5 Klub Besar Eropa yang Sering Puasa Gelar dalam Sedekade Terakhir

Setiap klub sepak bola pasti ingin meraih gelar juara. Apalagi bagi klub besar, memenangkan trofi adalah tujuan utama. Setidaknya, satu trofi harus bisa diraih setiap musimnya. Sebab, puasa meraih gelar dalam semusim adalah kegagalan memalukan bagi sebuah klub besar.
Namun ada beberapa klub besar Eropa yang kerap puasa gelar dalam sedekade terakhir. Meski banyak dibela pemain top, nyatanya mereka tetap bisa mengalami nihil trofi. Inilah lima klub besar Eropa yang paling sering puasa gelar dalam sedekade terakhir alias dari musim 2011/12 hingga musim lalu.
1. Inter Milan (9 kali)

Klub besar yang paling sering puasa gelar dalam sedekade terakhir adalah Inter Milan. Dari 10 musim, 9 musim diantaranya dilalui Nerazzurri tanpa meraih trofi. Inter akhirnya berhasil memutus puasa gelar mereka musim lalu dengan memenangi Scudetto.
Antonio Conte bisa dibilang adalah sosok yang paling berjasa membuat Inter kembali ke persaingan juara. Bergabung pada 2019, Conte langsung membawa Inter jadi runner-up Serie A dan Europa League 2019/20 dan meraih trofi di musim selanjutnya. Bisakah Inter melanjutkan kesuksesan musim ini setelah ditinggal Conte ke Premier League?
2. AC Milan (8 kali)

Berikutnya ada tetangga Inter sendiri yaitu AC Milan. Dalam sedekade terakhir, Milan 8 kali mengakhiri musim tanpa gelar. Mereka hanya meraih trofi di musim 2011/12 dan 2016/17. Itu pun hanya berupa trofi Piala Super Italia, yang kerap dianggap sebagai trofi minor semata.
Dalam 10 musim ke belakang, Milan sebenarnya beberapa kali hampir meraih trofi mayor. Rossoneri dua kali menjadi runner-up Serie A dan dua kali pula mencapai final Coppa Italia. Musim ini jadi kesempatan besar bagi Milan untuk menjuarai Serie A, karena mereka masih berada di peringkat kedua hingga paruh musim. Mampukah?
3. Liverpool (7 kali)

Liverpool juga sempat mengalami periode buruk hingga sulit meraih gelar dalam sedekade terakhir. The Reds nihil trofi dari musim 2012/13 hingga 2017/18, alias 6 musim beruntun. Untungnya, mereka sukses bangkit dan memenangi total 4 trofi pada musim 2018/19 dan 2019/20.
Musim lalu, Liverpool menurun lagi dan kembali gagal meraih trofi. Badai cedera serta performa buruk di kandang sendiri membuat Liverpool tak mampu bersaing. Namun musim ini The Reds tampil gacor dan berpeluang meraih trofi di empat kompetisi yang masih mereka ikuti.
4. Manchester United (5 kali)

Berkebalikan dengan Liverpool, prestasi Manchester United justru sedang menurun drastis. Setan Merah sudah absen meraih trofi dalam 4 musim terakhir. Ditambah musim 2014/15, MU sudah 5 kali mengakhiri musim tanpa satu gelar pun dalam sedekade terakhir.
Meski begitu, Setan Merah ternyata berhasil meraih trofi dalam 5 musim lainnya. Mereka merebut total 7 trofi, termasuk 5 trofi yang diraih sepeninggal Sir Alex Ferguson. Namun tentu fans berharap puasa gelar dalam 4 musim terakhir tak akan terus berlanjut. Sanggupkah MU meraih trofi bersama Ralf Rangnick musim ini?
5. Borussia Dortmund (4 kali)

Terakhir, ada Borussia Dortmund yang 4 kali mengalami puasa gelar dalam sedekade ke belakang. Dortmund gagal meraih trofi pada musim 2012/13, 2015/16, 2017/18, dan 2018/19. Sementara di enam musim lainnya, mereka selalu berhasil meraih minimal 1 trofi.
Performa Dortmund saat gagal meraih trofi pun sebenarnya sama sekali tak buruk. Mereka sering finis sebagai runner-up Bundesliga, bahkan sempat jadi finalis Liga Champions di musim 2012/13. Bisa dibilang, Dortmund kerap gagal juara karena performa Bayern Munchen yang terlalu dahsyat sehingga sulit disaingi.
Konsisten meraih trofi setiap musim memang sulit dilakukan, sehingga bahkan lima klub besar di atas beberapa kali harus puasa gelar dalam sedekade terakhir. Adakah dari antara mereka yang merupakan klub favoritmu?


















