Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Swiss Open 2026: Ubed Cemas Konflik Timur Tengah
Tunggal putra muda Indonesia, M. Zaki Ubaidillah di Pelatnas PBSI Cipayung (IDN Times/Margith Damanik)

  • M. Zaki Ubaidillah mengaku sempat khawatir jelang tur Eropa 2026 karena eskalasi konflik Amerika Serikat–Iran yang berpotensi memengaruhi penerbangan transit tim Indonesia di kawasan Timur Tengah.
  • Meski situasi global menegangkan, persiapan Ubed menuju Swiss Open dan Orleans Masters 2026 berjalan lancar dengan fokus utama pada peningkatan daya tahan fisik melalui latihan intensif di Pelatnas Cipayung.
  • Konflik Timur Tengah juga berdampak pada atlet internasional seperti Pusarla V. Sindhu yang mengalami penundaan penerbangan, namun Ubed tetap menjaga fokus dan kesiapan mental menghadapi tur Eropa mendatang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Tunggal putra muda Indonesia, M. Zaki Ubaidillah, mengakui sempat diliputi kekhawatiran menjelang tur Eropa 2026. Selain mempersiapkan diri menghadapi turnamen BWF World Tour, Ubed juga mencermati situasi geopolitik di Timur Tengah yang tengah memanas.

Skuad Indonesia dijadwalkan transit di kawasan tersebut sebelum tiba di Eropa. Konflik antara Amerika Serikat dan Iran membuat Ubed tak menampik adanya rasa waswas. Meski demikian, fokusnya tetap pada persiapan menuju Swiss Open 2026 dan Orleans Masters 2026.

1. Khawatir jelang tur Eropa

Moh. Zaki Ubaidillah lolos ke final SEA Games 2025 Thailand (dok.PP PBSI)

Ubed akan tampil di Swiss Open 2026 dan Orleans Masters 2026 sebagai bagian dari rangkaian tur Eropa. Menjelang keberangkatan, ia mengaku mengikuti perkembangan situasi global, terutama konflik di Timur Tengah.

Tim Indonesia dijadwalkan bertolak ke Swiss pada Sabtu, 7 Maret 2026. Penerbangan akan transit di Istanbul, Turki, sebelum melanjutkan perjalanan ke Swiss.

“Ya kalau kekhawatiran ada sih. Tapi ya semoga bisa selamat lah,” kata Ubed ditemui di Pelatnas PBSI Cipayung, Rabu (4/3/2026).

Kekhawatiran tersebut muncul karena eskalasi konflik Amerika Serikat–Iran berdampak pada lalu lintas penerbangan di sejumlah wilayah.

2. Persiapan berjalan baik

Tunggal putra muda Indonesia, M. Zaki Ubaidillah di Pelatnas PBSI Cipayung (IDN Times/Margith Damanik)

Terlepas dari situasi global, persiapan Ubed menuju Swiss Open 2026 disebut berjalan baik. Selama tiga pekan terakhir, ia menjalani program latihan intensif di Pelatnas Cipayung.

Fokus utama pembenahan ada pada aspek daya tahan fisik. Evaluasi dilakukan setelah performanya menurun pada laga final sebelumnya.

“Mungkin yang lebih difokuskan dari daya tahannya sih. Kemarin sempat evaluasi juga, yang lawan Thailand pas final, fisiknya sempat drop juga itu. Ya mungkin evaluasinya di minggu-minggu ini sama minggu kemarin itu, lebih diperbanyak (latihan) daya tahannya lah di lapangan, maupun di luar lapangan,” kata Ubed.

Pembenahan fisik menjadi kunci agar mampu bersaing di turnamen level BWF World Tour yang menuntut intensitas tinggi.

3. Atlet luar negeri sempat terganggu

Tunggal putri India, Pusarla V. Sindhu memetik kemenangan di 32 besar Indonesia Masters 2026 (IDN Times/Margith Damanik)

Dampak konflik Timur Tengah tak hanya menjadi kekhawatiran Ubed. Sejumlah atlet bulu tangkis internasional juga mengalami gangguan perjalanan.

Salah satunya adalah tunggal putri India, Pusarla V. Sindhu. Ia sempat berada di Dubai ketika konflik terjadi. Penerbangannya dilaporkan tertunda akibat situasi keamanan yang belum kondusif.

Meski sempat cemas, Ubed memastikan tetap fokus menatap Swiss Open 2026. Baginya, kesiapan mental dan fisik tetap menjadi prioritas utama demi meraih hasil maksimal di tur Eropa.

Editorial Team