Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

4 Pelatih Berpaspor Spanyol di Piala Dunia 2026

4 Pelatih Berpaspor Spanyol di Piala Dunia 2026
ilustrasi pertandingan (unsplash.com/Victoria Prymak)
Intinya Sih
  • Empat pelatih asal Spanyol akan tampil di Piala Dunia 2026, yaitu Roberto Martinez (Portugal), Luis de la Fuente (Spanyol), Julen Lopetegui (Qatar), dan Thomas Christiansen (Panama).
  • Roberto Martinez memimpin Portugal sejak Januari 2023 dengan catatan impresif, sementara Luis de la Fuente berambisi menyamai prestasi Del Bosque setelah membawa Spanyol juara Euro 2024.
  • Julen Lopetegui debut melatih Qatar di Piala Dunia usai pergantian pelatih beruntun, sedangkan Thomas Christiansen sukses membawa Panama lolos tanpa kekalahan sejak menukangi tim pada 2020.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Roberto Martinez akan kembali melatih di Piala Dunia. Namun, ia menukangi Portugal pada 2026 ini. Empat tahun silam, Martinez memimpin Belgia. Martinez sendiri merupakan 1 dari 4 pelatih asal Spanyol yang bakal bekerja di Amerika Selatan, Meksiko, dan Kanada nanti.

1. Roberto Martinez mulai melatih Portugal pada 9 Januari 2023

Setelah bekerja 6 tahun sebagai pelatih Timnas Belgia, Roberto Martinez akhirnya meninggalkan mereka usai Piala Dunia 2022. Federasi Sepak Bola Belgia memilih untuk tidak memperpanjang kontraknya akibat mereka yang gagal untuk sekadar lolos dari fase grup. Sebagai catatan, Martinez juga berstatus direktur teknik sejak 2018.

Pada 9 Januari 2023, Portugal bergerak cepat dengan mengamankan jasa Martinez. Mereka memilih Martinez untuk menggantikan Fernando Santos yang dipecat akibat kekalahan 0-1 dari Maroko pada perempat final Piala Dunia 2022. Padahal, Santos masih terikat kontrak sampai Euro 2024. Portugal mengontrak Martinez sampai 31 Juli 2026.

Oleh karenanya, Piala Dunia 2026 pun sekaligus menjadi ajang Martinez untuk menjual diri. Pria yang lahir di Spanyol pada 13 Juli 1973 itu harus mempersembahkan hasil yang memuaskan jika masih ingin memegang jabatannya setelah kompetisi berakhir. Sejauh ini, kinerjanya cukup apik. Ia menorehkan 28 kemenangan dari 38 laga.

2. Luis de la Fuente akan berjuang untuk mengawinkan gelar juara Euro dengan Piala Dunia

Piala Dunia 2026 menjadi kesempatan Luis de la Fuente untuk menyejajarkan namanya dengan Vicente del Bosque. Pria asli Spanyol yang lahir pada 21 Juni 1961 itu akan berjuang untuk bisa mengawinkan gelar juara Piala Dunia 2026 dengan Euro. Ia membawa negaranya menjuarai Euro 2024.

Del Bosque berhasil melakukannya pada 2010 dan 2012. Sebagai catatan, ada satu sosok lain yang mampu meraih prestasi semacam ini. Dia adalah Helmut Schoen yang membawa Jerman Barat menjadi juara Euro 1972 dan Piala Dunia 1974.

De la Fuente sendiri mulai melatih Spanyol pada akhir 2022 dengan menggantikan Luis Enrique. Namun, ia bukanlah sosok asing di tim nasional. De la Fuente promosi dari tim U-21. Ia juga yang memimpin Spanyol saat kalah 1-2 dari Brasil pada final Olimpiade 2020.

3. Julen Lopetegui akan memimpin Qatar di Piala Dunia 2026

Setelah lolos sebagai tuan rumah pada 2022, Qatar akan bermain di Piala Dunia untuk kedua kalinya pada 2026. Menariknya, mereka lolos usai melakukan pergantian pelatih selama kualifikasi. Federasi awalnya melepas Felix Sanchez yang memimpin tim di Piala Dunia 2022. Pos tersebut kemudian diisi Carlos Queiroz pada Februari—Desember 2023, Tintin Marquez pada Desember 2023—Desember 2024, Luis Garcia pada Desember 2024—Mei 2025, dan akhirnya Julen Lopetegui mulai Mei 2025.

Lopetegui menukangi tim dalam empat pertandingan kualifikasi terakhir. Mereka menang 1-0 atas Iran, kalah 0-1 dari Uzbekistan, seri 0-0 dengan Oman, dan memastikan tiket babak final usai mengalahkan Uni Emirat Arab 2-1 pada 14 Oktober 2025. Rekor Lopetegui sebagai pelatih Qatar sejauh ini sebetulnya tidak terlalu impresif. Dari 10 laga pertama, pria yang lahir pada 28 Agustus 1966 itu hanya menang 2 kali, imbang 3 kali, dan kalah 5 kali.

Piala Dunia merupakan debut Lopetegui di Piala Dunia sebagai pelatih. Pada 2018, ia sebetulnya hampir melakukannya bersama negaranya. Namun, 2 hari sebelum pertandingan pembuka melawan Portugal, Federasi Sepak Bola Spanyol memutuskan untuk memecatnya. Langkah ini diambil akibat Lopetegui yang menerima tawaran untuk melatih Real Madrid setelah Piala Dunia 2018 selesai tanpa memberi tahu mereka.

4. Thomas Christiansen sudah melatih Panama dari 2020

Piala Dunia 2026 merupakan keikutsertaan kedua Panama di ajang ini setelah debut pada 2018. Mereka lolos ke Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada dengan begitu meyakinkan. Panama tidak terkalahkan dalam 10 pertandingan kualifikasi dengan 7 menang dan 3 seri.

Hasil ini tidak terlepas karena proses panjang yang dilalui bersama Thomas Christiansen. Pelatih asal Spanyol itu sudah menukangi tim dari 22 Juli 2020. Namun, Piala Dunia 2026 akan menjadi momen penentuan karena kontrak Christianen yang bakal habis pada 31 Juli 2026.

Seperti terlihat dari namanya, Christiansen sebetulnya lahir di Denmark pada 11 Maret 1973. Ayahnya berasal dari negara tersebut. Namun, Christiansen memang lebih erat dengan Spanyol yang merupakan asal sang ibu. Sebagai pemain, Christiansen bahkan mengoleksi dua caps di Timnas Spanyol.

Spanyol merupakan salah satu kiblat sepak bola. Tidak heran jika banyak tim yang menggunakan jasa pelatih mereka. Selain Timnas Spanyol sendiri, Portugal, Qatar, dan Panama juga melakukannya di Piala Dunia 2026.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Gagah N. Putra
EditorGagah N. Putra
Follow Us

Related Articles

See More