Sebelumnya, Ghalenoei meminta agar Timnas Iran diperbolehkan tiba di setiap kota pertandingan dua hari sebelum laga dan kembali ke markas sehari setelah pertandingan. Menurutnya, aturan tersebut penting untuk menjaga kondisi fisik pemain.
Tambahan waktu persiapan sebelum pertandingan Mesir vs Iran di Piala Dunia 2026 bukan sekadar perubahan jadwal perjalanan. Dalam turnamen besar seperti Piala Dunia 2026, waktu pemulihan dapat menentukan performa sebuah tim.
Direktur Eksekutif Gugus Tugas Piala Dunia Gedung Putih, Andrew Giuliani, sebelumnya mengatakan pemerintah AS telah membahas kemungkinan perubahan aturan perjalanan Iran untuk laga terakhir Grup G melawan Mesir di Seattle.
Giuliani menyebut pembatasan perjalanan untuk dua pertandingan awal Iran di Los Angeles masih dapat diterapkan karena jaraknya relatif dekat dari Tijuana. Namun, perjalanan menuju Seattle membutuhkan waktu lebih panjang.
Kondisi tersebut membuat pemerintah AS mempertimbangkan penyesuaian agar Timnas Iran memiliki waktu persiapan yang lebih layak menjelang laga melawan Mesir.
Federasi Sepak Bola Iran juga sempat menyampaikan keberatan mereka kepada BBC. Mereka menilai pembatasan perjalanan tersebut berpotensi mengganggu persiapan tim dan bertentangan dengan prinsip kesetaraan dalam kompetisi internasional.
“Federasi Sepak Bola Iran percaya bahwa pembatasan seperti ini tidak sesuai dengan prinsip memberikan kondisi yang sama bagi semua tim peserta dan dapat berdampak negatif terhadap proses persiapan mereka,” kata federasi tersebut.
Dengan aturan baru ini, Timnas Iran kini bisa lebih fokus menghadapi Mesir di Piala Dunia 2026. Namun, perdebatan mengenai kesetaraan perlakuan terhadap peserta turnamen masih menjadi sorotan menjelang berakhirnya fase grup.