Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Insiden Tendangan Kungfu: Karier Eks Timnas U-17 Terancam Tamat

Insiden Tendangan Kungfu: Karier Eks Timnas U-17 Terancam Tamat
Logo PSSI. (Dok.PSSI)
Intinya Sih
  • PSSI menegaskan akan memberi hukuman berat bagi pemain dan staf Bhayangkara U-20 yang terlibat kekerasan saat laga melawan Dewa United di ajang EPA U-20.
  • Komdis PSSI didesak segera sidang karena insiden ini menyeret eks pemain Timnas U-17, Fadly Alberto, yang melakukan tendangan brutal dan terancam larangan seumur hidup.
  • PSSI juga menyoroti kelalaian perangkat pertandingan dan meminta Komite Wasit di bawah Yoshimi Ogawa untuk mengevaluasi serta memberi sanksi bila terbukti lalai.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - PSSI angkat suara terkait kekerasan yang dilakukan sejumlah pemain dan staf pelatih Bhayangkara U-20 saat melawan Dewa United dalam lanjutan EPA U-20, Minggu (19/4/2026).

Federasi memastikan oknum yang mencoreng sportivitas di lapangan hijau tidak akan lolos dari hukuman berat. Janji tersebut dilontarkan Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI, Yunus Nusi.

1. PSSI sudah desak Komite Disiplin

Yunus menyampaikan pihaknya telah mendorong Komite Disiplin (Komdis) untuk segera menggelar rapat dan mengambil tindakan. Kasus ini harus menjadi prioritas Komdis, dan wajib menjatuhkan hukuman paling berat.

"PSSI telah menerima laporan tentang pertandingan Dewa United vs Bhayangkara di EPA (U-20). PSSI segera menyampaikan hal ini kepada Komdis untuk diambil tindakan seberat-beratnya. Kami meminta agar ini menjadi prioritas dalam sidang Komdis untuk segera dilaksanakan dan diputuskan. PSSI dan Komdis akan mengambil tindakan terhadap siapa pun yang terlibat dalam kasus ini," ujar Yunus.

2. Kariernya terancam tamat

Karena PSSI menuntut Komdis memberikan hukuman paling berat, karier mereka yang terlibat dalam kasus tersebut akan tamat. Itu karena mereka terancam disanksi larangan beraktivitas di sepak bola seumur hidup.

Mirisnya, insiden ini juga menyeret eks pemain Timnas Indonesia U-17, Fadly Alberto. Dia menerjang punggung salah satu pemain Dewa United dengan tendangan kungfu secara brutal. Jika benar dijatuhi hukuman berat, kasus ini menjadi alarm bagi pemain lain kalau PSSI tidak pandang bulu dalam memberikan sanksi.

3. Perangkat pertandingan juga kena semprot

Selain oknum pemain dan staf pelatih, Yunus juga menyinggung kinerja perangkat pertandingan dalam laga tersebut. Dia mendesak Ketua Komite Wasit, Yoshimi Ogawa, untuk mengambil tindakan.

"Dan kami melihat ada kelalaian perangkat pertandingan, ini juga akan menjadi atensi PSSI kepada Komite Wasit, saudara Ogawa, untuk melakukan evaluasi, edukasi, dan (memberikan) sanksi kepada perangkat pertandingan apabila terbukti lalai," kata Yunus.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Satria Permana
EditorSatria Permana
Follow Us

Latest in Sport

See More