Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Iwan Bule Curhat di Kongres: Cobaan PSSI Kayak Roller Coaster

Iwan Bule Curhat di Kongres: Cobaan PSSI Kayak Roller Coaster
Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan buka Kongres Biasa PSSI 2023, Minggu (15/1/2023). (IDN Times/Tino).
Share Article

Jakarta, IDN Times - Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan, menyampaikan keluh kesahnya saat membuka Kongres Biasa PSSI 2023, Minggu (15/1/2023). Dia menyebut, cobaan PSSI era kepemimpinannya seperti roller coaster.

Itu karena PSSI harus berhadapan dengan sejumlah tantangan. Mulai dari pandemik COVID-19 pada 2020 silam, hingga Tragedi Kanjuruhan, 1 Oktober 2022 lalu.

"Sekadar mengingatkan, PSSI banyak tantangannya. Ibaratnya seperti roller coaster," kata Iwan Bule (sapaannya) saat memberikan sambutan di Kongres Biasa PSSI 2023.

1. Sepak bola Indonesia mati suri karena COVID-19

Logo Liga 1. (Dok. PT Liga Indonesia Baru)
Logo Liga 1. (Dok. PT Liga Indonesia Baru)

Sepak bola Indonesia sempat mati suri dalam waktu yang cukup lama karena COVID-19. Liga 1 2020/21 yang baru bergulir beberapa pekan terpaksa dihentikan karena pandemik tersebut.

"Pandemik membuat aktivitas sosial berhenti dan berdampak ke sepak bola. Sejak Maret 2020, sepak bola Indonesia berhenti dan baru bergulir lagi Oktober 2021. Sebagai Ketum, sangat sulit menghadapi ini," ujar Iwan Bule.

2. Kompetisi dihentikan lagi karena Tragedi Kanjuruhan

Aparat keamanan menembakkan gas air mata untuk menghalau suporter yang masuk ke lapangan usai pertandingan BRI Liga 1 antara Arema melawan Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, Sabtu malam (1/10/2022). (ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto)
Aparat keamanan menembakkan gas air mata untuk menghalau suporter yang masuk ke lapangan usai pertandingan BRI Liga 1 antara Arema melawan Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, Sabtu malam (1/10/2022). (ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto)

Sepak bola Indonesia kembali tertidur pada 1 Oktober hingga 5 Desember 2022. Itu karena Tragedi Kanjuruhan yang meletus selepas laga Arema FC kontra Persebaya Surabaya.

Insiden tersebut menewaskan 135 orang dan disebabkan karena letusan gas air mata yang dilepaskan pihak keamanan. Tercatat, tragedi ini menjadi yang terkelam kedua sepanjang sejarah sepak bola dunia.

Pemerintah turun tangan dan membuat Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF). Mereka merekomendasikan agar PSSI berbenah dan menggelar Kongres Luar Biasa (KLB) untuk merombak struktur organisasi PSSI.

"Pertimbangan kongres ini muncul karena respons Tragedi Kanjuruhan. Dari lubuk hati yang paling dalam, sebagai Ketum dan pribadi, saya sangat terpukul dan berduka karena tragedi itu menewaskan ratusan nyawa," ujar Iriawan.

3. Menpora apresiasi kinerja PSSI

Pembukaan Kongres Biasa PSSI 2023, Minggu (15/1/2023). (IDN Times/Tino).
Pembukaan Kongres Biasa PSSI 2023, Minggu (15/1/2023). (IDN Times/Tino).

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI, Zainudin Amali, memberikan apresiasi kepada jajaran PSSI yang dirasa mampu bertahan dalam situasi tak bagus macam itu. Disebut Zainudin, mereka berhasil melewati tantangan tersebut dengan baik.

"Dalam kepengurusan PSSI kali ini, di tengah kesulitan yang luar biasa tetapi Ketum Iriawan masih mampu memimpin organisasi dan selamat sampai dengan hari ini. Untuk itu, pemerintah berikan apresiasi," ujar Zainudin.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More