Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Catatan Penting Ruben Amorim di Balik Debut Manis Era Baru AC Milan

Catatan Penting Ruben Amorim di Balik Debut Manis Era Baru AC Milan
Ruben Amorim Pelatih AC Milan. (IDN Times/Fauzan)
  • AC Milan membuka Serie A 2026/27 era Ruben Amorim dengan kemenangan 2-1 atas Torino, setelah kebuntuan lebih dari satu jam pertandingan.
  • Masuk menit ke-55, Adrien Rabiot mengubah ritme permainan: memberi assist untuk Alphadjo Cisse pada menit ke-64 lalu mencetak gol tiga menit kemudian.
  • Amorim menilai Milan terlalu berhati-hati pada babak pertama; setelah evaluasi ruang ganti, tim meningkatkan tempo dan agresivitas meski kebobolan pada menit 90+3.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - AC Milan memulai era barunya bersama Ruben Amorim dengan manis di Serie A musim 2026/27. Mereka sukses membungkam Torino FC dengan skor 2-1, Senin (24/8/2026) dini hari WIB.

Skuad berjuluk Rossoneri itu sejatinya sempat mengalami kebuntuan satu jam lebih. Permainan mereka baru lebih cair setelah adanya rotasi di awal paruh kedua, khususnya ketika Adrien Rabiot diturunkan menit 55.

  1. 1. Rabiot sumbang satu gol dan assist

    Rabiot tampil ciamik dalam mengatur mengatur tempo permainan Milan bersama Luka Modric. Baru 12 menit di lapangan, eks gelandang Juventus itu sukses membantu Rossoneri mencetak dua gol.

    Pada menit 64, Rabiot memberikan assist kepada Alphadjo Cisse yang membuat permainan Milan kian cair. Tiga menit berselang, giliran Rabiot yang mencatatkan namanya di papan skor.

  2. 2. Amorim sentil Milan di ruang ganti

    Amorim merasa anak-anaknya tampil lebih baik sejak awal laga. Namun, ada cara berpikir dan mentalitas yang kurang baik sepanjang babak pertama. Mereka justru bermain hati-hati agar tidak kalah dan melakukan kesalahan.

    Amorim lantas melakukan terapi di ruang ganti untuk menyentil kesalahan yang membuat permainan anak-anak asuhnya mentok. Upaya tersebut pun membuahkan hasil, meski Rossoneri juga kecolongan pada menit 90+3 usai dibobol Che Adams.

    "Pada babak pertama, kekhawatiran para pemain saya adalah mengontrol pertandingan, jangan sampai kalah, jangan sampai kehilangan bola saat transisi. Namun, kami kurang agresif di sepertiga akhir lapangan. Kami membicarakan hal itu di ruang ganti dan mereka memahami bahwa bukan seperti itu cara memenangkan pertandingan," kata Amorim selepas laga dikutip dari Football Italia.

  3. 3. Pantang main aman

    Bagi Amorim, bermain aman bukanlah cara yang tepat bagi Milan untuk meraih kemenangan. Ia ingin anak asuhnya memiliki keberanian untuk meningkatkan tempo permainan dan lebih agresif dalam memburu gol.

    "Bukan hanya soal bermain imbang atau menunggu pertandingan berjalan. Kami perlu melakukan itu untuk memenangkan pertandingan. Kami meningkatkan tempo secara signifikan dalam 20 menit pertama babak kedua karena, sekali lagi, saya pikir saat ini kami masih kekurangan kondisi fisik," ucap Amorim.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More