Harry Souttar yang Kembali Main di Piala Dunia Usai Cedera Parah

- Harry Souttar tampil gemilang di Piala Dunia 2022 meski baru pulih dari cedera ACL, membantu Australia mencapai babak 16 besar dan menjadi pilar utama di lini pertahanan.
- Setelah pindah ke Leicester City pada 2023, Souttar mengalami cedera achilles parah saat dipinjamkan ke Sheffield United pada 2024 dan baru comeback dengan mencetak gol pada April 2026.
- Souttar kembali masuk skuad Australia untuk Piala Dunia 2026, bahkan dipercaya menjadi kapten tim setelah menunjukkan ketangguhan mental dan fisik usai dua cedera berat.
Harry Souttar akan menjalani Piala Dunia keduanya bersama Australia pada 2026 ini. Bek tengah setinggi 1,98 meter tersebut berhasil masuk skuad meski baru saja pulih dari cedera achilles. Menariknya, pria yang lahir pada 22 Oktober 1998 itu mengalami situasi yang sama pada Piala Dunia pertamanya pada 2022. Ia terbang ke Qatar usai menaklukkan anterior cruciate ligament (ACL).
1. Harry Souttar membawa Australia lolos ke 16 besar Piala Dunia 2022 meski baru pulih dari ACL
Australia melangkah sampai 16 besar di Piala Dunia 2022. Mereka menyerah comeback 1-4 pada partai pembuka dari Prancis yang kemudian menjadi finalis. Setelahnya, tim yang saat itu dilatih Graham Arnold tersebut bangkit dengan menang 1-0 atas Tunisia dan Denmark. Perjalanan Australia terhenti akibat kekalahan tipis 1-2 dari Argentina yang akhirnya keluar sebagai juara. Meski hanya mencapai 16 besar, Australia sukses menyamai prestasi terbaik mereka di kompetisi ini usai melakukannya pertama kali pada 2006.
Harry Souttar menjadi salah satu pilar penting di balik hasil positif yang terulang itu. Penggawa yang memakai nomor punggung 19 ini sama sekali tidak tergantikan. Hebatnya, Souttar baru saja pulih dari cedera ACL. Ia mengalaminya ketika imbang 0-0 dengan Arab Saudi dalam laga kualifikasi pada 11 November 2021. Makin impresif, setelah cedera ACL tersebut, Souttar cuma bermain sekali sebelum Piala Dunia 2022 resmi dimulai. Ia tampil penuh bersama klubnya, Stoke City, dalam pertandingan Championship Inggris melawan Luton Town pada 8 November 2022 yang berakhir dengan kemenangan 2-0.
2. Harry Souttar mengalami cedera yang lebih parah pada 2024
Penampilan impresif Harry Souttar di Piala Dunia 2022 bukan hanya berdampak positif bagi Australia, melainkan juga kariernya sendiri di level klub. Leicester City menebus Souttar dari Stoke City pada 31 Januari 2023 dengan harga 15 juta pound sterling (Rp357 miliar). Sayangnya, Souttar gagal membantu The Foxes bertahan di English Premier League (EPL) pada akhir 2022/2023. Mereka memang langsung berhasil promosi lagi dengan menjuarai Championship 2023/2024. Namun, Souttar tidak diandalkan Enzo Maresca. Sepanjang musim, ia hanya bermain 3 kali selama 98 menit.
Souttar tetap tidak dianggap pilar krusial meski Leicester mengawali EPL 2024/2025 bersama Steve Cooper yang menggantikan Maresca. Klub lantas meminjamkannya kepada peserta Championship, Sheffield United. Di sinilah mimpi buruk tersebut terulang. Souttar mengalami cedera achilles ketika kalah 0-2 dari Burnley pada boxing day 2024. Kondisi ini membuat Souttar menepi jauh lebih lama dibanding ACL pada 2021. Ia baru bermain lagi pada 24 April 2026. Hebatnya, Souttar mencetak satu gol pada laga comeback-nya itu yang membuat Leicester imbang 1-1 dengan Millwall.
3. Harry Souttar masuk skuad Australia untuk Piala Dunia 2026
Setelah mencetak satu gol ketika imbang 1-1 dengan Millwall pada 24 April 2026, Harry Souttar beraksi sekali lagi bersama Leicester City sebelum 2024/2025 berakhir. Ia tampil sebagai starter selama 88 menit dalam kemenangan 1-0 atas Blakcburn Rovers pada pekan penutup Championship. Manajemen pasti menyesalkan Souttar yang hanya bermain dalam dua laga pemungkas. Andai bisa lebih awal, mereka mungkin terhindar dari degradasi ke kasta ketiga.
Terlepas dari itu, Souttar langsung beralih fokus. Sebab, ia terpilih mengikuti pemusatan latihan Australia menjelang Piala Dunia 2026. Souttar lantas mengukir comeback pada 31 Mei 2026. Ia tampil penuh dalam kekalahan 0-1 atas Meksiko. Sehari berselang, Souttar menerima kabar bahagia karena masuk skuad final. Ia bahkan mendapat kehormatan menjadi kapten tim nasionalnya untuk pertama kalinya dalam laga uji coba terakhir melawan Swiss pada 7 Juni 2026 yang tuntas 1-1.
Pelatih Australia, Tony Popovic, menekankan soal mentalitas saat memanggil Souttar untuk mengikuti pemusatan latihan. Menurutnya, keberhasilan anak asuhnya mengatasi dua cedera parah adalah sesuatu yang istimewa. Baginya, kegigihan tersebut tidak mungkin dimiliki pemain yang masih “mentah”.
Popovic pun pada akhirnya membawa Souttar ke Piala Dunia 2026. Mereka tergabung di grup D bersama Amerika Serikat, Paraguay, dan Turki. Lantas, akankah Souttar kembali memainkan peran krusial? Mampukah ia membantu Socceroos mengukir sejarah dengan melewati 16 besar?

















