Infantino Ngotot Maju dalam Pemilihan Presiden FIFA 2027

- Gianni Infantino memastikan tetap maju dalam pemilihan Presiden FIFA 2027 setelah masa depannya dipertanyakan.
- FIFA menyebut rencana pencalonan kembali tidak berubah, dengan pemilihan dijadwalkan pada Kongres FIFA Maret 2027.
- Infantino membutuhkan mayoritas sederhana dari 211 asosiasi anggota FIFA, sementara Victor Montagliani dilaporkan berpotensi menjadi penantang.
Jakarta, IDN Times - Gianni Infantino memastikan diri kembali maju dalam pemilihan presiden FIFA 2027. Kepastian ini muncul setelah masa depannya sempat dipertanyakan.
Infantino berulang kali mendapatkan desakan untuk mundur dari jabatan yang diembannya saat ini. Posisi Infantino sempat tak menentu, menyusul gagalnya rencana kontroversial FIFA menghimpun dana hingga 20 miliar dolar Amerika Serikat melalui penjualan saham terkait Piala Dunia lewat pendirian FIFA Forward Enterprise.
1. Rencana tetap, tak ada perubahan

Presiden Argentina, Javier Milei, memperhatikan Presiden FIFA, Gianni Infantino, berbicara dalam pertemuan perdana "Board of Peace" yang digelar oleh Presiden AS Donald Trump di US Institute of Peace, Washington DC, Kamis (19/2/2026). (Foto: AFP/Saul Loeb). FIFA menegaskan, tidak ada perubahan dalam rencana Infantino untuk kembali mencalonkan diri sebagai presiden. Pria berusia 56 tahun tersebut tetap pada sikapnya yang diambil sejak April 2026 lalu, maju dalam pemilihan yang dijadwalkan berlangsung pada Kongres FIFA Maret 2027.
"Presiden FIFA mengumumkan pada April, dia akan mencalonkan diri kembali pada 2027. Tentu saja, tidak ada yang berubah. Tuan Infantino akan mencalonkan diri kembali," kata juru bicara FIFA, mengutip ESPN.
Infantino membutuhkan dukungan mayoritas sederhana dari 211 asosiasi anggota FIFA untuk mempertahankan posisinya. FIFA juga memastikan Infantino akan tetap mencalonkan diri terlepas dari apakah nantinya muncul kandidat yang menantangnya secara langsung.
2. Sempat picu perpecahan

Presiden Indonesia, Prabowo Subianto bertemu dengan Presiden FIFA, Gianni Infantino di sela-sela rangkaian Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Amerika Serikat (dok.Istimewa) Kebijakan Infantino sebagai presiden FIFA sempat menimbulkan perpecahan. Rencana pendirian FFE oleh perusahaan investasi Amerika Serikat, Thrive Eternal, memicu polemik dan membuat dukungan sejumlah konfederasi terhadapnya mulai terbelah.
UEFA, CONCACAF, dan AFC telah menarik dukungan terhadap Infantino setelah muncul kontroversi mengenai rencana tersebut, disusul inisiatif sejumlah negara anggota lain. Meski demikian, sejumlah negara secara individual kembali menegaskan dukungan mereka kepada Infantino dalam beberapa pekan terakhir.
3. Ada kandidat penantang

Logo FIFA (doc. FIFA) Infantino diklaim memiliki lawan pada momen ini. Presiden CONCACAF, Victor Montagliani, dilaporkan akan menjadi salah satu kandidat potensial untuk menantang Infantino.
Meski sebelumnya diperkirakan bakal menjalani pemilihan tanpa lawan untuk masa jabatan keempat dan terakhir, perkembangan terbaru menunjukkan situasinya bisa berbeda. Dukungan sejumlah konfederasi terhadap kontestasi dapat membuka jalan bagi munculnya kandidat lain. ESPN melaporkan, batas akhir pengajuan nominasi kandidat presiden FIFA ditetapkan pada 18 November 2026 mendatang.














.jpg)






