Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Ayah Lionel Messi Meninggal Dunia, Wafat di Usia 68 Tahun

Ayah Lionel Messi Meninggal Dunia, Wafat di Usia 68 Tahun
Kapten Argentina, Lionel Messi, meratapi kekalahan dari Spanyol di final Piala Dunia 2026 (AFP / Patricia de Melo Moreira)
Intinya Sih
Timeline
5W1H
Gini Kak
Sisi Positif
  • Jorge Messi meninggal dunia pada Sabtu (8/8/2026) waktu setempat di Argentina dalam usia 68 tahun.
  • Barcelona, Inter Miami, PSG, dan Federasi Sepak Bola Argentina menyampaikan belasungkawa serta penghormatan.
  • Jorge Messi mendampingi perjalanan Lionel Messi sejak trial Barcelona hingga menangani urusan profesionalnya selama bertahun-tahun.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Sudah tahu peran Jorge Messi dalam karier Lionel Messi?
Share Article

Jakarta, IDN Times - Kabar duka datang dari legenda hidup sepak bola Argentina, Lionel Messi. Ayahnya, Jorge Messi, yang berperan besar dalam perjalanan kariernya, meninggal dunia pada Sabtu (8/8/2026) waktu setempat di Argentina.

Jorge Messi tutup usia pada usia 68 tahun. Jorge Messi dikabarkan sebelumnya menjalani perawatan akibat penyakit yang tidak diungkapkan kepada publik.

1. Ucapan bela sungkawa dari berbagai pihak

Barcelona menjadi salah satu klub pertama yang menyampaikan belasungkawa kepada keluarga Messi. Klub asal Catalan itu berterima kasih atas kepercayaan Jorge Messi yang telah mengantarkan Lionel Messi mengawali hingga menikmati masa-masa paling gemilang bersama Blaugrana.

“FC Barcelona berterima kasih kepada Jorge Messi atas dedikasinya kepada klub kami. Atas kepercayaannya kepada kami untuk menjadi bagian dari awal mula dan tahun-tahun paling gemilang dalam karier sepak bola putranya, Leo. Semoga beliau beristirahat dalam damai,” tulis Barcelona dalam unggahan mereka di X (@FCBarcelona).

Selain itu, ucapan juga datang dari klub Messi saat ini, Inter Miami, dan mantan klubnya, Paris Saint-Germain (PSG).

2. Sepak bola Argentina berduka

ilustrasi Argentina jadi dapur kedelai dan gandum dunia (unsplash.com/Gustavo Sánchez)
ilustrasi Argentina jadi dapur kedelai dan gandum dunia (unsplash.com/Gustavo Sánchez)

Ucapan bela sungkawa juga datang dari Federasi Sepak Bola Argentina yang turut menginstruksikan seluruh pertandingan di berbagai kategori diawali dengan mengheningkan cipta. Para pemain, wasit, dan staf pelatih diwajibkan mengenakan ban lengan hitam sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada Jorge Messi.

Presiden Federasi Sepak Bola Argentina, Claudio Tapia, juga melontarkan kalimat penghormatan dan memuji Jorge Messi.

“Karena telah membesarkan seseorang yang menjunjung tinggi nilai-nilai: rendah hati, penuh rasa hormat, dan sangat peduli terhadap sesama,” ujar Tapia dikutip ESPN.

Tak hanya itu, di Rosario, Argentina, sebuah tandi di restoran VIP Rosario yang merupakan usaha kuliner keluarga Messi, juga ditutup sebagai bentuk duka

3. Sosok penting dibalik kesuksesan Messi

Penyerang Argentina bernomor punggung 10, Lionel Messi, merayakan kemenangannya setelah memenangkan pertandingan semifinal Piala Dunia 2026.
Penyerang Argentina bernomor punggung 10, Lionel Messi, merayakan kemenangannya setelah memenangkan pertandingan semifinal Piala Dunia 2026 antara Inggris dan Argentina di Stadion Atlanta, Atlanta, pada 16 Juli 2026. (AFP/Odd Andersen)

Jorge Messi dikenal sebagai sosok yang memiliki peran fundamental dalam perjalanan karier Messi. Jorge menjadi orang yang mendampingi Lionel Messi saat menjalani trial di Barcelona pada awal 2000-an, sebuah langkah yang kemudian membuka jalan menuju akademi La Masia.

Tak hanya itu, Jorge juga menangani berbagai urusan profesional Lionel Messi selama bertahun-tahun. Ia mengurus negosiasi kontrak dengan Barcelona, proses kepindahan ke Paris Saint-Germain dan Inter Miami, hingga mengelola hak citra serta berbagai investasi bisnis sang megabintang.

Hubungan Lionel Messi dengan sang ayah pun dikenal sangat dekat. Dalam sebuah wawancara pada 2007, Messi mengenang masa-masa sulit saat pertama kali pindah ke Barcelona ketika masih berusia muda.

“Ayah saya selalu berada di sisi saya. Kadang saya mengunci diri di kamar untuk menangis saat kami tiba di Barcelona, atau ayah saya melakukan hal yang sama tanpa saya melihatnya, atau mengira saya tidak melihatnya. Kami sama-sama berpura-pura baik-baik saja, padahal sebenarnya tidak. Ayah saya bahkan bertanya apakah saya ingin tetap tinggal atau kembali pulang, dan saya memilih bertahan, maka dia pun tetap tinggal bersama saya,” kata Messi mengutip ESPN.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More