Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Investasi Rp10 Triliun Lini Serang Liverpool yang Belum Berbuah Hasil

Investasi Rp10 Triliun Lini Serang Liverpool yang Belum Berbuah Hasil
Winger Liverpool, Cody Gakpo, usai cetak gol ke gawang Newcastle United (AFP / Darren Staples)
  • Liverpool menginvestasikan sekitar Rp10 triliun untuk merombak lini serang setelah era Salah, Firmino, dan Mane berakhir, termasuk mendatangkan Isak, Ekitike, Wirtz, Munoz, serta Barcola.
  • Belanja mahal tersebut belum menghasilkan pencapaian signifikan; pada musim 2025/26, Liverpool menutup musim tanpa gelar karena lini depan dinilai tumpul dan para rekrutan belum tampil menyatu.
  • Legenda Liverpool Jamie Carragher mengkritik jumlah penyerang yang terlalu banyak, menilai investasi klub di lini depan berlebihan dibandingkan kebutuhan pada sektor tengah dan belakang.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Liverpool pernah memiliki trio lini serang menakutkan di era 2015 sampai 2022. Sekarang, mereka tengah berinvestasi untuk merombak lini depan, dengan dana mencapai Rp10 triliun.

Trio Roberto Firmino, Sadio Mane, dan Mohamed Salah, sempat jadi momok di Inggris dan Eropa. Dengan total nilai transfer Rp2,5 triliun, ketiganya membawa Liverpool disegani lagi.

Sekarang mereka semua sudah pergi dari Liverpool. Dalam upaya menemukan lagi lini serang tangguh, mereka sampai keluar uang banyak. Sayang hal itu belum membuahkan hasil.

  1. 1. Banyak membeli penyerang mahal

    Liverpool merogoh kocek dalam untuk membeli pemain depan dalam beberapa musim terakhir. Mereka sempat membeli Alexander Isak dengan harga Rp125 juta poundsterling, setara Rp3 triliun.

    Kemudian, Liverpool juga membeli Hugo Ekitike dari Eintracht Frankfurt dengan harga 69 juta poundsterling, setara Rp1,6 triliun. Disusul Florian Wirtz senilai 100 juta pounds (setara Rp2,4 triliun).

    Kebiasaan itu tak hilang pada musim panas 2026. Terbaru, Liverpool merekrut Victor Munoz dengan mahar 34 juta poundsterling (setara Rp816 miliar), serta Bradley Barcola dengan harga 106 juta poundsterling (setara Rp2,5 triliun).

  2. 2. Belum ada hasil yang berarti

    Lini serang mahal Liverpool ini belum memberi hasil berarti. Paling kentara pada musim 2025/26 silam, ketika mereka mengakhiri musim tanpa satu gelar pun. Itu berawal dari lini serang yang tumpul.

    Wirtz, Ekitike, Isak, dan beberapa pemain lain yang didatangkan belum bisa menyamai performa apik trio Salah, Firmino, dan Mane. Malah, mereka kerap bekerja secara individu.

  3. 3. Kritik soal penyerang terlalu banyak

    Legenda Liverpool, Jamie Carragher, menyebut lini serang Liverpool sudah terlalu penuh. Investasi di posisi itu sudah kelewat banyak dibandingkan lainnya, seperti tengah dan belakang.

    "Liverpool punya terlalu banyak penyerang di lapangan. Mereka hanya ingin terus menyerang. Sementara, tidak ada tim top yang bermain sepak bola seperti itu, seperti basket," ujar Carragher, dilansir Mirror.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More