5 Starting Five Sepanjang Masa Anthony Edwards, Tidak Ada LeBron James

- Anthony Edwards mengungkapkan starting five terbaik versinya, menempatkan Stephen Curry, dirinya sendiri, Michael Jordan, Kevin Durant, dan Shaquille O’Neal sebagai pemain pilihan sepanjang masa.
- Edwards menaruh dirinya di posisi shooting guard dan memindahkan idolanya, Michael Jordan, ke posisi small forward, menunjukkan rasa percaya diri tinggi terhadap kemampuannya di NBA.
- Pemilihan ini mencerminkan kombinasi legenda dan pemain aktif yang dianggap Edwards paling berpengaruh dalam sejarah basket modern serta menjadi inspirasi bagi generasi muda penggemar NBA.
Anthony Edwards sempat disebut-sebut sebagai wajah masa depan NBA. Namanya naik daun setelah tampil mentereng di sepanjang kariernya di sana. Bahkan, Edwards kerap disandingkan dengan nama legendaris macam Michael Jordan.
Jordan sendiri termasuk pemain favoritnya. Pemain utama Minnesota Timberwolves itu memasukkannya ke jajaran starter terbaiknya sepanjang masa saat ditanya Ahmad Rashad dalam sebuah wawancara di NBA.com. Lantas, siapa empat pemain lainnya yang masuk daftar starting five versi Anthony Edwards tersebut? Berikut detail singkatnya:
1. Stephen Curry, penembak jitu terbaik sepanjang masa, mengisi posisi satu
Stephen Curry dikenal karena tripoinnya. Dia berperan merevolusi permainan bola basket. Curry dalang di balik melebarnya jarak tembak pada era modern. Anak-anak pun kerap ingin menjadi sepertinya, mencoba menembak tripoin untuk mendapatkan lebih banyak poin.
Anthony Edwards menempatkan Curry di posisi satu (point guard). Itu merupakan posisi naturalnya. Curry selalu bermain di sana sejak masuk ke NBA pada 2009.
Stephen Curry sendiri telah membela Golden State Warriors di sepanjang kariernya di liga bola basket tersohor sedunia. Selama itu, dia telah merengkuh banyak prestasi, termasuk juara NBA pada 2015, 2017, 2018, dan 2022. Gelar juara itu dihiasi sejumlah capaian, termasuk rekor tripoin masuk terbanyak sepanjang masa.
2. Anthony Edwards menempatkan dirinya sendiri di posisi dua
Anthony Edwards bermain di posisi dua (shooting guard) bersama Minnesota Timberwolves. Dia kerap mengisi posisi itu sejak debutnya pada 2020. Tidak heran Edwards menempatkan dirinya sendiri di posisi dua.
Edwards memandang dirinya tinggi-tinggi. Dia merasa layak berada di starting five favoritnya sepanjang masa. Bahkan, menggeser Michael Jordan yang biasanya berada di posisi dua.
Anthony Edwards sendiri satu-satunya yang belum pernah juara dalam daftar ini. Sebab, empat pemain lain setidaknya pernah mendapatkan cincin sekali. Namun, Edwards punya potensi untuk naik ke podium tertinggi pada masa depan, mengingat usianya yang relatif muda dibarengi dengan kemampuannya dalam bermain bola basket yang mumpuni.
3. Michael Jordan digeser ke posisi tiga meski terkenal kerap mengisi posisi dua
Michael Jordan kerap menjadi favorit orang. Anthony Edwards pun mengidolainya. Bagaimana tidak, Jordan merupakan sosok dominan, terutama pada 1990-an.
Pemain berjuluk Air Jordan itu berkali-kali juara bersama Chicago Bulls. Dia telah mendapatkan cincin sebanyak enam kali. Lawan takut sekaligus segan kepadanya.
Michael Jordan juga berperang penting dalam melambungkan nama NBA di kancah dunia. Dia yang membuat bola basket menjadi tontonan menarik, bahkan menjadi budaya pop bersama gayanya yang menembus batas lapangan. Sepatu-sepatu di bawah Jordan Brand merasuki banyak sendi kehidupan hingga dewasa ini, baik sebagai sepatu olahraga maupun kasual.
4. Kevin Durant, salah satu pemain favoritnya, bermain di posisi empat
Kevil Durant salah satu pemain aktif selain Stephen Curry dan Anthony Edwards. Dia tengah membela Houston Rockets di Wilayah Barat NBA 2025/2026. Durant sendiri dikenal sebagai pencetak poin yang tajam meski bertubuh kurus yang tampak ringkih. Visualnya menipu mereka yang tidak familier dengan permainannya.
Selama kariernya, Durant tidak jarang menyulitkan lawan. Sebab, dia bisa menembak dari mana pun. Bermain di posisi empat sesuai penempatan Edwards bukan masalah. Dia bisa bermain dengan baik di posisi itu dan di posisi tiga.
Kevin Durant sendiri merupakan dua kali juara NBA. Dia sempat bermain bersama Curry di Golden State Warriors. Durant alasan mereka bisa merengkuh cincin secara beruntun pada 2017 dan 2018. Saat itu, dia keluar sebagai Finals Most Valuable Player (MVP), yang berarti penampil terbaik selama final NBA sekaligus yang paling berpengaruh dalam upaya naik ke podium tertinggi.
5. Sempat menyebut Hakeem Olajuwon, nama Shaquille O'Neal akhirnya disimpan di posisi lima
Anthony Edwards sebenarnya sempat menyebut nama Hakeem Olajuwon saat ditanya tentang starting five sepanjang masa favoritnya oleh Ahmad Rashad. Namun, dia merevisinya dengan nama Shaquille O'Neal. Edwards yakin O'Neal pantas mengisi posisi lima (center).
O'Neal merupakan center paling dominan pada eranya. Hampir tidak ada lawan sepadan yang bisa menghentikannya. Empat gelar juara NBA menjadi buktinya.
Shaquille O'Neal juara tiga kali bersama Los Angeles Lakers. Kemitraannya dengan Kobe Bryant terbilang ikonis pada awal 2000-an. Namun, mereka pecah kongsi dan O'Neal pindah ke Miami Heat. Di Florida, Amerika Serikat, dia juara sekali lagi pada 2006.
Stephen Curry, Michael Jordan, Kevin Durant, dan Shaquille O'Neal bukan sembarang nama. Mereka nama-nama legendaris. Anthony Edwards menempatkan dirinya di antara para legenda, yang menegaskan kepercayaan dirinya dalam berkarier di NBA. Mungkinkah ini sinyal dominasinya pada masa mendatang? Dia akan mencoba membuktikannya dimulai dari NBA 2025/2026.


















