Garang di Serie A, Inter Milan Andalkan Mental di Liga Champions

Inter Milan meraih kemenangan perdana di Liga Champions musim 2026/27 setelah mengalahkan Shakhtar Donetsk 1-0.
Kartu merah Alessandro Bastoni membuat Inter bermain dengan sepuluh orang sebelum Carlos Augusto mencetak gol kemenangan.
Cristian Chivu menilai kemenangan tersebut lahir dari mentalitas pemain, pendekatan pragmatis, dan penyesuaian akibat cedera.
Jakarta, IDN Times - Performa Inter Milan di Serie A musim 2026/27 memang tergolong trengginas hingga memimpin klasemen untuk saat ini. Namun, penampilan mereka cukup kontras ketika beraksi di Liga Champions.
Inter baru mengamankan kemenangan perdananya di matchday ketiga dengan membekuk Shakhtar Donetsk dengan skor 1-0, Kamis (22/10/2026) dini hari WIB. Pun, hasil itu didapat susah payah meski tampil di depan publik sendiri.
Pelatih Cristian Chivu mengaku anak-anak asuhnya sempat didikte oleh tim tamu. Sadar timnya bermain jelek, Chivu menyebut kemenangan perdana di Eropa musim ini murni diraih berkat mentalitas baja para pemainnya.
1. Beban psikologis ganggu gaya bermain
Fakta menariknya, sebelum membekuk Shakhtar, Nerazzurri telah menelan tujuh kekalahan dari delapan laga di Liga Champions. Chivu tak menampik rekor buruknya di Eropa meninggalkan trauma mendalam bagi timnya.
Beban psikologis itu terlihat jelas di babak pertama. Federico Dimarco dan kawan-kawan tampak ragu-ragu dan terlalu berhati-hati dalam membangun serangan.
Inter kian terjepit saat harus bermain dengan sepuluh orang menyusul kartu merah yang diterima Alessandro Bastoni, menit 68. Namun, kondisi terdesak inilah yang justru memicu adrenalin para pemain untuk tampil lebih berani, hingga akhirnya mencetak gol kemenangan lewat aksi Carlos Augusto menit 77.
"Seiring berjalannya pertandingan, kami menjadi sedikit khawatir untuk mempertahankan organisasi melawan tim berkualitas. Kami memang sedikit menahan diri dan takut untuk menyerang," kata Chivu dikutip dari Football Italia.
2. Sepak bola indah tak laku di Eropa?
Berbeda dengan dominasi di liga domestik, Chivu menyadari Liga Champions menuntut pendekatan yang jauh lebih pragmatis dan harus siap menderita pada setiap matchday. Dia menegaskan bermain dengan strategi indah tidak selalu menjadi jaminan sebuah tim akan keluar sebagai pemenang.
Terkadang, sebuah tim hanya membutuhkan hati, ketahanan mental, dan keberanian untuk memaksakan diri berlari lebih ekstra. Chivu mengeklaim anak-anak asuhnya memiliki mental tersebut.
"Kami siap menderita malam ini, dan saya merasa itu adalah sesuatu yang tidak kami miliki sebelumnya," puji Chivu atas determinasi skuadnya.
3. Putar otak atasi badai cedera
Kemenangan atas Shakhtar ini terasa semakin berharga mengingat Inter tampil dalam kondisi pincang akibat absennya sejumlah pilar utama seperti Lautaro Martinez. Badai cedera memaksa Chivu melakukan perjudian taktik, termasuk memberikan debut starter kepada Djed Spence.
"Saat ini, kami hanya memiliki tiga bek tengah, kami beradaptasi dengan masalah sambil berusaha mengistirahatkan Bisseck. Sampai yang lain pulih, kami harus membuat pilihan dan berusaha menyeimbangkannya," ucap Chivu.
























