Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Buka-bukaan Winger Portugal: Gak Ada Kewajiban Oper ke Ronaldo
Bintang Portugal, Cristiano Ronaldo (kanan) saat pertandingan Grup K Piala Dunia antara Portugal lawan Kongo di Stadion Houston, Kamis (18/6/2026). (Photo by RONALDO SCHEMIDT / AFP)
  • Francisco Conceicao menegaskan tidak ada kewajiban bagi pemain Portugal untuk selalu mengoper bola kepada Cristiano Ronaldo, keputusan di lapangan murni berdasarkan situasi permainan.
  • Conceicao menyebut Ronaldo sebagai panutan dan mesin gol tak tergantikan, memuji etos kerja serta semangat juangnya yang tetap tinggi di usia 41 tahun.
  • Menanggapi kritik usai ditahan imbang Kongo, Conceicao mengatakan Portugal sudah terbiasa hidup dalam tekanan dan kini fokus menaklukkan Uzbekistan demi peluang lolos ke fase gugur.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Portugal masih diselimuti awan kelabu usai tampil mengecewakan pada laga pembuka Grup K Piala Dunia 2026. Portugal, yang ditahan imbang 1-1 Republik Demokratik Kongo, menjadi sasaran empuk publik untuk melayangkan kritik tajamnya.

Sorotan utama tentu saja tertuju pada sang kapten, Cristiano Ronaldo. Ada rumor yang menyebutkan, para pemain Selecao das Quinas terpaksa untuk selalu mengoper kepada megabintang. Francisco Conceicao ikut angkat suara untuk menepis anggapan tersebut.

1. Bantah ada kewajiban oper bola ke Ronaldo

Conceicao dengan tegas membantah adanya paksaan untuk selalu mencari CR7 saat membangun serangan. Menurutnya, keputusan di atas lapangan berjalan murni berdasarkan insting sepersekian detik, bukan melihat siapa wajah pemain yang sedang meminta bola.

"Kami tidak punya kewajiban atau kebutuhan untuk mengoper bola kepadanya. Secara pribadi, saya mengoper bola kepada siapa pun yang posisinya lebih baik dan tidak terkawal saat itu," kata winger Juventus tersebut, dikutip dari ESPN.

2. CR7 adalah panutan dan mesin gol tak tergantikan

Conceicao menaruh rasa hormat tinggi kepada peraih lima Ballon d'Or tersebut. Soal urusan mencetak gol, menurut Conceicao, tidak ada yang bisa menandingi Ronaldo.

Etos kerja Ronaldo yang sudah menginjak usia 41 tahun, bahkan menjadi cambuk motivasi terbesar bagi generasi muda Portugal saat ini. Dia tetap lapar untuk menjadi yang terbaik di atas lapangan hijau.

"Cristiano adalah contoh. Rasa lapar yang dia tunjukkan setiap hari untuk menang, sangat termotivasi untuk berlatih seolah-olah itu adalah sesi terakhirnya," ujar Conceicao.

3. Biasa hidup dalam tekanan, siap libas Uzbekistan

Merespons derasnya kritik usai ditahan Kongo, Conceicao mengaku skuad asuhan Roberto Martinez enggan ambil pusing. Portugal, menurut Conceicao, terbiasa menerima tekanan dan hujatan, yang seolah sudah menjadi makanan sehari-hari.

Kini, mereka fokus untuk menjawab kritik tersebut pada laga kedua Grup K melawan Uzbekistan, Rabu dini hari WIB (24/6/2026). Kemenangan menjadi harga mati bagi Selecao das Quinas untuk modal lolos ke fase gugur.

"Kami sudah terbiasa dengan tekanan. Kami tahu, ketika segala sesuatunya tidak berjalan baik, akan selalu ada lebih banyak tekanan dan kritik," kata Conceicao.

Editorial Team

Related Article