Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Banjir Cacian Publik
Mural yang menunjukkan hitung mundur 100 hari Piala Dunia 2026 (AFP / Ulises Ruiz)
  • Publik ramai mengkritik FIFA setelah merilis poster 100 hari jelang Piala Dunia 2026, menuding organisasi itu tidak tegas terhadap Amerika Serikat yang menyerang Iran bersama Israel.
  • Iran mempertimbangkan mundur dari turnamen karena serangan tersebut, sementara FIFA dan Federasi Sepak Bola AS berharap partisipasi Iran tetap berjalan demi keamanan dan kelancaran ajang global itu.
  • Presiden NFF Norwegia menilai FIFA kehilangan netralitas politik, sedangkan Gianni Infantino menegaskan FIFA tak bisa menyelesaikan konflik geopolitik dan hanya fokus mempromosikan nilai kemanusiaan lewat sepak bola.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - FIFA baru saja merilis poster 100 hari jelang Piala Dunia 2026. Namun, resepsi dari publik kurang positif dan banyak yang nyinyir di kolom komentar FIFA.

Banyak dari warganet yang mempertanyakan sikap FIFA terhadap Amerika Serikat, menyusul serangannya ke Iran bersama Israel.

Mereka bingung karena FIFA gak bersikap tegas kepada Amerika Serikat, seperti ketika Rusia menginvasi Ukraina. Bahkan, ada yang bersikap nyinyir kepada FIFA dengan memberikan plesetan "FIFA World War".

"Kenapa Amerika masih di Piala Dunia jika mengawali perang ketika orang-orang tak bersalah mati karena bomnya? Bukankah kalian menjatuhkan sanksi ke Rusia karena hal serupa?" tulis salah satu warganet.

"Kalian harus menghentikannya, tak bisa diterima," ujar warganet lainnya.

"FIFA harus mencoret Amerika Serikat, negara yang menghendaki kekacauan di dunia," kecam warganet lain.

1. Banyak masalah di luar lapangan

Kepulan asap membubung setelah serangan rudal di Teheran, Iran pada 1 Maret 2026. (ATTA KENARE/AFP)

Piala Dunia 2026 memang berjalan di tengah konflik global yang memanas. Iran, yang merupakan peserta Piala Dunia 2026, ironisnya diserang Amerika Serikat, tuan rumah turnamen kali ini.

Atas aksi Amerika Serikat bersama Israel, Iran berniat untuk mundur. FIFA mengaku masih berharap Iran berpartisipasi dan menjamin Piala Dunia 2026 yang aman buat semua pihak.

Hal serupa juga diutarakan Federasi Sepak Bola Amerika Serikat. Tapi, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, malah bersikap keras kepada Iran mengaku tak peduli tentang partisipasinya dan merasa sudah kalah lebih dulu sebelum bertanding.

2. Norwegia sudah sentil FIFA

FIFA juga sebelumnya sudah menerima kritik pedas dari Federasi Sepak Bola Norwegia (NFF). Presiden NFF, Lise Klaveness, merasa FIFA sudah gak netral dan bermain dalam politik jelang Piala Dunia 2026. Buktinya adalah pemberian Peace Prize kepada Trump oleh Presiden FIFA, Gianni Infantino.

"Baru-baru ini saya duduk di Washington, dalam ruangan yang penuh dengan presiden sepak bola, dan merasakan perasaan menyakitkan karena menjadi sandera sesuatu yang jelas-jelas salah. Perasaan kaisar tidak hanya berjalan tanpa pakaian, tetapi dia membawa kita ke arah yang berbahaya, dan pada saat yang sama saya tidak dapat menghentikannya. Setidaknya tidak saat itu juga," kata Klaveness dikutip dari Inside World Football.

3. FIFA cuci tangan

Di sisi lain, Infantino mengaku urusan keamanan dan politik global bukan ranah FIFA. Dia menyatakan tak mau terlibat banyak soal panasnya konflik di Timur Tengah saat ini. Malah, dia menegaskan pihaknya bukan pihak yang bisa menyelesaikan masalah geopolitik.

"FIFA tak bisa menyelesaikan masalah geopolitik. Tapi, kami bisa dan harus mempromosikan sepak bola sebagai olahraga pemersatu, mendidik, dan penuh nilai kemanusiaan," ujar Infantino, dilansir BBC.

Editorial Team