5 Pemain Jepang yang Wajib Diwaspadai Brasil di Piala Dunia 2026

- Brasil akan menghadapi Jepang di babak 32 besar Piala Dunia 2026, mempertemukan dua tim yang sama-sama belum terkalahkan dan memiliki gaya permainan berbeda.
- Lima pemain Jepang jadi sorotan utama: Daichi Kamada, Ayase Ueda, Daizen Maeda, Keito Nakamura, dan Junya Ito berperan penting dalam performa impresif Samurai Biru di fase grup.
- Kekuatan Jepang terletak pada kedalaman skuad, disiplin kolektif, serta kemampuan menyerang cepat yang bisa mengancam pertahanan Brasil meski Selecao unggul secara historis.
Jakarta, IDN Times - Brasil akan menghadapi Jepang pada babak 32 besar Piala Dunia 2026. Duel panas ini dijadwalkan berlangsung di Houston Stadium, Selasa (30/6/2026) pukul 00.00 WIB.
Pertandingan ini diprediksi berjalan sengit karena kedua tim sama-sama belum terkalahkan sepanjang fase grup. Brasil datang dengan status salah satu favorit juara, sedangkan Jepang tampil sebagai salah satu kuda hitam paling berbahaya.
Secara sejarah, Selecao jelas lebih unggul. Brasil merupakan pemilik lima gelar Piala Dunia. Namun, performa Jepang di fase grup menunjukkan mereka bukan lawan yang bisa diremehkan.
Samurai Biru berhasil finis sebagai runner-up grup neraka yang dihuni Belanda, Swedia, dan Tunisia. Kekuatan utama Jepang terletak pada kedalaman skuad serta permainan kolektif yang disiplin di setiap lini.
Berdasarkan statistik pertandingan fase grup FIFA, terdapat lima pemain Jepang yang wajib mendapat perhatian khusus dari pasukan Carlo Ancelotti.
1. Daichi Kamada, otak serangan Jepang yang mematikan
Jika ada satu pemain yang menjadi pusat kreativitas Jepang di fase grup, nama Daichi Kamada layak berada di posisi teratas.
Gelandang serang Crystal Palace itu tampil sebagai pengatur tempo permainan sekaligus penghubung utama antara lini tengah dan depan. Kamada juga membuktikan kontribusinya dengan mencetak gol saat Jepang menghadapi Belanda dan Tunisia.
Peran penting Kamada terlihat dari kemampuannya mengontrol aliran bola. Saat melawan Belanda, ia menjadi pemain Jepang yang paling sering meminta bola dengan catatan 65 kali. Sementara ketika menghadapi Swedia, Kamada kembali dominan dengan 77 umpan.
Kreativitasnya akan menjadi ancaman besar bagi lini pertahanan Brasil yang dipimpin Alisson Becker.
2. Ayase Ueda, mesin gol dan pressing tanpa henti
Di lini depan, Jepang memiliki Ayase Ueda sebagai ujung tombak yang agresif dan haus gol.
Ketajaman penyerang Feyenoord tersebut sudah terlihat ketika mencetak dua gol ke gawang Tunisia. Ueda mampu memanfaatkan peluang dengan sangat efektif melalui lima percobaan tembakan.
Namun, kemampuan Ueda tidak hanya dinilai dari jumlah gol. Ia juga menjadi pemain pertama yang memberikan tekanan kepada pertahanan lawan.
Saat menghadapi Belanda, Ueda mencatat 59 kali tekanan. Pergerakannya yang aktif membuat bek lawan kesulitan membangun serangan dari belakang.
3. Daizen Maeda, winger eksplosif dengan daya jelajah gila
Jepang memiliki senjata berbahaya di sisi sayap melalui Daizen Maeda.
Pemain Celtic tersebut menjadi salah satu kunci keberhasilan Samurai Biru saat menahan Swedia 1-1. Hasil itu memastikan Jepang melangkah sebagai runner-up grup.
Maeda dikenal memiliki kecepatan, stamina, dan kemampuan melakukan transisi cepat. Statistiknya saat melawan Swedia menunjukkan kerja keras luar biasa.
Ia menjadi pemain dengan jarak tempuh terjauh, yakni 12,03 kilometer. Maeda juga mencatat 95 kali sprint sepanjang pertandingan.
Kemampuan tersebut bisa menjadi ancaman serius bagi Brasil yang sering bermain dengan garis pertahanan tinggi.
4. Keito Nakamura, pemecah kebuntuan jarak jauh
Selain Maeda, Jepang juga memiliki ancaman besar dari sektor sayap kiri melalui Keito Nakamura.
Pemain muda tersebut mencuri perhatian setelah mencetak gol indah yang membantu Jepang meraih hasil imbang melawan Belanda pada laga pembuka fase grup.
Nakamura bukan hanya memiliki kemampuan individu, tetapi juga kerja keras tinggi dalam membantu tim. Ia mencatat jarak tempuh 11,31 kilometer dalam pertandingan tersebut.
Kemampuannya melepaskan tembakan jarak jauh bisa menjadi senjata kejutan untuk menguji ketangguhan Alisson Becker di bawah mistar Brasil.
5. Junya Ito, pengirim umpan berbahaya untuk penyerang jepang
Melengkapi kekuatan lini serang Jepang, ada Junya Ito yang berperan sebagai penyedia peluang.
Pemain yang beroperasi di sisi kanan tersebut memiliki kemampuan membaca ruang dan mengirimkan umpan silang akurat ke kotak penalti lawan.
Perannya terlihat jelas saat menghadapi Belanda dan Tunisia. Ito mencatat tujuh umpan silang ketika melawan Belanda, serta enam umpan silang saat menghadapi Tunisia.
Kualitas servisnya membuat para penyerang Jepang selalu mendapatkan peluang mencetak gol.
Menghadapi Brasil di babak 32 besar Piala Dunia 2026, kelima pemain tersebut menjadi kunci harapan Samurai Biru menciptakan kejutan. Selecao memang memiliki sejarah besar, tetapi Jepang sudah membuktikan bahwa mereka mampu bersaing dengan negara-negara elite dunia.


















