Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Deretan Pelatih yang Jadi Juara saat Debut di Piala Dunia

Deretan Pelatih yang Jadi Juara saat Debut di Piala Dunia
ilustrasi trofi Piala Dunia (unsplash.com/fznsr_)
Intinya Sih
  • Lionel Scaloni sukses membawa Argentina juara Piala Dunia 2022 pada debutnya, menjadi pelatih ke-14 yang meraih gelar dunia di penampilan perdana.
  • Sejak 1930, sejumlah pelatih legendaris seperti Alberto Suppici, Vittorio Pozzo, dan Vicente Feola juga menorehkan prestasi serupa saat pertama kali tampil di Piala Dunia.
  • Artikel menyoroti deretan pelatih debutan yang berpotensi mengulang sejarah di Piala Dunia 2026, termasuk Luis de la Fuente, Thomas Tuchel, Carlo Ancelotti, Julian Nagelsmann, dan Rudi Garcia.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Lionel Scaloni membuat kejutan di Piala Dunia 2022. Ia berhasil membawa Argentina menjadi juara meski ini merupakan debutnya melatih di ajang terbesar tersebut. Namun, pencapaian semacam itu sebetulnya adalah hal yang lumrah. Scaloni merupakan 1 dari 14 orang yang melakukannya.

1. Alberto Suppici membawa Uruguay menjuarai Piala Dunia edisi perdana

Piala Dunia mulai bergulir pada 1930. Uruguay yang dilatih Albert Suppici keluar sebagai pemenang di antara semua debutan. Namun, Suppici sebetulnya bukan sosok baru. Ia juga memimpin tim ketika menjuarai Olimpiade 1928. Setelah 1930, Suppici tidak pernah lagi melatih di Piala Dunia.

2. Vittorio Pozzo membawa Italia menjuarai Piala Dunia dalam dua edisi beruntun

Vittorio Pozzo masih tercatat sebagai pelatih satu-satunya yang mampu menjuarai Piala Dunia dua kali. Ia membawa Italia menjadi kampiun pada 1934 dan 1938. Pozzo kemudian tidak pernah lagi melatih di Piala Dunia usai kesuksesan beruntun tersebut.

3. Uruguay meraih trofi Piala Dunia keduanya bersama Juan Lopez Fontana

Setelah 1930, Uruguay kembali menjuarai Piala Dunia pada 1950. Kali ini, mereka dilatih Juan Lopez Fontana. Sosok lokal tersebut tetap memimpin tim pada edisi berikutnya. Namun, mereka kalah 2-4 dari Hungaria lewat babak tambahan pada semifinal.

4. Vicente Feola mempersembahkan trofi Piala Dunia pertama untuk Brasil

Brasil menjuarai Piala Dunia untuk pertama kali pada 1958. Vicente Feola merupakan pelatih yang membawa mereka meraih kesuksesan tersebut. Empat tahun sebelumnya, Feola sebetulnya sudah mencicipi Piala Dunia. Namun, ia cuma berstatus sebagai asisten. Feola kembali melatih Brasil di Piala Dunia 1966. Namun, mereka gagal lolos dari fase grup.

5. Brasil mempertahankan trofi Piala Dunia pada 1962 bersama Aymore Moreira

Brasil berhasil mempertahankan trofi Piala Dunia pada 1962. Namun, mereka dilatih sosok berbeda, yaitu Aymore Moreira. Bagi Moreira, Ini sekaligus menjadi Piala Dunia satu-satunya.

6. Inggris menjuarai Piala Dunia 1966 bersama Alf Ramsey

Inggris meraih trofi Piala Dunia satu-satunya sejauh ini bersama Alf Ramsey ketika menjadi tuan rumah pada 1966. Ramsey kemudian tetap berkuasa pada 1970. Namun, langkah mereka dihentikan Jerman Barat pada perempat final.

