Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Aksi Pemain Iran Bawa Tas Kecil, Protes Trump Atas Pengeboman Sekolah

Aksi Pemain Iran Bawa Tas Kecil, Protes Trump Atas Pengeboman Sekolah
Aksi para pemain Iran membawa tas anak kecil demi protes terhadap Donald Trump (IRIB TV via AFP
Intinya Sih
  • Pemain timnas Iran membawa tas kecil ungu saat laga uji coba melawan Nigeria sebagai aksi simbolik mengenang korban pengeboman sekolah di Iran.
  • Serangan terhadap sekolah Shajarah Tayyebeh menewaskan 180 orang, mayoritas anak-anak, dan terbukti dilakukan dengan rudal Tomahawk milik Amerika Serikat.
  • Laporan menyebut pengeboman terjadi akibat kesalahan data intelijen Amerika Serikat yang menggunakan informasi lama hingga salah sasaran ke sekolah dasar.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Skuad Iran melakukan aksi teatrikal jelang laga uji coba melawan Nigeria di Antalya dalam Four Nations, Sabtu dini hari WIB (28/3/2026). Masing-masing dari pemain Iran, membawa tas kecil berwarna ungu ke lapangan.

Para pemain Iran mengangkat tas-tas tersebut saat menyanyikan lagu kebangsaan. Kemudian, mereka menaruh tas-tas tersebut di depannya saat sedang berfoto tim.

1. Mengenang para korban, sekaligus protes ke Trump

potret Presiden Amerika Serikat Donald Trump
potret Presiden Amerika Serikat Donald Trump (whitehouse.gov)

Dilansir Daily Mirror, tindakan ini dilakukan demi mengenang 180 korban pengeboman Amerika Serikat yang terjadi pada akhir Februari 2026. Mayoritas korban merupakan siswa-siswa sekolah dasar Shajarah Tayyebeh yang berusia antara tujuh hingga 12 tahun.

Sekolah tersebut dijadikan target oleh militer Amerika Serikat karena terlihat seperti pangkalan militer Iran. Tragedi ini menjadi salah satu yang paling memilukan dalam serangan Amerika Serikat-Israel terhadap Iran.

2. Terbukti serangan diinisiasi Amerika Serikat

Insiden itu diinisiasi oleh Amerika Serikat. Sebab, dari temuan-temuan yang ada, rudal yang digunakan saat mengebom sekolah berjenis Tomahawk.

Namun, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, malah beralasan tak tahu dan menuding Iran yang meledakkan sekolah tersebut.

3. Akibat kesalahan data intelijen

The New York Times melansir, serangan tersebut terbukti dilakukan oleh Amerika Serikat. Pengeboman di sekolah Shajarah Tayyebeh terjadi karena kesalahan dari intelijen Amerika Serikat.

Intelijen Amerika Serikat ternyata menggunakan data lama demi melakukan pengeboman. Bukannya pangkalan militer, malah sekolah yang disasar.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Satria Permana
EditorSatria Permana
Follow Us

Latest in Sport

See More