Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Bezzecchi Ogah Besar Kepala soal Peluang Juara MotoGP 2026

Bezzecchi Ogah Besar Kepala soal Peluang Juara MotoGP 2026
Pembalap Aprilia Racing, Marco Bezzecchi, merayakan kemenangannya memastikan diri jadi juara MotoGP Thailand di Sirkuit Internasional Buriram, Buriram, MInggu (1/3/2026). (FOTO: Lillian SUWANRUMPHA/AFP)
Intinya Sih
  • Marco Bezzecchi tetap rendah hati meski memimpin klasemen MotoGP 2026 dengan dua kemenangan awal, menilai prediksi juara masih terlalu dini.
  • Bezzecchi fokus menjaga performa dan merasa nyaman berkat kekompakan tim Aprilia yang selalu terbuka terhadap masukan dan solusi bersama.
  • Circuit of the Americas menjadi tantangan berikutnya bagi Bezzecchi, trek yang selama ini belum memberinya hasil maksimal di kelas MotoGP.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Pembalap Aprilia Racing, Marco Bezzecchi, memilih merendah dalam menanggapi ekspektasi tinggi publik atas performanya di MotoGP 2026. Bezzecchi merasa prediksi yang menjadikannya favorit juara dunia 2026, masih terlalu dini.

Start Bezzecchi dalam dua seri pembuka MotoGP 2026 di Thailand dan Brasil memang begitu impresif. Menggunakan RS-GP Aprilia yang memakai teknologi F-Duct, Bezzecchi berhasil menjadi juara di balapan utama dua seri tersebut.

Alhasil, dia nyaman di posisi puncak klasemen sementara dengan koleksi 56 poin, mengungguli para pesaing beratnya, termasuk Marc Marquez. Atas fakta inilah, Bezzecchi dianggap sebagai salah satu calon kuat juara.

"Kami masih ada 40 balapan, antara sprint dengan utama. Jadi, saya rasa masih terlalu dini," kata Bezzecchi, dilansir Crash.

1. Mau fokus ke performa sendiri

Bagi Bezzecchi, penting untuk menjaga fokus di tengah gempuran prediksi yang mengangkatnya menjadi juara. Saat ini, menurut anak didik Valentino Rossi itu, paling penting adalah menyelesaikan balapan dengan sebaik mungkin dengan meraup poin maksimal.

"Saat ini, saya gak mau meracuni pikiran dengan prediksi-prediksi tersebut. Saya juga mengendarai Aprilia, gak bisa membandingkannya dengan Ducati," kata Bezzecchi.

2. Makin nyaman di pit

Salah satu faktor pendukung yang membuat Bezzecchi bisa mengangkat performanya adalah suasana di pit. Setiap harinya, Bezzecchi merasa seluruh mekanik dan anggota tim Aprilia bekerja sama dengan begitu kompak. Saran, opini, hingga masukan, selalu didengar dan tak ada penolakan. Jika nantinya ada yang kurang pas, maka solusi terbaik dicari sebagai jalan keluarnya.

"Tim bekerja dengan baik bersama saya. Makanya, saya merasa sangat nyaman, dicintai di dalam pit. Itu yang paling penting buat saya," kata pembalap Italia tersebut.

3. COTA sudah menanti

Ujian berat Bezzecchi sebenarnya sudah menunggu. Circuit of the Americas (COTA), Austin, Texas, menjadi yang harus ditaklukkan Bezzecchi. Secara rekor, COTA selalu menghadirkan mimpi buruk buat Bezzecchi.

Ketika naik ke kelas MotoGP, Bezzecchi gak pernah finis di atas posisi enam. Performa terbaiknya adalah ketika mengaspal saat masih berada di Moto2 dan Moto3 dengan pernah meraih podium.

"Setiap tahun pasti ada kejadian unik di olahraga ini. Maverick Vinales tampil luar biasa dua tahun lalu, tapi sekarang motornya berbeda. Jadi, saya gak tahu apa yang akan terjadi. Lalu, Marc Marquez selalu kuat di trek ini. Saya rasa, dia lebih sering menang ketimbang saya dalam kariernya di MotoGP! Jadi, ini akhir pekan yang berat," kata Bezzecchi.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Satria Permana
EditorSatria Permana
Follow Us

Latest in Sport

See More