Head-to-head Derby Manchester: MU Sering Repotkan ManCity

- Manchester United akan menjamu Manchester City di Old Trafford dalam derby Manchester ke-199.
- MU meraih tiga kemenangan dari enam pertemuan terakhir di semua ajang, sedangkan ManCity mencatat dua kemenangan.
- Michael Carrick menilai MU memiliki peluang untuk mengalahkan ManCity, meski catatan musim ini belum meyakinkan.
Jakarta, IDN Times - Partai keras akan tersaji dalam pekan keempat Premier League musim 2026/27. Manchester United bakal menjamu Manchester City dalam duel di Old Trafford, Minggu (13/9/2026).
Ini merupakan derby Manchester ke-199 sepanjang sejarah kedua klub. Dalam kesempatan ini, MU justru berpotensi bisa mengalahkan ManCity, karena rekornya yang membaik di beberapa pertemuan terakhir.
1. MU ternyata lebih unggul

Gelandang Manchester United, Bruno Fernandes, usai cetak gol ke gawang Ipswich Town (AFP / Paul Ellis) Tercatat, dari enam pertemuan terakhir di semua ajang, MU mampu mengungguli ManCity dengan meraih tiga kemenangan. Sementara, ManCity hanya berhasil meraih dua kemenangan dengan satu di antaranya diraih lewat adu penalti dengan skor 7-6 (1-1) dalam Community Shield, 10 Agustus 2024 lalu.
Cuma ada satu hasil imbang yang muncul, yakni pada pertemuan 6 April 2025 silam, dengan skor kacamata alias 0-0.
2. Musim lalu saling mengalahkan

Striker Manchester City, Erling Haaland, merayakan kemenangan atas Coventry City (AFP / Peter Powell) Musim lalu, MU dan ManCity saling mengalahkan. Setan Merah berjaya saat main di Old Trafford, 17 Januari 2026 dengan skor 2-0.
Sebelumnya, mereka dibuat bertekuk lutut oleh ManCity pada pertemuan 14 September 2025 di Etihad Stadium.
3. Carrick percaya diri

Pelatih Interim Manchester United, Michael Carrick, bersama Bruno Fernandes (AFP / Andy Buchanan) Manajer MU, Michael Carrick, tampak percaya diri menyambut derby kali ini. Melihat rekor yang ada, Carrick merasa MU punya peluang untuk mengalahkan The Citizens di Old Trafford, meski catatan di musim ini belum meyakinkan.
"Kami cukup rendah hati dan realistis untuk memahami di mana posisi sebenarnya dalam catatan sejarah. Kami mau lebih baik, bersaing dengan kuat. Bukan berarti kami tak mampu atau enggan. Artinya, ada harapan, keyakinan, dan punya ekspektasi di mana kami seharusnya berada. Saya paham dengan gambaran besarnya," kata Carrick, dilansir Manchester Evening News.

















