Iran Ajukan Syarat ke FIFA Jelang Piala Dunia 2026

- Federasi Sepakbola Iran meminta FIFA menjamin keamanan, kelancaran visa, dan perlakuan adil bagi seluruh delegasi selama Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
- Iran menuntut penghormatan terhadap simbol kenegaraan seperti bendera dan lagu kebangsaan serta meminta agar konferensi pers fokus pada aspek sepakbola tanpa isu politik.
- FIFA menegaskan Iran tetap menjadi peserta resmi Piala Dunia 2026 dan tergabung di Grup G bersama Belgia, Mesir, serta Selandia Baru meski muncul rumor soal kemungkinan mundur.
Jakarta, IDN Times - Timnas Iran menjadi sorotan jelang gelaran Piala Dunia 2026 yang akan berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik dengan Amerika Serikat, Federasi Sepakbola Iran (FFIRI) disebut mengajukan sejumlah syarat khusus kepada FIFA terkait keikutsertaan mereka di turnamen tersebut.
Presiden FFIRI, Mehdi Taj, menegaskan Iran tetap berkomitmen tampil di Piala Dunia 2026. Namun, mereka meminta adanya jaminan penuh dari FIFA terkait keamanan, akses visa, hingga perlakuan terhadap seluruh delegasi Iran selama berada di negara tuan rumah.
Langkah ini menambah dimensi non-olahraga dalam persiapan turnamen yang akan menjadi edisi terbesar sepanjang sejarah Piala Dunia dengan format 48 tim tersebut.
Berikut tiga poin utama syarat Iran kepada FIFA.
1. Jaminan keamanan dan kelancaran visa di Piala Dunia 2026
Dilansir Marca, FFIRI meminta FIFA memastikan seluruh elemen tim, mulai dari pemain, staf, ofisial, hingga jurnalis dan suporter, dapat memasuki wilayah Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko tanpa hambatan imigrasi tambahan.
Permintaan ini muncul setelah Presiden Federasi Iran, Mehdi Taj, sebelumnya dilaporkan mengalami penolakan masuk ke Kanada terkait isu yang berkaitan dengan IRGC atau Garda Revolusi Iran.
Selain itu, Iran juga menekankan pentingnya jaminan keamanan penuh selama Piala Dunia 2026, termasuk perlindungan di hotel tim, stadion, hingga fasilitas latihan.
2. Minta simbol negara Iran dihormati selama turnamen
Iran juga menyoroti aspek simbol kenegaraan dalam ajang sepakbola terbesar dunia tersebut. Mereka meminta agar bendera nasional dan lagu kebangsaan Iran diperlakukan secara layak selama pertandingan berlangsung di Piala Dunia 2026.
Selain itu, Federasi Iran disebut menginginkan agar sesi konferensi pers pemain dan pelatih tetap fokus pada aspek sepakbola, tanpa membahas isu politik di luar lapangan.
Iran menegaskan bahwa mereka siap berpartisipasi penuh, namun meminta FIFA menjamin tidak ada perlakuan yang dianggap merendahkan identitas negara mereka selama turnamen.
3. FIFA tegaskan Iran tetap peserta resmi Piala Dunia 2026
Meski sempat muncul rumor mengenai kemungkinan Iran mundur dari turnamen, FIFA hingga kini masih memastikan Iran akan tetap tampil di Piala Dunia 2026. Presiden FIFA Gianni Infantino bahkan sebelumnya sudah menegaskan bahwa Iran tetap menjadi peserta resmi turnamen.
Iran sendiri tergabung di Grup G bersama Belgia, Mesir, dan Selandia Baru dalam edisi Piala Dunia kali ini.
Di tengah berbagai spekulasi yang beredar, FIFA menegaskan bahwa Iran tetap menjadi peserta resmi Piala Dunia 2026.
Presiden FIFA Gianni Infantino sebelumnya juga telah memastikan bahwa status Iran tidak berubah dan tetap masuk dalam daftar tim yang lolos ke turnamen tersebut.
Dalam undian sementara, Iran tergabung di Grup G bersama Belgia, Mesir, dan Selandia Baru.
Permintaan Iran kepada FIFA menambah kompleksitas persiapan Piala Dunia 2026, yang tidak hanya menghadirkan persaingan di lapangan, tetapi juga dinamika diplomasi dan geopolitik internasional.
Di tengah sorotan global, FIFA kini dihadapkan pada tantangan menjaga keseimbangan antara aspek olahraga, keamanan, dan hubungan antarnegara dalam turnamen sepakbola terbesar dunia tersebut.


















