Balogun Bikin Belgia Ogah Dukung Infantino dalam Kongres FIFA

- Federasi Sepak Bola Belgia menarik dukungan bagi Gianni Infantino untuk periode ketiga sebagai Presiden FIFA, dipicu kontroversi pencabutan kartu merah Folarin Balogun di Piala Dunia 2026.
- Belgia menilai FIFA tidak transparan setelah kartu merah Balogun dianulir, sehingga ia dapat bermain melawan Belgia pada babak 16 besar; keputusan itu juga memunculkan dugaan intervensi.
- RBFA/KBVB turut menyoroti rencana penjualan saham FIFA, saat Infantino menggalang dukungan dari 211 anggota menjelang pemilihan presiden FIFA tahun depan.
Jakarta, IDN Times - Federasi Sepak Bola Belgia (KBVB/RBFA) menarik dukungan untuk Gianni Infantino yang akan maju lagi sebagai Presiden FIFA. Semua gara-gara kasus Folarin Balogun yang sempat jadi kontroversi sepanjang Piala Dunia 2026.
Belgia menjadi salah satu anggota FIFA yang secara terbuka menyatakan tak akan mendukung Infantino dalam kongres tahun depan. Mereka turut muak dengan sikap Infantino, terutama ketika kartu merah Balogun ditangguhkan.
1. Kartu merah Balogun jadi sorotan
Pada Piala Dunia 2026 lalu, FIFA menangguhkan hukuman kartu merah Folarin Balogun seperti yang dilakukan kepada Cristiano Ronaldo. Keputusan itu membuat Balogun tetap bisa tampil saat Amerika Serikat (AS) menghadapi Belgia pada babak 16 besar.
Balogun sebelumnya mendapat kartu merah setelah melakukan pelanggaran keras ketika AS menghadapi Bosnia-Herzegovina pada babak 32 besar. Namun, kartu merah tersebut kemudian ditangguhkan dan Balogun bisa main.
Keputusan itu memicu kontroversi, terlebih setelah muncul dugaan adanya intervensi Presiden AS, Donald Trump. Belgia menilai FIFA tidak transparan dalam menangani kasus tersebut.
2. Belgia tegas tak akan dukung Infantino
Belgia melalui RBFA/KBVB secara tegas menyatakan tidak akan memberikan dukungan kepada Infantino dalam pencalonannya untuk periode ketiga sebagai Presiden FIFA.
"Kami tidak akan mendukung pencalonan Infantino sebagai presiden FIFA untuk ketiga kalinya. Ini terkait rencana penjualan saham FIFA dan penangguhan hukuman kartu merah striker Timnas AS Folarin Balogun di Piala Dunia 2026," demikian pernyataan RBFA/KBVB.
3. Infantino masih mau maju jadi Presiden FIFA
Infantino tengah menggalang dukungan dari 211 anggota FIFA untuk menghadapi pemilihan presiden FIFA yang akan digelar tahun depan. Namun, situasi sekarang membuat semuanya tak mudah baginya.
Infantino menyadari adanya ketidakpuasan dari sejumlah anggota FIFA terhadap kepemimpinannya. Salah satu persoalan yang menjadi sorotan adalah rencana penjualan saham Piala Dunia kepada pihak swasta.




















