Evaluasi Minor Timnas Futsal Indonesia Usai Piala AFF 2026

- Hector Souto puas dengan performa Timnas Futsal Indonesia yang mampu tampil dominan meski hanya punya waktu persiapan singkat sebelum Piala AFF Futsal 2026.
- Laga semifinal melawan Vietnam disebut sebagai ujian terberat, sementara kekalahan di final dari Thailand dipengaruhi detail kecil dan keputusan wasit yang merugikan.
- Souto menilai hasil runner-up tetap positif karena menunjukkan pondasi regenerasi tim yang kuat serta menjadi langkah penting membangun masa depan futsal Indonesia.
Jakarta, IDN Times - Pelatih Timnas Futsal Indonesia, Hector Souto, tetap puas meski anak-anak asuhnya cuma mampu menjadi runner-up Piala AFF Futsal 2026. Itu karena mereka berhasil menunjukkan performa apik sepanjang turnamen.
Pasukan Garuda gagal juara akibat dibekuk Thailand di partai puncak, akhir pekan lalu. Mereka sempat unggul 1-0 lebih dulu, namun harus gigit jari akibat tuan rumah mampu comeback dengan mencetak dua gol untuk menang 2-1.
Setibanya di tanah air, Senin (13/4/2026), Souto langsung membeberkan evaluasi yang perlu dilakukan. Evaluasinya cuma minor menyusul performa apik yang dipertontonkan Muhammad Sanjaya dan kolega.
1. Puas dengan progres cepat dalam dua minggu

Souto bahkan mengaku bangga melihat lonjakan performa anak-anak asuhnya yang mampu mengontrol hampir seluruh pertandingan di turnamen ini. Souto puas mengingat, masa persiapan Timnas Futsal yang tergolong singkat.
"Saya pikir kita melakukannya dengan hebat, satu minggu latihan, lima hari latihan, lalu langsung berangkat. Kita melakukan hal luar biasa di semua pertandingan," puji Souto di Bandara Soekarno-Hatta, Senin (13/4/2026).
2. Lawan Vietnam jadi momen tersulit

Secara teknis, Souto menilai ujian terberat justru terjadi saat melawan Vietnam di semifinal. Sementara itu, Souto menyayangkan detail kecil yang luput dari Timnas Futsal di final hingga akhirnya dihukum Thailand.
Detail kecil yang luput itu diperparah dengan sejumlah keputusan wasit yang dianggap merugikan Tim Merah Putih. Terlepas dari itu, Souto puas dengan apa yang dipertontonkan anak-anak asuhnya.
"Banyak orang mengatakan di media sosial bahwa gaya wasit tidak membantu kami, dan Anda lihat mereka (Thailand) bisa menyamakan kedudukan dengan situasi penalti 10 meter," keluh Souto.
3. Bangun pondasi masa depan untuk naik level

Meski merasa timnya layak mendapatkan hasil yang lebih baik dari sekadar medali perak, Souto enggan terlalu meratapi kegagalan tersebut. Hasil itu tetap menjadi bukti pondasi regenerasi Timnas Futsal sudah kuat.
"Hal terpenting adalah kita sedang membangun untuk masa depan dan kita melakukannya dengan sangat baik," ujar Souto.

















