Kalah Lawan Grimsby Perpanjang Hasil Memalukan MU Sepanjang Sejarah

- Kekalahan memalukan MU oleh Grimsby Town
- Sejarah kekalahan memalukan MU sepanjang masa
- Blunder kiper Andre Onana menjadi sorotan
Jakarta, IDN Times - Manchester United kembali menorehkan catatan kelam dalam sejarah mereka. Kali ini, tim berjuluk Setan Merah harus menanggung malu setelah disingkirkan tim kasta keempat Liga Inggris, Grimsby Town, lewat adu penalti 12-11 setelah bermain imbang 2-2 di waktu normal.
Kekalahan ini bukan sekadar kejutan, melainkan menjadi salah satu titik terendah dalam era Ruben Amorim di Old Trafford. Kekalahan ini juga menambah panjang daftar kekalahan memalukan MU sepanjang sejarah.
1. Mempermalukan Amorim dan klub
Kekalahan melawan Grimsby Town mempermalukan Amorim dan MU secara bersamaan. Sebab, belum pernah dalam sepanjang sejara MU kalah melawan tim dari kasta keempat Liga Inggris di Piala Liga.
Mereka telah memenangkan 11 pertemuan sebelumnya melawan tim dari divisi tersebut. Namun, cara mereka tersingkir di putaran kedua kali ini bisa saja menempatkan posisi Amorim dalam bahaya.
2. Sederet kekalahan memalukan MU
MU bukan baru kali pertama menelan kekalahan memalukan. Salah satunya pernah terjadi saat MU berhadapan dengan Huddersfield Town. Klub yang kini berlaga di kasta kedua Liga Inggris itu pernah membantai Manchester United dengan skor 6-0 pada 1930/1931.
Hasil ini termasuk dalam 27 kekalahan yang membawa MU kala itu turun kasta. Selain itu, ada pula kekalahan telak 0-7 dari Aston Villa.
Selain itu, MU juga pernah kalah 0-4 saat melawan Mk Dons di Liga Cup pada musim 2014/2015. Kekalahan memalikan lainnya adalah saat MU berlaga melawan Bayern Munich dan kalah 3-4 pada 2023 lalu. Hasil tersebut membawa MU telah kalah dalam enam pertandingan pembuka musim di semua kompetisi dan menjadi rekor terburuk sejak musim 1986/1987.
3. Amorim bela Onana
Kekalahan MU tak terlepas dari blunder yang dilakukan kiper mereka, Andre Onana. Gol pertama Grimsby lahir akibat Onana gagal mengantisipasi tembakan Charles Vernam di menit 22. Bukannya menepis, bola malah melewati sela-sela tubuh Onana.
Skenario gol kedua juga konyol. Onana hendak memotong bola dari situasi sepak pojok. Bukannya bola, tapi kepala pemain Grimsby justru ditangkap Onana. Namun, pelatih Ruben Amorim masih tetap membela Oana.
"Dengan segala rasa hormat, ketika melawan tim kasta keempat, bukan soal kiper, tapi segalanya," ujar Amorim, dilansir Metro.