Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
FIFA Tuding UEFA Lakukan Kampanye Kotor Demi Gulingkan Infantino
Presiden FIFA Gianni Infantino berbicara dalam Kongres FIFA ke-76 di Vancouver Convention Centre, 30 April 2026, di Vancouver, Kanada. (Foto: Don MacKinnon/AFP)
  • FIFA menuduh UEFA menjalankan kampanye kotor untuk menggulingkan Gianni Infantino setelah UEFA mengirim surat tuntutan hukum terkait rencana penjualan saham Piala Dunia.
  • FIFA menyatakan FIFA Forward Enterprises masih sebatas wacana, sehingga tuntutan kriminal UEFA dinilai tidak berdasar karena belum ada keputusan final.
  • UEFA menilai FFE berisiko pada nilai sepak bola akibat peran investor; investor Joshua Kushner kemudian meminta maaf atas dukungannya terhadap proyek tersebut.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Konflik antara UEFA dengan FIFA memasuki babak baru. Setelah menerima surat tuntutan hukum secara resmi dari UEFA, FIFA melancarkan serangan balik.

Dalam surat balasannya, FIFA menyatakan jika UEFA melancarkan kampanye kotor demi menggulingkan kepemimpinan Gianni Infantino. Mereka menegaskan, apa yang menjadi tuntutan UEFA tak masuk akal, karena tuntutan hukum yang tertuang di dalamnya baru sebatas "proposal".

1. FIFA tuding UEFA lakukan kesalahan

BBC Sport melansir, FIFA menjelaskan mengenai tuntutan UEFA terkait rencana penjualan saham Piala Dunia lewat FIFA Forward Enterprises. Menurut mereka, apa yang dilakukan UEFA adalah kesalahan.

Sebab, FFE masih berada dalam tahapan wacana dan belum menjadi konklusi. Sehingga, tuntutan kriminal yang dilayangkan UEFA kepada FIFA tak memiliki kekuatan.

"Ketimbang berpartisipasi dalam proses demokrasi, UEFA mengeluarkan siaran pers di awal pekan sebagai kampanye kotor melawan FIFA dan kepemimpinannya," begitu isi surat yang dikeluarkan FIFA.

2. UEFA paling keras menentang FIFA

UEFA memang begitu keras dalam menentang Infantino. Menurut Konfederasi Sepak Bola Eropa itu, Infantino menggunakan FFE sebagai kendaraan politik demi bisa mendulang suara dari negara-negara berkembang karena janji-janji finansial yang diberikan.

Namun, UEFA melihat ada sebuah risiko dengan terancamnya nilai-nilai sepak bola akibat peran investor yang terlalu kental dalam FFE.

3. Menantu Donald Trump juga diseret

UEFA sebenarnya tak cuma menekan FIFA. Tapi, mereka meminta menantu Donald Trump, Joshua Kushner, yang menjadi investor FFE, untuk meminta maaf dan menjelaskan terkait niatnya menjual aset terbesar sepak bola, yakni Piala Dunia. Hingga akhirnya, Kushner buka suara dan meminta maaf atas tindakannya mendukung FFE bersama FIFA.

"Ketika termotivasi untuk membentuk FFE, kami justru gagal memahami dan mengapresiasi dinamika politik sepak bola global serta reaksi keras dari berbagai pihak. Seandainya kami tahu akhirnya seperti ini, pasti tak akan ikut campur," ujar Kushner.

Curated For You

Editorial Team

Related Article