Jahmai Simpson-Pusey, Bek Muda Inggris Masa Depan Manchester City

Manajer Manchester City, Pep Guardiola, membuat kejutan ketika memainkan Jahmai Simpson-Pusey sebagai starter di Liga Champions Eropa 2024/2025 menghadapi Sporting Lisbon. Sialnya, The Citizens kalah telak 1-4 dari tim asuhan Ruben Amorim. Keputusan Guardiola memberikan debut kepada Simpson-Pusey di UCL pun dipertanyakan media. Sang pemain dinilai belum punya pengalaman bermain di tim utama Manchester City.
Meski begitu, Guardiola kembali memainkan Simpson-Pusey sebagai starter ketika Manchester City kalah 1-2 dari Brighton & Hove Albion pada pekan kesebelas English Premier League (EPL) 2024/2025. Kualitas bek muda jebolan akademi The Citizens itu kembali dipertanyakan. Sebab, Guardiola mencadangkan bek senior, seperti Manuel Akanji dan Nathan Ake, demi memberi tempat kepada Simpson-Pusey.
Guardiola membela sang pemain dengan memujinya telah tampil bagus dengan berani berduel melawan pemain berpengalaman. Performa Simpson-Pusey disebut Guardiola sebagai kabar baik karena Manchester City melahirkan pesepak bola muda berbakat lagi dari akademi mereka.
Lantas, sehebat apa Simpson-Pusey sampai manajer top sekelas Pep Guardiola rela membelanya dalam dua kekalahan Manchester City atas Sporting Lisbon dan Brighton?Berikut profil lengkapnya.
1. Sempat menjalani uji coba dengan klub-klub EPL sebelum masuk akademi Manchester City

Jahmai Simpson-Pusey merupakan pemuda kelahiran Manchester pada 4 November 2005. Ia sempat menjalani masa percobaan bersama klub-klub EPL sebelum bergabung dengan akademi Manchester City saat berusia 8 tahun pada 2013. Simpson-Pusey kemudian merintis kariernya dari tim junior Manchester City di level U-18 dan U-21.
Ia tampil begitu impresif dengan mencatat 20 penampilan di semua kompetisi pada 2022/2023 dan 35 laga pada 2023/2024. Salah satu momen yang berhasil mencuri perhatian Pep Guardiola terjadi ketika Simpson-Pusey tampil impresif dengan membawa Manchester City U-18 menjuarai FA Youth Cup pada 2023/2024. Ia tampil solid dengan menunjukkan jiwa kepemimpinannya sebagai kapten dari babak kelima sampai final. Guardiola lalu memasukkan Simpson-Pusey untuk ikut tur pramusim 2024.
2. Seorang bek tengah yang tangguh dan tenang

Jahmai Simpson-Pusey telah bermain sebagai bek tengah sejak masih di Manchester City U-18. Menurut Transfermarkt, ia telah bermain dalam 64 pertandingan sebagai bek tengah di semua kompetisi. Simpson-Pusey hanya dua kali dimainkan di posisi bek kanan.
Menurut laman resmi Manchester City, ia termasuk bek yang cukup tenang dalam pengambilan keputusan. Simpson-Pusey juga disebut Pep Guardiola memiliki keberanian saat berduel fisik dengan pemain lawan yang lebih berpengalaman. Potensinya dinilai bakal menjadi aset penting bagi Manchester City dalam beberapa tahun ke depan.
3. Melakoni debutnya di UCL sehari setelah ulang tahun ke-19

Jahmai Simpson-Pusey merayakan ulang tahun ke-19 pada 4 November 2024. Ia lalu melakoni debut sebagai starter saat Manchester City bertandang ke kandang Sporting Lisbon, stadion Estadio Jose Alvelde, dalam laga Liga Champions Eropa pada 5 November 2024. Simpson-Pusey berduet dengan Manuel Akanji sebagai starter.
Ketidakhadiran para bek senior, macam John Stones dan Ruben Dias, serta kebugaran Akanji dan Ake yang masih belum 100 persen fit, menjadi dasar keputusan Guardiola memainkan Simpson-Pusey sebagai bek tengah sejak menit pertama. Ia lalu tampil sebagai starter ketika Manchester City kalah 1-2 dari Brighton pada pekan kesebelas EPL. Dilansir Yahoo, Simpson-Pusey senang dapat bermain di bawah asuhan manajer top seperti Pep Guardiola. Ia mengaku selalu mendengar instruksi dan saran dari Guardiola agar kariernya dapat berkembang dengan baik.
Simpson-Pusey memang belum membawa Manchester City meraih kemenangan dalam dua laga debutnya di UCL dan EPL. Namun, kehadirannya menjadi kabar baik bagi proyek jangka panjang Manchester City yang fokus dalam pengembangan pemain akademi. Simpson-Pusey juga menambah kedalaman skuad The Citizens, terutama di sektor bek tengah. Ia akan memberikan persaingan baru bagi para pemain berpengalaman, seperti Ruben Dias, John Stones, Manuel Akanji, dan Nathan Ake.


















