Kala Bintang Spanyol Mengira Foto Messi dan Yamal Hasil Editan AI

- Foto Lionel Messi memandikan bayi Lamine Yamal tahun 2007 sempat diragukan keasliannya, namun dikonfirmasi asli oleh UNICEF dan fotografer Joan Monfort.
- Pemain Spanyol Mikel Merino awalnya mengira foto itu hasil editan AI, lalu terkejut setelah tahu dari Yamal bahwa foto tersebut benar-benar nyata.
- Merino menilai kisah di balik foto Messi dan Yamal menambah daya tarik serta emosi menjelang potensi pertemuan Argentina dan Spanyol di Piala Dunia 2026.
Jakarta, IDN Times - Foto Lionel Messi memandikan Lamine Yamal yang masih bayi memang sempat diragukan keasliannya. Banyak pihak mengira, foto tersebut merupakan hasil suntingan lewat akal imitasi (AI).
Tapi, foto tersebut memang asli adanya. Diambil pada 2007 silam, ketika Messi masih berusia 20 tahun dan memandikan Yamal yang ketika itu menginjak lima bulan, foto tersebut merupakan salah satu bagian dari kampanye amal Barcelona Foundation bersama UNICEF dengan menggandeng koran Sport. UNICEF serta fotografer yang bertugas kala itu, Joan Monfort, memastikan keaslian fotonya.
1. Bahkan, pemain Spanyol sempat meragukan keaslian foto
Gelandang Spanyol, Mikel Merino, mengaku sempat ragu foto tersebut asli. Dia merasa itu hasil suntingan AI karena saat ini misinformasi terjadi di segala lini melalui teknologi.
"Pertama kali saya melihatnya, mengira itu hasil AI. Karena terasa sangat tidak nyata," ujar Merino, dilansir ESPN.
2. Kaget ternyata asli

Kemudian, Merino diberitahu oleh Yamal dan pemain Spanyol lainnya jika foto itu asli. Dia sampai kaget karena foto tersebut bak dongeng yang jadi nyata.
"Ini luar biasa, ada dua pemain terbaik dunia saling berhadapan dari foto tersebut. Berharap Lamine, di masa depan, bisa menjadi salah satu terbaik, dan memiliki foto tersebut," kata Merino.
3. Jadi bumbu yang memperkuat persaingan dan atmosfer
Merino mengaku sangat tertarik dengan final Piala Dunia 2026. Sebab, cerita di balik lapangan seperti Messi dan Yamal membuat bumbu laga menjadi lebih kaya, emosional, serta menarik banyak minat penonton. Apalagi, generasi Spanyol dan Argentina saat ini sedang berada dalam fase terbaik.
"Berharap, kita melihat final yang seru dengan dua protagonis dalam fase terbaiknya, bermain dan memberikan fans atmosfer luar biasa," ujar pemain Arsenal tersebut.
















