Kala Mbappe Dibuat Ngeri dan Pusing Timnas Prancis

- Timnas Prancis menunjukkan konsistensi luar biasa dengan meraih kemenangan atas Brasil dan Kolombia meski menurunkan skuad berbeda di tiap laga.
- Kylian Mbappe mengaku terkesan sekaligus bingung melihat banyaknya talenta muda yang membuat persaingan posisi di tim semakin ketat.
- Mbappe menegaskan pentingnya kerja keras dan kekompakan agar Prancis bisa tampil maksimal menghadapi tantangan di Piala Dunia 2026.
Jakarta, IDN Times - Timnas Prancis, sejak 2018, menjelma jadi tim yang penuh bintang. Fenomena tersebut bertahan hingga sekarang, karena sejumlah pemain papan atas memenuhi skuad Les Bleus.
Dalam dua laga persahabatan terakhir yang dilakoni lawan Brasil dan Kolombia, Prancis sukses meraih kemenangan. Menariknya, mereka bisa menang dengan menampilkan skuad yang jauh berbeda.
1. Satu laga pakai pemain inti, laga lain pakai lapis kedua
Saat melawan Brasil, 27 Maret 2026 lalu, Prancis menggunakan pemain inti. Menurunkan bintang seperti Kylian Mbappe, Ousmane Dembele, hingga Theo Hernandez, Prancis menang dengan skor 2-1 di laga itu.
Ketika melawan Kolombia pada 30 Maret 2026, Prancis langsung melakukan perubahan skuad. Mereka memainkan para pemain lapis kedua macam Desire Doue, Marcus Thuram, hingga Rayan Cherki. Meski main dengan tim cadangan, Prancis tetap dominan dan bisa meraih kemenangan 3-1.
2. Mbappe sampai dibuat pusing dan ngeri
Melihat hasil positif yang didapat Prancis kala menggunakan skuad inti maupun lapis kedua, Mbappe sampai dibuat pusing sekaligus ngeri. Dia melihat, kekuatan Prancis yang sekarang jauh melebihi skuad Piala Dunia 2022 lalu.
"Ketika Anda melihat bagaimana komposisi skuad kami, terlihat sangat bertalenta. Melihatnya saja, sudah bikin pusing untuk menentukan siapa yang main. Tim ini memiliki lebih banyak pemain hebat," ujar Mbappe, dilansir Telefoot.
3. Mengingatkan agar tetap bekerja keras
Meski sadar dengan kedalaman skuad Prancis, Mbappe mengingatkan rekan-rekan setimnya agar tak berleha-leha. Mereka harus bekerja keras di Piala Dunia 2026 nanti, karena banyak tim tangguh sudah menanti.
"Kami harus tampil kompak dan menang. Jadi, masih banyak pekerjaan rumah yang harus kami lakukan, agar bisa jadi lebih baik dibanding tim-tim lain," ujar Mbappe.


















