Arsenal kalah dari Paris Saint-Germain pada final Liga Champions Eropa (UCL) 2025/2026 lewat adu penalti. Padahal, mereka sempat unggul melalui tembakan jarak dekat Kai Havertz pada menit keenam. Selain gagal mempersembahkan kemenangan, aksi Havertz juga tidak menorehkan sejarah sebagai gol tercepat pada final UCL. Sejak edisi perdana pada 1955, ada tujuh gol yang tercipta lebih awal pada final kompetisi ini dibanding gol Havertz tersebut.
7 Gol Tercepat di Final Liga Champions per 2025/2026

1. Dick van Dijk mencetak gol sundulan pada menit kelima pada final UCL 1970/1971
Ajax Amsterdam meraih trofi Liga Champions pertamanya dari total 5 yang dikoleksi per 2026 ini pada 1971. Klub asal Belanda tersebut menaklukkan Panathinaikos pada final edisi 1970/1971 dengan skor 2-0. Gol pertama mereka tercipta ketika laga baru berjalan 5 menit. Dick van Dijk berhasil menanduk crossing dari Piet Keizer. Arie Haan lantas menutup papan skor pada menit 87.
2. Ajax menang pada final UCL 1972/1973 berkat gol tunggal Johnny Rep pada menit keempat
Setelah 1970/1971, Ajax Amsterdam berhasil mempertahankan gelar juara Liga Champions hingga 2 musim berikutnya. Pada 1972/1973, mereka menang pada final atas Juventus degan skor 1-0. Gol tunggal berasal dari aksi Johnny Rep menanduk umpan dari Horst Blankenburg di tiang jauh pada menit keempat.
3. Ivan Rakitic memulai pesta Barcelona pada final UCL 2014/2015 pada menit keempat
Selain 1972/1973, ada satu gol lain yang tercipta pada menit keempat pada final Liga Champions per 2025/2026. Itu terjadi pada 2014/2015 ketika Barcelona menang 3-1 atas Juventus. Ivan Rakitic membuka papan skor setelah menyelesaikan umpan pendek dari Andres Iniesta di dalam kotak penalti dengan tendangan first time kaki kiri. Juventus sempat menyamakan kedudukan melalui Alvaro Morata pada menit 55. Namun, Barca akhirnya menang melalui gol Luis Suarez pada menit 68 dan Neymar pada menit 90+7.
4. Gaizka Mendieta sempat membawa Valencia memimpin pada menit ketiga pada final UCL 2000/2001
Valencia kalah lewat adu penalti dari Bayern Muenchen pada final Liga Champions 2000/2001. Mereka imbang 1-1 pada waktu normal. Valencia sebetulnya unggul dulu pada menit ketiga lewat tendangan penalti Gaizka Mendieta. Wakil dari Spanyol ini mendapat hadiah tersebut berkat handball Patrik Andersson. Menariknya, Bayern menyamakan kedudukan pada menit 50 dengan skenario serupa. Wasit Dick Jol menunjuk titik putih usai tangan Amedeo Carboni menyentuh bola. Steffen Effenberg sukses memaksimalkan peluang.
5. Mohamed Salah mencetak gol pertama Liverpool pada final UCL 2018/2019 pada menit kedua
Liverpool menang 2-0 atas Tottenham Hotpur pada final Liga Champions 2018/2019. Gol pertama mereka berasal dari tendangan penalti Mohamed Salah pada menit kedua. The Reds sebetulnya mendapat hadiah tersebut ketika laga baru berjalan 23 detik. Crossing Sadio Mane membentur tangan Moussa Sissoko. Sementara itu, gol kedua Liverpool dicetak Divock Origi pada menit 87.
6. Enrique Mateos mencetak gol pada menit kedua untuk Real Madrid pada final UCL 1958/1959
Enam puluh tahun sebelum Liverpool pada 2019, Real Madrid lebih dulu menang 2-0 pada final Liga Champions dengan gol pertamanya tercipta pada menit kedua. Namun, Los Blancos melakukannya bukan dari tendangan penalti. Enrique Mateos melepaskan tembakan dari jarak dekat. Alfredo Di Stefano lantas menggandakan keunggulan ketika babak kedua juga baru berjalan 2 menit. Stade de Reims merupakan tim yang dikalahkan Madrid pada partai puncak edisi 1958/1959 ini.
7. Paolo Maldini mencetak gol pada detik ke-52 pada final UCL 2004/2005
Gol tercepat pada final Liga Champions per 2025/2026 masih menjadi milik Paolo Maldini. Bek sekaligus kapten AC Milan itu mengukirnya pada edisi 2004/2005. Ia membobol gawang Liverpool ketika pertandingan baru berjalan 52 detik. Maldini menyelesaikan umpan tendangan bebas dari Andrea Pirlo dengan voli kaki kanan. Namun, Milan kalah lewat adu penalti setelah imbang 3-3. Padahal, mereka sempat unggul 3-0 pada babak pertama.
Tujuh gol di atas tercipta di bawah 5 menit. Namun, tidak semuanya berakhir dengan gelar juara. Paolo Maldini dan Gaizka Mendieta sama-sama menelan kekalahan bersama timnya lewat adu penalti.