Amorim merasa anak-anaknya tampil lebih baik sejak awal laga. Namun, ada cara berpikir dan mentalitas yang kurang baik sepanjang babak pertama. Mereka justru bermain hati-hati agar tidak kalah dan melakukan kesalahan.
Amorim lantas melakukan terapi di ruang ganti untuk menyentil kesalahan yang membuat permainan anak-anak asuhnya mentok. Upaya tersebut pun membuahkan hasil, meski Rossoneri juga kecolongan pada menit 90+3 usai dibobol Che Adams.
"Pada babak pertama, kekhawatiran para pemain saya adalah mengontrol pertandingan, jangan sampai kalah, jangan sampai kehilangan bola saat transisi. Namun, kami kurang agresif di sepertiga akhir lapangan. Kami membicarakan hal itu di ruang ganti dan mereka memahami bahwa bukan seperti itu cara memenangkan pertandingan," kata Amorim selepas laga dikutip dari Football Italia.