Gak Cuma Iran, Jepang Pernah Mundur Piala Dunia Akibat Perang

- Pada 1938, Hindia Belanda lolos ke Piala Dunia setelah Jepang mundur akibat perang dengan China, menjadikannya tim Asia pertama yang tampil di ajang tersebut.
- Tim Hindia Belanda berisi pemain lokal dan Tionghoa di bawah organisasi NIVU, meski sempat menuai protes dari PSSI karena pelanggaran kesepakatan antarorganisasi.
- Situasi geopolitik terkini membuat Iran mundur dari Piala Dunia 2026, memunculkan paralel sejarah dengan lolosnya Hindia Belanda ke turnamen dunia lewat jalur perang.
Jakarta, IDN Times - Iran berpotensi besar absen dari Piala Dunia 2026. Pemerintah Iran, melalui Menteri Olahraga Ahmad Donyamali, menyatakan tim nasionalnya tak sudi menginjakkan kaki di Amerika Serikat yang telah membunuh lebih dari 1.200 warga, termasuk 160 anak perempuan lewat rudalnya.
Adanya tim yang mundur dari Piala Dunia bukan sekali terjadi. Sebelumnya, sudah pernah ada yang memutuskan untuk tak ikut Piala Dunia akibat alasan serupa. Lantas, negara mana yang melakukannya?
1. Jepang mundur karena perang

Dalam buku Encyclopedia of World Cup, yang ditulis Tom Durnmore (2015), Jepang yang mendapatkan undangan dari FIFA untuk berlaga di Piala Dunia 1938, tak bisa memenuhinya. Mereka mundur dari Piala Dunia 1938 karena sibuk berperang dengan China dalam Sino-Japanese War II sejak 1937.
Atas situasi itu, Jepang kekurangan pemain untuk berlaga. Mereka juga tidak memiliki logistik dan transportasi karena seluruhnya dialihkan untuk bisa berperang dengan China.
Alhasil, FIFA memutuskan untuk mengirimkan undangan ke negara lain di Asia. Undangan tersebut jatuh kepada Indonesia yang kala itu masih menjadi Hindia Belanda dan masuk melalui NIVU. Alhasil, Hindia Belanda menjadi tiga negara di luar Eropa yang bersaing di Piala Dunia.
Masalah tak langsung selesai. Pada masa kolonial, organisasi sepak bola yang diakui bukanlah Persatoean Sepakraga Seloeroeh Indonesia alias PSSI. Melainkan, Nederlandsch Indische Voetbal Unie (NIVU). Kala itu, tim PSSI disebut lebih kuat ketimbang NIVU.
Tak ingin kalah saing, NIVU berniat untuk melanggar Gentlemen's Agreement yang mereka buat dengan PSSI dan mendaftarkan langsung ke FIFA. PSSI sempat protes, tapi tak banyak yang dapat dilakukan. Akhirnya, 11 pemain lokal dan Tionghoa masuk dalam daftar skuad Hindia Belanda saat itu.
Mereka menjalani hidup yang sulit dengan cap pengkhianat di tengah masyarakat. Namun, semangat mereka satu, membawa nama Indonesia berkibar di panggung internasional lewat Piala Dunia
Tim Hindia Belanda kemudian menghadapi Hungaria di babak pertama karena format turnamen saat itu langsung sistem gugur. Pertandingan tersebut berakhir dengan kekalahan 0-6 bagi Hindia Belanda. Meski singkat, partisipasi itu tetap tercatat sebagai penampilan pertama tim dari wilayah Indonesia di Piala Dunia.
2. Pengganti Iran masih dicari

Sebenarnya, FIFA belum menerima secara resmi surat pengunduran diri Iran. Namun, andai itu benar terjadi, maka FIFA harus menggunakan handbook untuk mencari penggantinya.
Ada beberapa opsi yang bisa ditempuh FIFA, salah satu paling kuat adalah dengan mempromosikan Irak secara langsung ke putaran final, karena ditinjau dari sporting merit, sudah ada di fase play-off interkontinental dengan mewakili Asia (AFC). Jika opsi ini diambil, maka Uni Emirat Arab yang akan main di play-off interkontinental.
Namun, opsi ini bisa saja batal dijalankan karena ada juga skenario yang mendorong Italia sebagai pengganti Iran. Sesuai handbook, opsi mendorong negara dengan peringkat tertinggi di luar konfederasi bersangkutan bisa diambil. Tapi, seluruhnya masih harus menunggu keputusan dari FIFA.
3. Trump kembali berulah dengan klaim Iran gak pantas di Piala Dunia

Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, kembali berulah dengan mengomentari partisipasi Timnas Iran di Piala Dunia 2026. Trump menyebut skuad berjuluk Team Melli itu memang tidak pantas tampil di ajang yang akan berlangsung di AS, Kanada, dan Meksiko tersebut.
"Tim Nasional Sepak Bola Iran diterima di Piala Dunia. Tapi, saya benar-benar tidak percaya pantas bagi mereka untuk berada di sana, demi kehidupan dan keselamatannya. Piala Dunia adalah ajang bersejarah dan berskala internasional, dan badan pengaturnya adalah FIFA, bukan negara mana pun secara individu," tulis Trump.
Komentar Trump langsung direspons keras oleh akun Instagram resmi Timnas Iran yang mempertanyakan kapasitasnya mencampuri urusan partisipasi Piala Dunia. Iran menyindir balik ketidakmampuan AS dalam menjamin keselamatan tamu negaranya.
"Satu-satunya negara yang bisa dikecualikan adalah negara yang cuma menyandang gelar 'tuan rumah' tapi tak mampu memberikan keamanan," balas akun tersebut.



















