3 Manajer Italia yang Menangani Tottenham Hotspur

- Tottenham Hotspur resmi menunjuk Roberto De Zerbi sebagai manajer baru menggantikan Igor Tudor, dengan target utama mempertahankan posisi klub di Premier League musim 2025/2026.
- Antonio Conte menjadi manajer Italia pertama Tottenham pada 2021, namun dipecat setelah 16 bulan akibat hubungan memburuk dengan klub meski sempat membawa tim ke posisi empat besar EPL.
- Cristian Stellini sempat menjabat caretaker usai pemecatan Conte, tetapi diberhentikan lebih cepat setelah dua kekalahan beruntun yang membuat performa Tottenham semakin menurun.
Tottenham Hotspur resmi menunjuk Roberto De Zerbi sebagai manajer. De Zerbi mengambil alih peran yang sebelumnya dipegang Igor Tudor. Tugas De Zerbi terbilang berat karena harus membuat Tottenham Hotspur bertahan di English Premier League (EPL) pada akhir 2025/2026.
De Zerbi bukanlah manajer asal Italia pertama yang menangani The Lilywhites. Termasuk De Zerbi, berikut tiga manajer Italia yang pernah menangani Tottenham Hotspur per 3 April 2026.
1. Antonio Conte menjadi manajer Italia pertama yang melatih Tottenham Hotspur
Antonio Conte merupakan manajer Italia pertama yang menangani Tottenham Hotspur. Conte mendapat peran tersebut pada November 2021. Ia menggantikan posisi Nuno Espirito Santo yang dipecat pada pertengahan musim 2021/2022.
Conte memiliki segudang pengalaman sebelum berlabuh ke London Utara. Ia pernah membawa Juventus dan Inter Milan menjuarai Serie A Italia. Conte juga tak asing dengan atmosfer EPL karena pernah menangani Chelsea pada 2016--2018. Ia bahkan membawa The Blues menjuarai EPL pada musim debutnya.
Sayang, kebersamaan Conte dan Tottenham Hotspur hanya berlangsung selama 16 bulan. Ia dipecat sebelum musim 2022/2023 berakhir. Pemecatan tersebut tak lepas dari hubungan Conte dan pihak klub yang memburuk.
Tottenham Hotspur tengah berada di posisi keempat klasemen EPL ketika Conte dipecat. The Lilywhites sebelumnya telah dipulangkan AC Milan di Liga Champions Eropa. Mereka juga takluk dari Sheffield United di Piala FA.
Conte meninggalkan Tottenham Hotspur tanpa memberikan satu pun trofi. Sesuatu yang tak pernah dialami Conte ketika menukangi tim besar Eropa. Conte bahkan sukses membawa Napoli menjuarai Serie A setelah meninggalkan Tottenham Hotspur.
2. Cristian Stellini pernah mengembang jabatan sebagai caretaker
Cristian Stellini ditunjuk sebagai caretaker setelah Tottenham Hotspur memecat Antonio Conte. Stellini sebelumnya merupakan asisten Conte. Keduanya telah bekerja sama sejak masih berada di Juventus.
Stellini tak memiliki banyak pengalaman sebagai manajer. Ia hanya pernah menukangi Alessandria pada 2017 yang bermain di Serie C Italia. Kariernya pun tak panjang karena rentetan hasil negatif.
Pada dua pertandingan pertamanya sebagai caretaker, Tottenham hotspur meraih hasil imbang 1-1 kontra Everton dan menang 2-1 melawan Brighton & Hove Albion. Sayang, setelahnya The Lilywhites kalah 2-3 dari AFC Bournemouth serta dicukur Newcastle United 1-6.
Dua kekalahan tersebut membuat Tottenham Hotspur memberhentikan Stellini lebih cepat. Ia sejatinya diplot sebagai caretaker hingga akhir musim. Posisinya kemudian digantikan Ryan Mason. Setelah dipecat, belum ada tim yang mengontrak Stellini sebagai manajer.
3. Roberto De Zerbi diharapkan membawa Tottenham Hotspur bertahan di EPL
Musim 2025/2026 merupakan musim yang berat bagi Tottenham Hotspur. Mereka masih tertahan di peringkat ke-17 hingga pekan ke-31 EPL. The Lilywhites hanya berselisih satu poin dari West Ham United di zona degradasi.
Buruknya performa Tottenham Hotspur juga terjadi di kompetisi lain. Mereka disingkirkan Atletico Madrid dengan agregat 5-7 pada 16 besar Liga Champions. The Lilywhites juga tersingkir lebih awal di Piala FA dan Piala Liga Inggris. Hasil tersebut membuat Thomas Frank dan Igor Tudor dipecat dari kursi manajer.
Tottenham Hotspur akhirnya menunjuk Roberto De Zerbi sebagai juru selamat. De Zerbi tak memiliki tim setelah berpisah dengan Olympique Marseille pada pertengahan 2025/2026. Ia berpisah setelah Marseille dipulangkan Club Brugge di Liga Champions dan kalah 0-5 dari Paris Saint-Germain (PSG) di Ligue 1 Prancis. De Zerbi pernah membawa Marseille menempati posisi kedua Ligue 1 Prancis pada 2024/2025.
De Zerbi bisa dibilang menjadi pilihan terbaik bagi Tottenham Hotspur. Ia pernah membuat Brighton & Hove Albion menjadi kuda hitam yang sering mengalahkan tim papan atas EPL. De Zerbi juga terbilang masih muda sehingga bisa dijadikan proyek jangka panjang.
De Zerbi akan mendapat ujian berat pada sisa tujuh pertandingan di EPL. Mereka akan berjumpa Sunderland, Brighton & Hove Albion, Wolverhampton Wanderers, Aston Villa, Leeds United, Chelsea, dan Everton. Selain wajib mendapat hasil bagus, Tottenham Hotspur juga harus berharap West Ham United terpeleset pada sisa pertandingan.
Tiga manajer Italia di atas pernah menangani Tottenham Hotspur. Lantas, mampukah Roberto De Zerbi membawa Tottenham Hotspur selamat dari jurang degradasi pada akhir musim?


















