Diego Simeone Dorong Direktur Arsenal di Pinggir Lapangan, Kenapa?

- Arsenal melaju ke final Liga Champions 2026 setelah menang 1-0 atas Atletico Madrid lewat gol tunggal Bukayo Saka di Emirates Stadium.
- Insiden panas terjadi saat Diego Simeone mendorong Direktur Olahraga Arsenal, Andrea Berta, akibat provokasi di menit akhir pertandingan.
- Simeone dan Berta yang dulunya rekan kerja di Atletico sempat bersitegang hingga staf kedua tim turun tangan meredam keributan di area teknis.
Jakarta, IDN Times - Tiket final Liga Champions pertama Arsenal sejak musim 2025/2006 harus diraih melalui pertarungan yang menguras emosi. The Gunners ke final usai menekuk Atletico Madrid 1-0 di Emirates Stadium, Rabu (6/5/2026) dini hari WIB.
Kemenangan Arsenal lahir berkat gol tunggal Bukayo Saka, yang dicetak pada menit ke-44. Namun, di balik euforia kelolosan skuad asuhan Mikel Arteta, terselip sebuah insiden panas yang mencoreng jalannya laga di injury time.
Pelatih Atletico, Diego Simeone, tertangkap basah melakukan aksi tak terpuji, dengan mendorong Direktur Olahraga Arsenal, Andrea Berta, di pinggir lapangan. Berikut kronologinya.
1. Simeone tak terima provokasi Arteta dan Berta
Laporan Football London, keributan itu berawal dari manajer Arsenal, Mikel Arteta, dan Direktur Olahraga Arsenal, Andrea Berta, yang memprovokasi wasit untuk segera meniup peluit panjang.
Aksi ini rupanya memancing amarah Simeone. Juru taktik berpaspor Argentina itu langsung berlari menghampiri Berta di dekat ofisial keempat dan mendorongnya ke arah lorong stadion.
2. Simeone dan Berta sudah kenal cukup lama
Simeone dan Berta sebenarnya sudah saling mengenal cukup lama. Pria asal Italia itu menghabiskan 13 tahun kariernya di Atletico, menjadi sosok penting di balik aktivitas transfer klub bersama Simeone.
Hubungan kerja tersebut baru berakhir pada Maret 2025, saat Berta memutuskan bergabung dengan jajaran manajemen The Gunners. Namun, kedekatan di masa lalu itu tampaknya memudar di tengah panasnya pertandingan, hingga staf dari kedua tim dan ofisial keempat harus turun tangan untuk melerai keduanya.
3. Bangku cadangan kedua tim ikutan memanas
Keributan ini sontak membuat area teknis di pinggir lapangan kacau, dipenuhi pemain dan staf dari kedua tim. Alan Shearer, legenda Newcastle United yang menjadi komentator dalam laga tersebut, mengaku terkejut karena belum pernah melihat begitu banyak orang berkumpul di area teknis.
"Berbagai macam tingkah laku terjadi dan sekarang keributan terjadi di area teknis. Saya rasa saya belum pernah melihat begitu banyak orang di pinggir lapangan," ujar Shearer dikutip dari Football London.
Beberapa staf pelatih Atletico, termasuk Nelson Vivas, serta pemain cadangan Arsenal seperti Riccardo Calafiori, bahkan harus diperintahkan kembali ke bangku masing-masing. Beruntung, insiden tersebut berhasil diredam. Kini, Arsenal tengah menanti calon lawan mereka di final Budapest, antara Bayern Munich atau Paris Saint-Germain (PSG).

















