I.League Akui Disiplin Masih Jadi Masalah di EPA Musim Ini

- Direktur Kompetisi I.League, Asep Saputra, menilai pelaksanaan EPA 2025/26 berjalan baik namun masih menghadapi masalah disiplin yang tinggi di kalangan pemain muda.
- Asep menegaskan pentingnya pembinaan sportivitas dan fair play sejak usia muda agar pemain terbiasa bersikap profesional saat memasuki level senior.
- I.League berencana memperkuat kode disiplin dan menggelar kampanye edukatif untuk menekan pelanggaran, sembari tetap menjaga aspek pengembangan pemain muda.
Jakarta, IDN Times - Direktur Kompetisi I.League, Asep Saputra, mengaku puas dengan pelaksanaan Elite Pro Academy (EPA) Super League dan Championship 2025/26. Namun, dia sadar ada masalah kedisiplinan yang harus dievaluasi.
"Kami masih sadar ada beberapa catatan untuk EPA ini. Memang catatan dalam hal pelanggaran disiplin masih cukup tinggi. Saya pikir ini masih menjadi PR besar kita," ujar Asep, kepada awak media.
1. Kompetisi usia muda adalah soal latihan sportivitas

Asep mengungkapkan kompetisi usia muda, termasuk EPA, adalah tentang membina sportivitas dan fair play. Sebab, hal itu nantinya akan berpengaruh jika sang pemain menjadi profesional.
"Di usia muda harus juga dipupuk, dibina, bagaimana bersikap profesional, menghindari yang namanya melanggar sportivitas dan fair play dan mudah-mudahan akan lebih baik di musim-musim yang akan datang," kata Asep.
2. I.League bakal lakukan pembenahan

Lebih lanjut, Asep mengaku akan menerapkan sejumlah metode untuk membenahi masalah kedisiplinan di EPA. Selain menerapkan kode disiplin, I.League akan melakukan berbagai kampanye terkait kedisiplinan.
"Jadi, nanti akan ada kampanye yang kami harus perkuat, perketat, hukumannya juga tentu sesuai dengan kode disiplin yang ada. Kami harapkan itu memberikan efek jerak juga, meskipun tetap mempertimbangkan sisi development dalam rentang usia ini," ujar Asep.
3. EPA sukses terlaksana musim ini

Musim ini, EPA Championship dan Super League sukses terlaksana. Dari Championship, EPA hanya mempertandingkan U-19 saja, dengan Sumsel United sebagai juara serta Persiku Kudus sebagai runner-up.
Sedangkan dari EPA Super League, Persija dan Malut United mendominasi di U-18 dan U-20, karena laga final di kedua kelompok usia itu mempertemukan mereka. Kemudian, di U-16, ada Persik Kediri yang keluar sebagai juara.

















