Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Australia vs Amerika Serikat: Socceroos Buktikan Bukan Lawan Mudah
Connor Metcalfe dari Australia merayakan gol kedua timnya selama pertandingan Grup D Piala Dunia 2026 antara Australia dan Turki di BC Place Vancouver pada 14 Juni 2026 di Vancouver, British Columbia. (Getty Images via AFP/Richard Heathcote)
  • Australia datang ke laga kontra Amerika Serikat dengan motivasi tinggi untuk membuktikan diri setelah disebut sebagai 'layup', terutama usai kemenangan mengejutkan atas Turki di laga pembuka Grup D.
  • Amerika Serikat tampil percaya diri dengan dukungan publik dan kehadiran Christian Pulisic, sementara Australia mengandalkan disiplin tim serta kecepatan pemain muda Nestory Irankunda untuk menyaingi kekuatan individu lawan.
  • Pelatih Amerika Serikat Mauricio Pochettino menegaskan Australia bukan lawan mudah, memuji organisasi permainan dan mentalitas Socceroos yang menjadikan duel ini lebih dari sekadar perebutan tiga poin.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Duel Australia vs Amerika Serikat pada matchday kedua Grup D Piala Dunia 2026 menjadi panggung pembuktian bagi Socceroos. Setelah sempat disebut sebagai "layup" atau lawan mudah oleh sejumlah pengamat sepak bola Amerika, Timnas Australia datang dengan satu misi: meraih kemenangan dan mendapatkan respek di panggung dunia.

Label tersebut muncul setelah undian Piala Dunia 2026 pada Desember lalu menempatkan Australia satu grup dengan tuan rumah Amerika Serikat. Saat itu, komentar analis CBS Sports Mike Grella yang menyebut Socceroos sebagai "layup" memicu perdebatan panjang dan menjadi bahan bakar motivasi bagi kubu Australia.

Dalam istilah bola basket, "layup" menggambarkan peluang yang sangat mudah untuk mencetak angka. Namun bagi Australia, istilah tersebut berubah menjadi simbol penghinaan yang ingin mereka jawab melalui performa di lapangan.

1. Disebut "layup", Australia Ingin membuktikan diri di Piala Dunia 2026

Pelatih Timnas Australia Tony Popovic menegaskan, satu-satunya cara mengubah pandangan dunia terhadap sepak bola Australia adalah melalui hasil pertandingan.

"Kami tahu bahwa kami ingin mendapatkan rasa hormat," ujar Popovic dalam konferensi pers di Seattle.

"Kami tahu, melalui penampilan kami, kami bisa menempatkan sepak bola Australia di peta dunia. Itulah yang ingin kami lakukan," lanjutnya.

Australia memiliki modal kuat sebelum menghadapi Amerika Serikat. Socceroos mengejutkan banyak pihak setelah mengalahkan Turki 2-0 pada laga pertama Grup D Piala Dunia 2026.

Kemenangan tersebut bukan hanya memberi tiga poin, tetapi juga menjadi pesan Australia bukan sekadar peserta pelengkap. Tim asuhan Popovic menunjukkan mereka mampu bersaing dengan tim-tim yang sebelumnya lebih diunggulkan.

Kini, kemenangan atas Amerika Serikat akan membawa Australia semakin dekat dengan fase gugur. Tambahan tiga poin juga akan memperkuat posisi Socceroos sekaligus menjadi jawaban langsung atas anggapan bahwa mereka adalah lawan termudah di Grup D.

"Kami memulai turnamen dengan baik melawan Turki. Sekarang kami ingin membuktikan diri lagi. Kami akan terus berusaha meningkatkan sepak bola kami dan memperbaiki cara orang melihat sepak bola Australia," kata Popovic.

2. Amerika Serikat datang dengan Pulisic, Australia punya senjata Irankunda

Namun, misi Australia untuk membungkam kritik tidak akan berjalan mudah. Amerika Serikat datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah menghancurkan Paraguay 4-1 pada pertandingan pembuka Grup D Piala Dunia 2026.

Dukungan publik tuan rumah semakin besar karena berharap Timnas Amerika Serikat mampu membuat perjalanan panjang di turnamen kali ini.

Tim asuhan Mauricio Pochettino memiliki sejumlah pemain berbahaya, termasuk Christian Pulisic yang menjadi wajah utama sepak bola Amerika. Meski kondisi sang kapten masih dipantau setelah mengalami masalah kebugaran, kehadirannya tetap menjadi ancaman besar bagi pertahanan Australia.

Di sisi lain, Socceroos memiliki senjata sendiri melalui organisasi permainan yang disiplin dan serangan balik cepat. Pemain muda seperti Nestory Irankunda menjadi salah satu pemain yang bisa memberikan ancaman lewat kecepatan dan kemampuan menciptakan peluang.

Pertarungan Australia vs Amerika Serikat bukan hanya soal strategi, tetapi juga duel antara kekuatan kolektif Socceroos dan kualitas individu para pemain Amerika.

3. Pochettino tak anggap Australia lawan mudah di Grup D

Menariknya, Mauricio Pochettino justru tidak melihat Australia sebagai lawan mudah. Pelatih asal Argentina itu memberikan penghargaan tinggi kepada tim besutan Tony Popovic dan mengingatkan pengalaman Australia saat menghadapi Argentina pada Piala Dunia 2022.

"Australia akan menjadi lawan yang sangat berat," kata Pochettino.

"Mereka memiliki pemain-pemain bagus, organisasi permainan yang baik, dan pelatih yang hebat," sambungnya.

Sikap Pochettino berbeda dengan sejumlah pengamat Amerika yang sebelumnya meremehkan Australia. Bagi pelatih Timnas Amerika Serikat itu, kekuatan terbesar Socceroos bukan hanya berada pada sistem permainan, tetapi juga mentalitas dan keyakinan para pemain.

Pertandingan Australia vs Amerika Serikat akhirnya menjadi lebih dari sekadar perebutan tiga poin Grup D Piala Dunia 2026.

Bagi Socceroos, laga ini merupakan kesempatan menghapus label "layup" dan membuktikan sepak bola Australia layak mendapatkan tempat di antara kekuatan besar dunia.

Editorial Team

Related Article