Apakah Benjamin Sesko Mulai Layak Menjadi Starter MU di Bawah Carrick?

- Benjamin Sesko kembali jadi penentu kemenangan Manchester United lewat gol kontra Everton, melanjutkan tren kontribusi krusialnya di bawah Michael Carrick yang membuat posisinya sebagai starter mulai diperhitungkan.
- Dengan kombinasi tinggi badan, teknik, dan efisiensi penyelesaian, Sesko tampil efektif di kotak penalti meski masih perlu meningkatkan konsistensi serta insting predator dalam situasi tekanan tinggi.
- Michael Carrick menilai Sesko memiliki kemiripan dengan Dimitar Berbatov dan menjadikannya bagian penting dari visi jangka panjang untuk membangun lini serang MU yang lebih produktif dan terstruktur.
Benjamin Sesko lagi-lagi menjadi pemain penentu bagi Manchester United. Terbaru, pemain asal Slovenia ini mencetak gol kemenangan MU atas Everton dengan skor 1-0 pada pekan ke-27 English Premier League (EPL) 2025/2026. Ini menjadi kali ketiga dirinya muncul sebagai supersub saat menghadapi Fulham dan West Ham United pada era kepelatihan Michael Carrick.
Dengan performa impresifnya saat ini, Sesko tak bisa lagi diabaikan begitu saja oleh Carrick. Ia secara konsisten menunjukkan kemampuan untuk mengubah jalannya laga, terutama ketika MU mengalami kebuntuan dalam membongkar pertahanan lawan. Kehadirannya memberikan dimensi vertikal yang lebih jelas di lini depan, baik melalui pergerakan tanpa bola maupun kemampuannya menyelesaikan peluang dengan efisien.
1. Performa gemilang Benjamin Sesko membuatnya patut dipertimbangan sebagai starter MU
Benjamin Sesko telah mencetak gol penentu dalam tiga pertandingan penting Manchester United di bawah Michael Carrick. Ia mencetak gol kemenangan melawan Fulham pada menit ke-94 waktu tambahan. Selanjutnya, dirinya mencetak gol penyeimbang dramatis pada menit ke-96 melawan West Ham United dan menjaga timnya terhindar dari kekalahan. Dalam laga melawan Everton, ia lagi-lagi muncul sebagai penentu jalannya laga dengan gol yang diselesaikan secara klinis melalui skema counter attack.
Kontribusi tersebut tidak hanya bernilai secara statistik, tetapi juga secara kontekstual. Gol-gol Sesko datang dalam situasi tekanan tinggi ketika MU kesulitan membongkar pertahanan lawan. Ia menunjukkan kemampuan untuk tetap tenang, menemukan ruang, dan menyelesaikan peluang dengan efisiensi tinggi ketika tim membutuhkan solusi instan.
Peran Sesko dalam situasi taktis juga menunjukkan fungsi yang spesifik dan krusial. Carrick sering memasukkannya sebagai target man ketika Setan Merah membutuhkan referensi vertikal di lini depan. Dengan tinggi badan 196 sentimeter dan kemampuan membaca pergerakan, ia mampu menjadi titik fokus serangan, baik melalui duel udara maupun pergerakan di belakang garis pertahanan.
Kehadirannya mengubah dinamika serangan tim secara langsung. Ia mampu memulai serangan balik, menyediakan outlet untuk bola panjang, dan memberikan opsi penyelesaian cepat di dalam kotak penalti. Golnya melawan Everton, misalnya, datang dari penyelesaian satu sentuhan setelah ia memanfaatkan ruang kosong dalam transisi cepat.
Implikasi strategis dari kontribusi ini sangat jelas. Pemain yang secara konsisten menentukan hasil pertandingan memiliki kans kuat untuk menjadi starter. Carrick kini menghadapi dilema antara mempertahankan Sesko sebagai supersub efektif atau memaksimalkan dampaknya sejak awal pertandingan. Namun, frekuensi kontribusi penentu tersebut menunjukkan bahwa Sesko mulai melampaui peran tradisional pemain rotasi.
2. Benjamin Sesko sangat efektif di kotak penalti, tetapi masih kurang konsisten
Benjamin Sesko memiliki profil fisik dan teknis yang ideal untuk menjadi striker modern. Meskipun memiliki postur tubuh yang tinggi, ia tidak hanya mengandalkan keunggulan fisiknya saja. Ia mampu berfungsi sebagai target man klasik sekaligus striker yang menyerang ruang di belakang pertahanan melalui pergerakan vertikal yang cerdas.
