Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Kisah Kiper Iran: Dulu Tidur di Jalan, Kini Bikin Belgia Frustrasi

Kisah Kiper Iran: Dulu Tidur di Jalan, Kini Bikin Belgia Frustrasi
ilustrasi sarung tangan kiper (unsplash.com/edocipollinii)
Intinya Sih
  • Iran menahan imbang Belgia 0-0 di laga Grup G Piala Dunia 2026, berkat performa gemilang kiper Alireza Beiranvand yang melakukan tujuh penyelamatan penting.
  • Beiranvand dulunya hidup miskin, kabur dari rumah, dan sempat tidur di jalan Teheran sambil bekerja serabutan demi mengejar impian menjadi pesepak bola profesional.
  • Kiper bertinggi 195 cm ini memegang dua rekor Guinness untuk lemparan dan tendangan gawang terjauh, serta jadi simbol ketangguhan Iran di tengah tantangan nonteknis timnya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Iran membuat kejutan di Piala Dunia 2026. Mereka berhasil menahan Belgia dengan skor 0-0 dalam laga kedua Grup G, pada Senin (22/6/2026) dini hari WIB.

Kiper Iran, Alireza Beiranvand, keluar sebagai pahlawan. Penampilan impresifnya di bawah mistar gawang sukses membuat barisan penyerang Belgia yang bertabur bintang frustrasi, dengan melakukan total tujuh penyelamatan krusial.

Jauh sebelum menjadi pahlawan Iran di Piala Dunia 2026, Beiranvand rupanya menyimpan kisah hidup yang berliku. Berikut adalah rekam jejak perjuangan sang benteng kokoh Tim Melli tersebut.

1. Kabur dari rumah dan jadi gelandangan di Teheran

Dikutip dari NDTV, Beiranvand lahir dari keluarga nomaden Kurdi Lak di pegunungan Lorestan, Iran. Sejak kecil, kehidupannya jauh dari kata layak. Bagi keluarganya saat itu, membeli sepasang sarung tangan kiper adalah bentuk pemborosan dan kemewahan yang tak masuk akal.

Kondisi itu, membuat sang ayah menentang keinginan Beirandvand bermain sepak bola. Tak tahan dilarang, Berandvand remaja nekat meminjam uang saku dan kabur menaiki bus menuju ibu kota, Teheran.

Tanpa uang, keluarga, maupun tempat tinggal, dia terpaksa menjadi gelandangan dan tidur beralaskan aspal di luar markas klub-klub sepak bola lokal.

Demi sesuap nasi, Beiranvand remaja harus rela menyapu jalanan, mencuci ban mobil, menjadi buruh pabrik garmen, hingga membuat adonan piza saat matahari sudah terbenam. Semua penderitaan itu dia telan demi satu tujuan: bisa bermain sepak bola.

2. Gembala domba yang pegang dua rekor dunia Guinness

Saat tumbuh di perbukitan, Beiranvand kecil sering memainkan permainan tradisional, melempar batu berat sejauh mungkin untuk melindungi domba-domba gembalaannya. Kebiasaan berulang inilah yang tanpa disadari membentuk postur tubuh bagian atas dan kekuatan lengannya.

Kekuatan lemparan tangannya yang tak lazim ini bahkan tercatat dalam buku Guinness World Records. Beiranvand memegang rekor lemparan terpanjang dalam sejarah sepak bola sejauh 61 meter, yang tercatat saat melawan Korea Selatan pada Oktober 2016.

Kiper berpostur 195 cm ini juga memegang rekor dunia untuk tendangan gawang terjauh, jaraknya mencapai 78 meter. Kekuatan distribusi bolanya yang mematikan ini kerap menjadi senjata Iran untuk mengejutkan lawan.

3. Tampil gemilang di tengah teror kelelahan fisik

Penampilan heroik Beiranvand saat meredam Belgia terasa semakin magis jika melihat kondisi nonteknis yang dialami timnya. Akibat gesekan geopolitik dan masalah visa dengan Amerika Serikat, skuad Iran terpaksa memindahkan markas latihan mereka ke Meksiko.

Namun, segala rintangan yang dialami seolah tak berarti saat Tim Melli turun ke lapangan, karena menjaga harga diri bangsa. Berkat satu poin berharga dari Belgia ini, Iran memiliki peluang besar untuk lolos ke fase gugur, alias babak 32 besar.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dheri Agriesta
EditorDheri Agriesta

Related Articles

See More