Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Inter-Cities Fairs Cup 1969/1970, Trofi Ajang Eropa Pertama Arsenal

Inter-Cities Fairs Cup 1969/1970, Trofi Ajang Eropa Pertama Arsenal
ilustrasi trofi (unsplash.com/bernhardvisuals)
Intinya Sih
  • Arsenal lolos ke Inter-Cities Fairs Cup 1969/1970 berkat aturan unik yang melarang dua tim dari kota sama, menggantikan Everton meski finis di bawahnya pada liga domestik.
  • Perjalanan Arsenal menuju final berlangsung impresif, menyingkirkan Glentoran, Sporting CP, Rouen, Dinamo Bacau, dan Ajax dengan kemenangan besar terutama di laga kandang Highbury.
  • Arsenal menaklukkan Anderlecht lewat comeback dramatis; kalah 1-3 di leg pertama lalu menang 3-0 di leg kedua untuk meraih trofi Eropa pertamanya sejak juara liga 1952/1953.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Arsenal memiliki kesempatan untuk menambah koleksi trofi kompetisi Eropanya pada 30 Mei 2026. The Gunners akan bermain pada final Liga Champions. Klub yang terbentuk pada 1886 ini tercatat sudah dua kali menjadi juara di level kontinen. Momen kejayaan pertamanya terjadi di Inter-Cities Fairs Cup 1969/1970.

1. Arsenal lolos ke Inter-Cities Fairs Cup 1969/1970 berkat sistem kompetisi yang unik

Inter-Cities Fairs Cup merupakan sebuah kompetisi yang eksis pada 1955—1971. Namun, ajang ini tidak dikelola UEFA. Pelopornya adalah Ernst Thommen, sosok yang saat itu menjabat wakil presiden FIFA. Seperti terlihat dari namanya, Fairs Cup digelar dengan tujuan memadukan sepak bola dan perdagangan.

Ide tersebut ikut bepengaruh pula kepada peserta. Setelah menggunakan sistem undangan pada edisi perdana, penyelenggara kemudian mengatur tiga tim per negara pada musim-musim berikutnya berdasarkan posisi di klasemen liga domestik. Namun, tidak boleh ada kontestan yang berasal dari kota yang sama.

Arsenal lolos ke edisi 1969/1970 berkat peraturan itu. Di Divisi Utama Inggris 1968/1969, mereka berakhir di posisi keempat di bawah Everton. Namun, Arsenal menggantikan Everton karena Liverpool yang ada di peringkat kedua. Sebelum 1969/1970, Arsenal pernah terlibat di Fairs Cup pada 1963/1964 dan terhenti pada ronde kedua.

2. Arsenal melaju ke final Inter-Cities Fairs Cup 1969/1970 dengan meyakinkan

Arsenal memulai pertualangan di Fairs Cup 1969/1970 pada 6 September 1969. Mereka melakoni 64 besar dengan melawan wakil dari Irlandia Utara, Glentoran. Arsenal mendapat kesempatan untuk menjadi tuan rumah terlebih dahulu di Highbury. Tim yang dilatih Bertie Mee itu memaksimalkan keuntungan kandang dengan menang 3-0. Ini membuat kekalahan 0-1 saat menjalani leg kedua di The Oval pada 29 September 1969 tidak berarti.

Arsenal kemudian melawat ke Estadio Jose Alvalade, Portugal, tepat sebulan kemudian untuk memainkan leg pertama 32 besar melawan Sporting CP. Mereka pulang dengan hasil cukup positif karena meraih seri tanpa gol. Ketika bermain di Highbury pada 26 November 1969, Arsenal menang telak 3-0. Mereka lantas lolos dari 16 besar usai menang dengan agregat 1-0 atas tim dari Prancis, Rouen. Gol tunggalnya tercipta kala tampil di kandag pada leg kedua (13/1/1970).

Pada perempat final, Arsenal meraih kemenangan tanpa kesulitan. Mereka mengalahkan Dinamo Bacau 2-0 saat bermain sebagai tamu pada leg pertama (11/3/1970). Ketika beraksi di Highbury pada leg kedua (18/3/1970), Arsenal berpesta tujuh gol tanpa balas. Arsenal kemudian mendapat ujian berat pada semifinal. Mereka bertemu Ajax Amsterdam. Charlie George dan kolega kalah 0-1 (15/4/1970). Namun, mereka lebih dulu menang 3-0 di kandang pada leg pertama (8/4/1970).

3. Arsenal menang comeback atas Anderlecht pada final Inter-Cities Fairs Cup 1969/1970

Arsenal berhadapan dengan Anderlecht pada final Fairs Cup 1969/1970. Anderlecht melaju ke partai puncak dengan menyingkirkan Valur Reykjavik (8-0), Coleraine (13-4), Dunfermline Athletic (3-3, gol tandang), Newcastle United (3-3, gol tandang), dan Inter Milan (2-1). Rekor keseluruhan menunjukkan Anderlecht unggul. Mereka menang 7 kali dan kalah 3 kali. Sementara, Arsenal menang 6 kali, imbang 2 kali, dan kalah 2 kali. Anderlecht juga lebih produktif dengan mencetak 29 gol, sedangkan Arsenal hanya 19 gol.

Anderlecht bertindak sebagai tuan rumah terlebih dahulu pada leg pertama. Mereka menjamu Arsenal di Constant Vanden Stock Stadium pada 22 April 1970. Ketajaman Anderlecht pun terbukti. Arsenal harus mengakui keunggulan lawannya dari Belgia itu dengan skor 1-3. Tiga gol yang masuk ke gawang Bob Wilson dicetak Johan Devrindt pada menit 25 dan Jan Mulder pada menit 30 serta 74. Sementara, Arsenal mendapat golnya dari Ray Kennedy pada menit 82. Namun, Arsenal berhasil comeback pada leg kedua. Mereka menang 3-0.

Eddie Kelly membuka asa usai mencetak gol dengan kepalanya pada menit 25. Setelah perjuangan keras, Arsenal akhirnya menyamakan agregat pada menit 75. Skema gol pertama terulang. Kali ini, John Radford menanduk crossing dari Bob McNab. Skor 2-0 sebetulnya sudah cukup membuat Arsenal menjadi juara berkat gol tandang. Namun, mereka mampu kembali mencetak gol beberapa detik berselang. Jon Sammels menyelesaikan umpan silang Charlie George dengan sepakan keras mendatar.

Kemenangan tersebut sekaligus membuat Arsenal mengakhiri paceklik trofi sejak menjuarai Liga Inggris 1952/1953. Sementara itu, Arsenal meraih piala kompetisi Eropa keduanya dengan memenangkan UEFA Cup Winners' Cup 1991/1992. Lantas, akankah titel Liga Champions pertama hadir pada 30 Mei 2026?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Gagah N. Putra
EditorGagah N. Putra
Follow Us

Related Articles

See More