Sesko secara konsisten menunjukkan kemampuan untuk melakukan berbagai jenis pergerakan. Ia mampu menerima bola panjang, melakukan flick-on untuk rekan setim, dan berlari ke ruang kosong untuk menerima umpan terobosan. Pergerakannya di dalam kotak penalti menunjukkan pemahaman spasial yang matang, termasuk kemampuannya menemukan titik buta bek lawan sebelum melakukan penyelesaian.
Performa Sesko menunjukkan kecenderungan untuk mengambil tembakan dari area dengan peluang keberhasilan yang lebih besar. Ia lebih sering melepaskan tembakan dari dalam kotak penalti dibandingkan dari jarak jauh. Pendekatan ini menunjukkan profil striker yang efisien dan berorientasi pada kualitas peluang, bukan sekadar volume tembakan.
Kemampuan finishing satu sentuhan menjadi salah satu atribut utamanya. Gol-golnya sering datang dari penyelesaian cepat yang memanfaatkan momentum umpan dan posisi tubuhnya. Ia mampu mencetak gol melalui berbagai cara, termasuk penyelesaian kaki pertama, sundulan, dan penyelesaian dalam situasi transisi cepat.
Namun, bukan berarti Sesko tak memiliki kekurangan. Ia terkadang kurang agresif dalam penyelesaian akhir dan cenderung memilih penyelesaian yang lebih aman daripada penyelesaian dengan kekuatan maksimal. Selain itu, ia masih perlu mengembangkan insting predator yang lebih konsisten dalam situasi dengan tekanan tinggi.
Meski demikian, fondasi permainannya menunjukkan potensi striker utama. Ia memiliki kombinasi ukuran tubuh, mobilitas, teknik, dan kecerdasan pergerakan yang jarang dimiliki striker muda. Secara profil, ia memiliki semua elemen yang dibutuhkan untuk menjadi striker utama Manchester United dalam jangka panjang.
3. Michael Carrick memahami kemiripan profil antara Benjamin Sesko dan Dimitar Berbatov
Michael Carrick melihat Benjamin Sesko sebagai bagian penting dari struktur taktis yang ia bangun. Ia menginginkan striker yang mampu menjadi poros serangan dalam progresi vertikal tim. Sesko memenuhi kriteria tersebut melalui kemampuannya menahan bola, menghubungkan permainan, dan menyerang ruang di belakang pertahanan.
Carrick memiliki rekam jejak dalam mengembangkan striker dengan profil serupa. Saat melatih Middlesbrough, ia berhasil memaksimalkan potensi Chuba Akpom yang mencetak 28 gol dalam semusim di bawah arahannya. Keberhasilan tersebut menunjukkan kemampuan Carrick dalam membentuk striker menjadi pusat produktivitas tim.
Carrick juga mengambil langkah spesifik untuk mengembangkan Sesko secara individual. Dilansir Sports Mole, ia meminta Dimitar Berbatov untuk berbicara langsung dengan Sesko dan memberikan panduan mengenai pengambilan keputusan serta aspek teknis permainan. Diskusi tersebut mencerminkan visi Carrick dalam membentuk Sesko menjadi striker dengan kecerdasan teknis tinggi, bukan sekadar striker fisik.
Sebagai mantan gelandang sekaligus mantan rekan satu tim, Carrick memahami kemiripan gaya bermain antara Berbatov dan Sesko. Keduanya memadukan keunggulan fisik dengan teknik yang lembut dan terkontrol. Mereka juga mampu mencetak gol melalui finishing satu sentuhan serta pergerakan cerdas di dalam kotak penalti, bukan semata-mata mengandalkan kekuatan tubuh.
Peran Sesko dalam sistem Carrick juga menunjukkan kesesuaian struktural. Ia mampu berfungsi sebagai titik referensi dalam serangan balik dan sebagai target dalam serangan terorganisir. Ia juga membantu menciptakan ruang bagi pemain lain melalui pergerakan tanpa bola dan duel fisik dengan bek lawan.
Menempatkan Sesko sebagai starter tidak hanya menjadi langkah taktis jangka pendek, tetapi juga bagian dari visi jangka panjang Carrick untuk membangun lini serang yang konsisten dan produktif, dengan Sesko sebagai fondasi utamanya. Berdasarkan dampak nyata dalam pertandingan, karakteristik permainan, dan kesesuaian dengan sistem yang diterapkan, Sesko kini telah melampaui status pemain rotasi dan mulai menunjukkan kelayakan sebagai starter Manchester United.

















