Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
3 Fakta Jelang Duel Panas Real Madrid vs Inter Milan di Liga Champions
Para pemain Real Madrid tampak terpukul usai diimbangi Getafe (AFP / Cristina Quicler)Para pemain Real Madrid tampak terpukul usai diimbangi Getafe (AFP / Cristina Quicler)
  • Real Madrid menjamu Inter Milan di Santiago Bernabeu pada matchday pertama Liga Champions 2026/27, Rabu dini hari WIB, dengan kedua tim memburu awal kampanye positif.
  • Madrid memenangkan 17 dari 19 laga pembuka Liga Champions terakhir dan selalu mencetak gol dalam 67 pertandingan fase awal sejak Oktober 2015.
  • Inter kalah lima kali dalam enam laga Liga Champions terakhir, tetapi memenangkan empat dari lima laga tandang fase liga dengan clean sheet serta produktif mencetak gol.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Laga sarat gengsi langsung tersaji pada matchday 1 Liga Champions musim 2026/27. Real Madrid dijadwalkan menjamu Inter Milan di Santiago Bernabeu, Rabu (9/9/2026) dini hari WIB.

Pertemuan dua raksasa Eropa ini diprediksi bakal berjalan panas, mengingat ambisi besar kedua klub yang tentunya ingin mengawali kampanye dengan hasil manis. Di sisi lain, duel ini rupanya menyimpan sejumlah catatan statistik yang sangat menarik untuk diulik.

1. Rekor gila Madrid di laga perdana, jaminan hujan gol?

Winger Real Madrid, Vinicius Junior, dalam duel melawan Getafe (AFP / Javier Sorriano)

Bermain di kandang pada laga pembuka Liga Champions seolah menjadi garansi kemenangan bagi skuad Los Blancos. Catatan UEFA, Real Madrid sukses menyapu bersih kemenangan 17 matchday pertamanya dari 19 kampanye terakhir mereka di kompetisi ini.

Tak hanya jago menang, laga kandang Madrid di fase awal juga nyaris tak pernah membosankan. Hebatnya, tidak ada satu pun dari 67 pertandingan terakhir Madrid di fase ini yang berakhir tanpa gol sejak Oktober 2015 silam.

2. Tren tandang Inter yang kontradiktif

Gelandang Inter Milan asal Polandia, Piotr Zielinski (#7), merayakan gol keduanya bersama rekan-rekan setimnya dalam pertandingan Liga Italia Serie A antara Inter Milan dan AC Monza di Stadion San Siro, Milan, Italia, Sabtu, 22 Agustus 2026. (Foto: Marco Bertorello/AFP)

Dari kubu seberang, Inter datang ke Spanyol dengan membawa rekor performa yang cukup kontradiktif di Liga Champions. Secara keseluruhan, Nerazzurri sebenarnya sedang diselimuti tren buruk karena menelan lima kekalahan dari enam laga terakhirnya di kompetisi ini.

Namun, anehnya jika dikerucutkan hanya pada laga tandang di fase liga, Inter justru tampil superior. Jawara 2010 itu sukses memenangi empat dari lima laga tandang terakhir mereka di fase ini, yang semuanya dengan catatan clean sheet.

3. Inter tajam dan solid, Madrid harus waspada

Penyerang Inter Milan asal Argentina bernomor punggung 10, Lautaro Martinez, menggendong putrinya di atas pundaknya saat merayakan gelar Scudetto ke-21 Inter Milan (juara Liga Italia) di Stadion San Siro. Perayaan tersebut berlangsung usai laga Serie A Italia antara Inter Milan melawan Hellas Verona di Milan, pada 17 Mei 2026. (FOTO: AFP/Marco Bertorello)

Meski memiliki rekor mentereng dan tampil di depan publik sendiri, Madrid tak boleh besar kepala. Inter memiliki statistik yang wajib diwaspadai, yakni menyoal ketajamannya di depan gawang lawan.

Lautaro Martinez dan kawan-kawan hanya dua kali gagal mencetak gol dalam 19 pertandingan terakhir mereka di Liga Champions. Pertahanan mereka juga solid, dengan mencatat 12 clean sheet dalam 17 laga fase awal terakhirnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article