Mbappe Bela Real Madrid soal Isu Jadi Korban Malapraktik

Jakarta, IDN Times - Bintang Real Madrid, Kylian Mbappe, buka suara soal isu malapraktik yang sempat menderanya. Mbappe membantah, dugaan yang beredar telah menjadi korban dari malapraktik yang dilakukan oleh tim medis Madrid.
Menurut Mbappe, rumor terkait kesalahan diagnosis yang beredar di berbagai media, salah besar. Mbappe mengaku selalu berkomunikasi dengan tim medis Madrid dengan baik.
"Informasi Real Madrid melakukan kesalahan saat memeriksa lutut saya tidak benar. Selalu ada komunikasi yang jelas dengan tim medis," kata Mbappe, dilansir Mundo Deportivo.
1. Apa yang terjadi cuma salah paham
Mbappe menegaskan kondisinya saat ini sudah fit. Apa yang terjadi, menurut Mbappe, adalah kesalahpahaman dan kurangnya komunikasi dengan publik terkait cedera yang dialaminya. Maka dari itu, bomber Prancis itu merasa segala spekulasi yang muncul sulit dikendalikan.
"Ketika kita tidak mengatakan apa yang sebenarnya terjadi, berbagai spekulasi akan muncul. Saat ini saya senang, karena sudah kembali fit dan bisa kembali bermain," ujar Mbappe.
2. Tudingan muncul karena Mbappe gak kunjung sembuh
Madrid dituding melakukan malapraktik terhadap bintangnya, Kylian Mbappe. Tudingan tersebut muncul setelah Mbappe kesulitan buat sembuh dari cedera yang dialaminya.
Jurnalis Spanyol, Daniel Riolo, menyatakan Mbappe sempat marah dengan cara Madrid menangani cederanya. Bahkan, menurutnya Mbappe sempat menilai jika tim medis Los Blancos salah melakukan diagnosis atas cederanya.
"Diagnosisnya buruk saat di Madrid. Dia bahkan gak suka dan marah. Apa yang dikatakannya adalah, lingkaran otoritas melakukan kesalahan besar. Real Madrid, menurutnya, telah mengeksaminasi lutut yang salah," ujar Riolo.
3. Sempat ke Prancis demi dapatkan opini kedua
Mbappe, dijelaskan Riolo, menerima perawatan yang tak beres di Madrid. Maka dari itu, dia meminta agar seluruh pihak bersabar atas perkembangan Mbappe. Menurut Riolo, Mbappe telah mengambil langkah tepat dengan meminta opini kedua dengan mengunjungi dokter di Paris, Prancis.
"Saya rasa kita menghindari potensi terburuk buat Mbappe," kata Riolo.

