7. Brasil meraih trofi Piala Dunia ketiga bersama Mario Zagallo pada 1970

Brasil menjadi juara Piala Dunia untuk ketiga kalinya bersama Mario Zagallo pada 1970. Setelah edisi ini, Zagallo melatih Brasil di Piala Dunia dalam dua kesempatan lain. Mereka kalah dari Polandia dalam laga perebutan tempat ketiga pada 1974. Zagallo kemudian mampu membawa negaranya kembali ke final pada 1998, tapi dibantai 0-3 oleh tuan rumah, Prancis.

8. Cesar Luis Menotti membawa Argentina berjaya di Piala Dunia 1978

Argentina berhasil mengangkat trofi Piala Dunia untuk pertama kalinya ketika menjadi tuan rumah pada 1978. Sosok yang bertindak sebagai pelatih mereka adalah Cesar Luis Menotti. Menotti tetap menukangi Argentina pada 1982, tetapi gagal membawa mereka lolos dari fase grup kedua.

9. Argentina menjuarai Piala Dunia untuk kedua kalinya bersama Carlos Bilardo pada 1986

Setelah gagal pada 1982, Argentina kembali berhasil menjuarai Piala Dunia pada 1986. Mereka dilatih Carlos Bilardo dalam edisi yang berlangsung di Meksiko ini. Bilardo tetap menjadi pelatih Argentina pada 1990. Ia hampir saja membuat mereka mempertahankan trofi. Sayangnya, Diego Armando Maradona dan kolega kalah 0-1 dari Jerman Barat pada final.

10. Aime Jacquet merupakan pelatih Prancis saat menjuarai Piala Dunia 1998

Aime Jacquet merupakan pelatih yang menghadirkan trofi Piala Dunia pertama untuk Prancis ketika menjadi tuan rumah pada 1998. Namun, setelahnya, Jacquet langsung pensiun sebagai pelatih. Ia kemudian bekerja sebagai direktur teknik mereka sampai benar-benar berhenti bekerja pada 2006.

11. Brasil menjuarai Piala Dunia 2002 bersama Luiz Felipe Scolari

Luiz Felipe Scolari melatih Brasil di Piala Dunia dalam tiga edisi. Debutnya pada 2002 berakhir sebagai juara. Sementara, pada 2006, mereka gugur pada perempat final dan pada 2014 dibantai Jerman 1-7 pada semifinal.

12. Italia kembali menjuarai Piala Dunia pada 2006 bersama Marcelo Lippi

Setelah 1934, 1938, dan 1982, Italia akhirnya kembali menjuarai Piala Dunia pada 2006. Mereka dilatih Marcelo Lippi dalam edisi yang berlangsung di Jerman ini. Lippi kembali melatih Italia pada 2010. Namun, ia tidak mampu membuat mereka tetap kompetitif. Italia gagal untuk sekadar lolos dari fase grup.

13. Vicente del Bosque membawa Spanyol menjuarai Piala Dunia 2010

Spanyol akhirnya merasakan trofi Piala Dunia pada 2010. Saat itu, mereka dilatih Vicente del Bosque. Del Bosque tetap melatih Spanyol sampai pensiun pada 2016. Namun, seperti Marcelo Lippi bersama Italia, ia tidak mampu membawa negaranya untuk sekadar menembus fase grup paa Piala Dunia keduanya pada 2014.

14. Lionel Scaloni membawa Argentina menjuarai Piala Dunia 2022

Lionel Scaloni mulai melatih Argentina beberapa bulan setelah Piala Dunia 2018. Ia berhasil membawa mereka menjuarai Copa America 2020. Scaloni lantas mengawinkan trofi tersebut dengan titel Piala Dunia 2022. Ia akan kembali menukangi Argentina di Piala Dunia 2026.

Ada beberapa pelatih debutan di Piala Dunia 2026 yang berpotensi masuk daftar ini. Sebut saja Luis de la Fuente di Spanyol, Thomas Tuchel bersama Inggris, Carlo Ancelotti di Brasil, Julian Nagelsmann yang memimpin Jerman, atau Rudi Garcia yang menukangi Belgia. Mampukah salah satu dari mereka merealisasikannya?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Kidung Swara Mardika
EditorKidung Swara Mardika
Follow Us

Related Articles

See More