli mulai menemukan ritme balapnya.

Kecepatan motornya perlahan meningkat. Ia mulai menyalip satu per satu rivalnya meski sempat berada di posisi ke-15 pada pertengahan lomba.

“Saya merebut banyak posisi hingga mencapai P8. Jadi saya bisa katakan bagian pertama balapan tidak bagus, tetapi setelah itu menjadi sangat kuat dan solid," ujar Morbidelli.

Ia juga mengakui sempat menghadapi kendala grip ban sepanjang balapan.

“Saya sempat mengalami sedikit masalah grip. Dalam balapan ini, ban cepat terkikis dan feeling-nya tidak dalam kondisi terbaik, tetapi saya bisa mengelolanya dengan baik," bebernya.

Pada fase akhir lomba, catatan waktunya bahkan lebih kompetitif dibanding sebagian besar rider Ducati. Hanya Marc Marquez yang mampu mencatatkan ritme lebih cepat.

Momentum tersebut dimanfaatkan Morbidelli untuk terus memperbaiki posisi hingga finis di urutan kedelapan.

3. VR46 evaluasi start jelang MotoGP Brasil

Manajer tim Pertamina Enduro VR46 Racing Team, Pablo Nieto, memuji perjuangan Morbidelli yang mampu melakukan comeback dari posisi belakang.

Namun, ia menegaskan tim masih harus memperbaiki performa pada lap-lap awal balapan.

“Franco melakukan comeback yang luar biasa… Kami perlu meningkatkan performa di lap-lap awal. Sekarang kami kembali ke rumah untuk mengisi ulang energi dan bekerja menjelang balapan berikutnya di Brasil.” ujar Pablo.

Setelah seri Thailand, VR46 akan melakukan evaluasi menyeluruh sebelum menghadapi balapan berikutnya di Brasil.

Morbidelli menilai motornya memiliki potensi besar untuk bersaing di papan atas MotoGP 2026, asalkan masalah start dapat segera diperbaiki.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ilyas Listianto Mujib
EditorIlyas Listianto Mujib
Follow Us

Latest in Sport

See More