Gianni Infantino Nyatakan Maju di Bursa Presiden FIFA 2027-2031

- Gianni Infantino resmi menyatakan maju kembali sebagai calon Presiden FIFA periode 2027–2031 dalam kongres tahunan ke-76 di Vancouver, Kanada.
- Pemilihan Presiden FIFA dijadwalkan berlangsung pada kongres ke-77 di Rabat, Maroko, pada 18 Maret 2027, menandai dimulainya masa pemilihan baru.
- Infantino masih memenuhi syarat mencalonkan diri karena masa awal jabatannya tidak dihitung penuh dan telah memimpin FIFA dengan berbagai gebrakan serta kontroversi selama satu dekade.
Jakarta, IDN Times - FIFA baru saja melangsungkan kongres tahunan ke-76 di Vancouver, Kanada, pada Kamis (30/4/2026) waktu setempat. Pertemuan besar itu dimanfaatkan Presiden FIFA, Gianni Infantino, untuk menyampaikan rencana ambisiusnya.
Infantino menyatakan bakal kembali mencalonkan diri dalam bursa Presiden FIFA periode 2027-2031. Rencana itu ia paparkan dalam pidatonya saat menutup kongres di Vancouver.
1. Periode pemilihan sudah dimulai
Periode pemilihan kursi panas tersebut telah dimulai bertepatan dengan kongres ke-76. Rencananya, pemilihan itu nantinya akan diselenggarakan pada kongres ke-77, di Rabat, Maroko, pada 18 Maret 2027.
"Seperti yang sudah Anda dengar, periode pemilihan untuk jabatan Presiden FIFA dimulai hari ini. Saya merasa terhormat sekaligus rendah hati, dan saya ingin menyampaikan kepada Anda semua, bahwa saya menegaskan akan menjadi kandidat dalam pemilihan Presiden FIFA tahun depan," kata Infantino di hadapan seluruh asosiasi, dikutip dari ESPN.
2. Infantino masih memenuhi syarat
Infantino telah menjabat sebagai Presiden FIFA sejak 2016, menggantikan Sepp Blatter yang mundur akibat skandal korupsi besar di tubuh organisasi tersebut. Setelah itu, Infantino terpilih secara aklamasi dua periode beruntun, 2019-2023 dan 2023-2027
Karena awal masa jabatannya merupakan kelanjutan dari kepemimpinan Blatter, tiga tahun pertama Infantino tidak masuk dalam perhitungan. Hal ini membuatnya masih memenuhi syarat untuk kembali mencalonkan diri pada periode 2027-2031, yang sekaligus menjadi kesempatan terakhirnya sesuai regulasi FIFA.
3. Gebrakan dan kontroversi Infantino di FIFA
Pada Februari 2026, Infantino merayakan satu dekadenya menjadi orang nomor satu di FIFA. Dalam periode tersebut, sejumlah gebrakan Infantino di antaranya adalah FIFA Forward, perluasan kompetisi untuk membuat sepak bola lebih global, mendongkrak pertumbuhan sepak bola wanita, hingga pemanfaatan teknologi dalam pertandingan.
Namun, kepemimpinan Infantino juga tidak lepas dari kontroversi. Seperti kedekatannya dengan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, bahkan memberikannya FIFA Peace Prize, hingga isu standar ganda.
















